JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya daerah kepulauan dan wilayah yang belum terlayani sarana transportasi darat maupun laut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu perhatian serius Gubernur Papua. Kondisi geografis Papua yang memiliki sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan membutuhkan dukungan transportasi yang memadai.
“Pascapemekaran daerah otonomi baru (DOB), Provinsi Papua menempatkan delapan kabupaten pesisir yang menghadap ke laut dan satu kabupaten yang tidak bersentuhan dengan laut,” kata Mathius kepada wartawan, Kamis (17/9).
Menurutnya, konektivitas Papua tidak hanya berkaitan dengan transportasi darat, tetapi juga bagaimana memastikan wilayah kepulauan dapat terhubung dengan daerah lainnya.
Mathius menyebut terdapat tiga kabupaten yang berada di wilayah kepulauan. Selain itu, terdapat wilayah yang akses transportasinya melalui sungai, seperti Mamberamo, serta kawasan kepulauan di wilayah perbatasan negara, termasuk Mapia.
Untuk memperkuat konektivitas tersebut, Pemprov Papua menargetkan peningkatan layanan transportasi menuju wilayah kepulauan. Layanan transportasi akan ditingkatkan dari sisi frekuensi perjalanan maupun waktu tempuh.
“Yang lebih sering itu ada dua aspek. Pertama, dari intensitasnya lebih banyak dan yang kedua adalah waktu tempuhnya lebih cepat,” ujarnya.
Selain wilayah kepulauan, pemerintah juga akan menjangkau daerah yang belum memiliki sarana transportasi darat maupun laut. Salah satu upayanya melalui penyediaan layanan penerbangan perintis.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya daerah kepulauan dan wilayah yang belum terlayani sarana transportasi darat maupun laut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu perhatian serius Gubernur Papua. Kondisi geografis Papua yang memiliki sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan membutuhkan dukungan transportasi yang memadai.
“Pascapemekaran daerah otonomi baru (DOB), Provinsi Papua menempatkan delapan kabupaten pesisir yang menghadap ke laut dan satu kabupaten yang tidak bersentuhan dengan laut,” kata Mathius kepada wartawan, Kamis (17/9).
Menurutnya, konektivitas Papua tidak hanya berkaitan dengan transportasi darat, tetapi juga bagaimana memastikan wilayah kepulauan dapat terhubung dengan daerah lainnya.
Mathius menyebut terdapat tiga kabupaten yang berada di wilayah kepulauan. Selain itu, terdapat wilayah yang akses transportasinya melalui sungai, seperti Mamberamo, serta kawasan kepulauan di wilayah perbatasan negara, termasuk Mapia.
Untuk memperkuat konektivitas tersebut, Pemprov Papua menargetkan peningkatan layanan transportasi menuju wilayah kepulauan. Layanan transportasi akan ditingkatkan dari sisi frekuensi perjalanan maupun waktu tempuh.
“Yang lebih sering itu ada dua aspek. Pertama, dari intensitasnya lebih banyak dan yang kedua adalah waktu tempuhnya lebih cepat,” ujarnya.
Selain wilayah kepulauan, pemerintah juga akan menjangkau daerah yang belum memiliki sarana transportasi darat maupun laut. Salah satu upayanya melalui penyediaan layanan penerbangan perintis.