Gubernur: Perusahaan Daerah Harus Dikelola Profesional!

   Ia mengakui, selama ini Jamkrida telah memberikan kontribusi dividen yang cukup baik bagi daerah. Namun, kontribusi tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan di tengah keterbatasan sumber pendapatan daerah setelah pemekaran wilayah Papua.

   “Memang kemarin dari Jamkrida kami mendapat dividen yang cukup bagus, namun kami mau dia harus lebih bagus lagi. Karena tidak ada sumber lain lagi yang Provinsi Papua bisa dapat setelah pemekaran melalui tata kelola semua perusahaan ini,” jelasnya.

   Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua juga akan segera mendorong optimalisasi PT Irian Bhakti Papua. Perusahaan tersebut memiliki aset yang cukup besar sehingga perlu dikelola secara maksimal agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap daerah.

Baca Juga :  Stok Telur Lokal Melimpah, Pemerintah Diminta Stop Pasokan Telur dari Luar

  “Besok kami akan juga di Irian Bhakti Papua. Sebab aset Irian Bhakti Papua cukup banyak. Ini harus segera kami dorong supaya dividen di akhir tahun bisa naik,” katanya.

Sementara untuk PT Irian Bhakti Mandiri, Fakhiri menyebut kondisi perusahaan tersebut mulai membaik. Pemprov Papua akan terus mendorong perbaikan kinerja perusahaan agar kontribusinya terhadap PAD semakin optimal.

   Ia menargetkan seluruh perusahaan daerah milik Pemprov Papua dapat berjalan lebih baik sebelum akhir tahun. “Saya harap sebelum akhir tahun semua perusahaan daerah sudah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Fakhiri menegaskan, seluruh perusahaan daerah yang memiliki potensi menghasilkan PAD harus dikelola dengan tata kelola yang baik dan oleh orang-orang yang profesional. Ia tidak ingin perusahaan daerah justru kehilangan potensi pendapatan karena dikelola tanpa standar profesional.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Lengkapi Adminduk

  “Saya tidak mau semua perusahaan daerah yang bisa menghasilkan PAD bagi Papua dikelola secara sembarangan oleh orang-orang yang tidak profesional,” tegasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

   Ia mengakui, selama ini Jamkrida telah memberikan kontribusi dividen yang cukup baik bagi daerah. Namun, kontribusi tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan di tengah keterbatasan sumber pendapatan daerah setelah pemekaran wilayah Papua.

   “Memang kemarin dari Jamkrida kami mendapat dividen yang cukup bagus, namun kami mau dia harus lebih bagus lagi. Karena tidak ada sumber lain lagi yang Provinsi Papua bisa dapat setelah pemekaran melalui tata kelola semua perusahaan ini,” jelasnya.

   Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua juga akan segera mendorong optimalisasi PT Irian Bhakti Papua. Perusahaan tersebut memiliki aset yang cukup besar sehingga perlu dikelola secara maksimal agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap daerah.

Baca Juga :  Pemprov Nilai Angka Stunting di Keerom dan Waropen Masih Tinggi

  “Besok kami akan juga di Irian Bhakti Papua. Sebab aset Irian Bhakti Papua cukup banyak. Ini harus segera kami dorong supaya dividen di akhir tahun bisa naik,” katanya.

Sementara untuk PT Irian Bhakti Mandiri, Fakhiri menyebut kondisi perusahaan tersebut mulai membaik. Pemprov Papua akan terus mendorong perbaikan kinerja perusahaan agar kontribusinya terhadap PAD semakin optimal.

   Ia menargetkan seluruh perusahaan daerah milik Pemprov Papua dapat berjalan lebih baik sebelum akhir tahun. “Saya harap sebelum akhir tahun semua perusahaan daerah sudah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Fakhiri menegaskan, seluruh perusahaan daerah yang memiliki potensi menghasilkan PAD harus dikelola dengan tata kelola yang baik dan oleh orang-orang yang profesional. Ia tidak ingin perusahaan daerah justru kehilangan potensi pendapatan karena dikelola tanpa standar profesional.

Baca Juga :  Gedung DPRP Rusak, Aktifitas Ikut Terganggu

  “Saya tidak mau semua perusahaan daerah yang bisa menghasilkan PAD bagi Papua dikelola secara sembarangan oleh orang-orang yang tidak profesional,” tegasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya