Delapan Hari di Pengungsian, Warga Mulai Jenuh

JAYAPURA — Delapan hari berada di tenda pengungsian mulai membuat warga korban kebakaran Dok Lima, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, mengalami kejenuhan.

  Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Selain memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, pemerintah kini mulai memikirkan langkah untuk menjaga kondisi psikologis dan kenyamanan para pengungsi selama masih berada di lokasi pengungsian.

   Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan berdasarkan pantauan tim di lapangan, berbagai penanganan telah dilakukan pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan hingga trauma healing bagi warga terdampak kebakaran.

   Namun, menurutnya, setelah lebih dari sepekan tinggal di tenda pengungsian, rasa jenuh mulai dirasakan sebagian warga. “Dari pantauan tim di lapangan, berbagai penanganan sudah kita lakukan, baik bantuan maupun trauma healing. Tetapi satu hal yang sekarang harus menjadi perhatian adalah masyarakat mulai merasa jenuh,” kata Mathius ke Cepos, Selasa (8/9).

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Poros Koya Barat dan Koya Timur Melambat

  Ia mengatakan kondisi tersebut merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dipikirkan pemerintah.  Sebab, selain kebutuhan makanan, tempat tinggal sementara dan bantuan lainnya, warga pengungsi juga membutuhkan aktivitas yang dapat memberikan suasana berbeda selama menjalani masa pengungsian.

   “Sudah berlangsung delapan hari warga atau korban ada di pengungsian. Tentu rasa jenuh itu sudah ada. Perlu ada hiburan. Nanti pemerintah akan memikirkan kira-kira penanganan seperti apa untuk menghilangkan rasa jenuh daripada para pengungsi ini,” ujarnya.

  Menurut Mathius, kegiatan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membantu menjaga semangat warga selama proses pemulihan pascakebakaran berlangsung.

JAYAPURA — Delapan hari berada di tenda pengungsian mulai membuat warga korban kebakaran Dok Lima, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, mengalami kejenuhan.

  Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Selain memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, pemerintah kini mulai memikirkan langkah untuk menjaga kondisi psikologis dan kenyamanan para pengungsi selama masih berada di lokasi pengungsian.

   Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan berdasarkan pantauan tim di lapangan, berbagai penanganan telah dilakukan pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan hingga trauma healing bagi warga terdampak kebakaran.

   Namun, menurutnya, setelah lebih dari sepekan tinggal di tenda pengungsian, rasa jenuh mulai dirasakan sebagian warga. “Dari pantauan tim di lapangan, berbagai penanganan sudah kita lakukan, baik bantuan maupun trauma healing. Tetapi satu hal yang sekarang harus menjadi perhatian adalah masyarakat mulai merasa jenuh,” kata Mathius ke Cepos, Selasa (8/9).

Baca Juga :  Miliki 2 Jenis Ular Paling Mematikan di Dunia, Kenali dan Jangan Dibunuh

  Ia mengatakan kondisi tersebut merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dipikirkan pemerintah.  Sebab, selain kebutuhan makanan, tempat tinggal sementara dan bantuan lainnya, warga pengungsi juga membutuhkan aktivitas yang dapat memberikan suasana berbeda selama menjalani masa pengungsian.

   “Sudah berlangsung delapan hari warga atau korban ada di pengungsian. Tentu rasa jenuh itu sudah ada. Perlu ada hiburan. Nanti pemerintah akan memikirkan kira-kira penanganan seperti apa untuk menghilangkan rasa jenuh daripada para pengungsi ini,” ujarnya.

  Menurut Mathius, kegiatan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membantu menjaga semangat warga selama proses pemulihan pascakebakaran berlangsung.

Berita Terbaru

Kantor Komnas HAM Papua Dilempari Molotov

Identitas Penembak Bus Freeport Dikantongi

Persipura Bertolak ke Banjarmasin

Artikel Lainnya