Jalur Alternatif Entrop-Kampung Buton Rusak

Ancam Keselamatan Pengendara

JAYAPURA – Kondisi rute pengalihan arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Jayapura dan Abepura melalui jalur eks Kolam Buaya hingga tanjakan Kampung Buton kini memprihatinkan. Di tengah melonjaknya volume kendaraan akibat penutupan Jalan Raya Abepura-Skyland, sejumlah titik di ruas alternatif tersebut justru mengalami kerusakan bervariasi yang mengancam keselamatan warga.

  Kerusakan paling krusial ditemukan tepat setelah tikungan jembatan terowongan menuju tikungan tajam Kampung Buton dari arah Entrop. Di lokasi ini, permukaan aspal mengalami cembungan atau gelembung besar menyerupai “polisi tidur” liar dengan diameter lebar mencapai 70 hingga 80 centimeter yang membentang mengikuti lebar jalan.

   Kondisi jalan melengkung yang tidak kasat mata dari kejauhan tersebut terbukti sangat membahayakan dan telah memakan korban kecelakaan lalu lintas dari kalangan pengguna jalan.

Baca Juga :  Kurangi Kriminalitas di Holtekamp, Polresta Intens Patroli

  “Saya waktu itu sedikit kencang dari arah jembatan karena tidak tahu ada gelembung jalan di situ. Tiba-tiba motor terguncang keras dan penumpang yang saya bonceng langsung terpental jatuh ke jalan, beruntung hanya luka lecet,” tutur pengemudi ojek online asal Entrop, Jerry (43), mengisahkan insiden naas yang dialaminya.

   Ancaman keselamatan pengguna jalan tidak berhenti di titik gelembung aspal saja. Sekitar 100 meter ke depan, tepatnya di turunan tikungan tajam sebelah kiri dari arah Kampung Buton menuju Kolam Buaya, badan jalan tampak hancur cukup luas di bagian tengah maupun tepi jalan.

  Akibat kerusakan parah di area turunan tajam tersebut, arus lalu lintas kerap tersendat karena para pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat harus mengantre dan bergantian memilih lajur jalan yang permukaannya masih utuh.

Baca Juga :  Penyaluran Sembako, Dewan Minta Juga  Libatkan

Ancam Keselamatan Pengendara

JAYAPURA – Kondisi rute pengalihan arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Jayapura dan Abepura melalui jalur eks Kolam Buaya hingga tanjakan Kampung Buton kini memprihatinkan. Di tengah melonjaknya volume kendaraan akibat penutupan Jalan Raya Abepura-Skyland, sejumlah titik di ruas alternatif tersebut justru mengalami kerusakan bervariasi yang mengancam keselamatan warga.

  Kerusakan paling krusial ditemukan tepat setelah tikungan jembatan terowongan menuju tikungan tajam Kampung Buton dari arah Entrop. Di lokasi ini, permukaan aspal mengalami cembungan atau gelembung besar menyerupai “polisi tidur” liar dengan diameter lebar mencapai 70 hingga 80 centimeter yang membentang mengikuti lebar jalan.

   Kondisi jalan melengkung yang tidak kasat mata dari kejauhan tersebut terbukti sangat membahayakan dan telah memakan korban kecelakaan lalu lintas dari kalangan pengguna jalan.

Baca Juga :  Siapkan Program Pasar Murah Rp85 Ribu/Paket

  “Saya waktu itu sedikit kencang dari arah jembatan karena tidak tahu ada gelembung jalan di situ. Tiba-tiba motor terguncang keras dan penumpang yang saya bonceng langsung terpental jatuh ke jalan, beruntung hanya luka lecet,” tutur pengemudi ojek online asal Entrop, Jerry (43), mengisahkan insiden naas yang dialaminya.

   Ancaman keselamatan pengguna jalan tidak berhenti di titik gelembung aspal saja. Sekitar 100 meter ke depan, tepatnya di turunan tikungan tajam sebelah kiri dari arah Kampung Buton menuju Kolam Buaya, badan jalan tampak hancur cukup luas di bagian tengah maupun tepi jalan.

  Akibat kerusakan parah di area turunan tajam tersebut, arus lalu lintas kerap tersendat karena para pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat harus mengantre dan bergantian memilih lajur jalan yang permukaannya masih utuh.

Baca Juga :  Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya