Penyuluh Pertanian Harus Jadi Agen Transformasi Pertanian Modern

Gubernur Apolo Safanpo meminta para penyuluh mendampingi petani agar mampu bertransformasi dari pola pertanian konvensional menuju pertanian yang berbasis bisnis dan modern.

Gubernur Apolo juga berharap rakor penyuluhan pertanian se-Papua Raya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan langkah nyata untuk pembangunan pertanian.

“Saya menaruh harapan besar agar rapat koordinasi pemberdayaan penyuluh pertanian se-Papua Raya tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan mampu merumuskan rencana aksi yang konkret, terukur dan operasional,” katanya.

Rakor tersebut juga diawali dengan penghormatan kepada tiga insan pertanian yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Kampung Mulyama, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026.

Ketiganya dikenang sebagai bagian dari pejuang pertanian yang gugur ketika menjalankan tugas mulia untuk masyarakat. Penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian di Tanah Papua membutuhkan dedikasi dan pengabdian para penyuluh serta seluruh insan pertanian di lapangan. (ulo/wen)

Baca Juga :  Beberapa Kepala OPD di Pemprov Tak Hadir saat Apel Perdana

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Gubernur Apolo Safanpo meminta para penyuluh mendampingi petani agar mampu bertransformasi dari pola pertanian konvensional menuju pertanian yang berbasis bisnis dan modern.

Gubernur Apolo juga berharap rakor penyuluhan pertanian se-Papua Raya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan langkah nyata untuk pembangunan pertanian.

“Saya menaruh harapan besar agar rapat koordinasi pemberdayaan penyuluh pertanian se-Papua Raya tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan mampu merumuskan rencana aksi yang konkret, terukur dan operasional,” katanya.

Rakor tersebut juga diawali dengan penghormatan kepada tiga insan pertanian yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Kampung Mulyama, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026.

Ketiganya dikenang sebagai bagian dari pejuang pertanian yang gugur ketika menjalankan tugas mulia untuk masyarakat. Penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian di Tanah Papua membutuhkan dedikasi dan pengabdian para penyuluh serta seluruh insan pertanian di lapangan. (ulo/wen)

Baca Juga :  SMA YPK Merauke Kembali Terapkan Tatap Muka Terbatas

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya