alexametrics
33.7 C
Jayapura
Thursday, May 19, 2022

SMA YPK Merauke Kembali Terapkan Tatap Muka Terbatas

MERAUKE-SMA YPK  Merauke kembali akan memberlakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka secara terbatas. Penerapan sistem  tatap muka secara tatap muka ini setelah siswa  yang ada di SMA YPK Merauke berjumlah kurang lebih 500 orang hampir seluruhnya telah menjalani vaksinasi  Covid-19  tahap II.

   Kepala Sekolah SMA YPK Merauke Soleman Jambormias, S.Pd, M.P, mengungkapkan bahwa tatap muka secara terbatas ini  akan dimulai Senin (23/8) depan.  “Tatap muka ini harus kita lakukan karena banyak dari anak-anak ini yang tidak memiliki HP android. Kalaupun ada yang punya, mereka kesulitan di data, sehingga kita berlakukan tatap muka bagi siswa yang sudah benar-benar vaksin,” katanya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (19/8). 

   Dikatakan, tatap muka  secara terbatas ini dimana dalam setiap kelas hanya sampai 12 orang setiap 2 jam. “Tujuannya supaya ada pembelajaran. Tapi, benar-benar terbatas dan prokesnya  diperhatikan. Kemarin  kita sudah rapat dewan guru  dan atur semua. Hari ini, kita minta izin ke Tim Covid Kabupaten untuk mendapatkan izin,” jelasnya. 

Baca Juga :  Teroris Jadi Musuh Bersama

   Sementara  bagi siswa yang belum mendapatkan vaksin, jelas Jambormias, maka siswa   tersebut tidak bisa masuk tatap muka di sekolah tapi mengikuti pembelajaran lewat daring.   “Selain  tatap muka, guru sekaligus melakukan daring dengan siswa yang  mengikuti pembelajaran  dari rumah secara daring karena belum vaksin,” terangnya. 

  Dijelaskan, dalam satu hari  nantinya  sekitar 4 mata pelajaran  dapat diberikan dengan waktu  belajar sekitar 45 menit setiap mata pelajaran. “Untuk mata pelajaran yang waktunya 2 jam, efektifnya sekitar  45 menit di dalam kelas, sudah harus ada pergantian,” katanya. 

  Begitu  juga siswa yang masuk tatap muka bergantian. Jika hari ini seluruhnya  kelas X maka hari berikutnya kelas XI dan hari selanjutnya kelas XII.  “Karena ini menyangkut penggunaan ruangan.  Kalau semua  masuk sekolah, nanti tidak prokes lagi,” katanya. 

Baca Juga :  Tolak Pegunungan Bintang Bergabung PPS

   Ditambahkan, setiap siswa yang datang  ke sekolah harus menggunakan masker, cuci tangan di depan pintu yang disediakan  serta menjaga jarak dalam ruangan kelas. “Setiap ruangan, paling banyak 12 siswa. Tidak boleh lebih,” pungkasnya. 

  SMA YPK Merauke merupakan sekolah pertama di Merauke yang kembali memberlakukan tatap muka setelah merebaknya varian delta di Merauke.  Ini karena SMA YPK Merauke merupakan sekolah pertama yang memberi vaksin bagi siswanya di sekolah. (ulo/tri)  

MERAUKE-SMA YPK  Merauke kembali akan memberlakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka secara terbatas. Penerapan sistem  tatap muka secara tatap muka ini setelah siswa  yang ada di SMA YPK Merauke berjumlah kurang lebih 500 orang hampir seluruhnya telah menjalani vaksinasi  Covid-19  tahap II.

   Kepala Sekolah SMA YPK Merauke Soleman Jambormias, S.Pd, M.P, mengungkapkan bahwa tatap muka secara terbatas ini  akan dimulai Senin (23/8) depan.  “Tatap muka ini harus kita lakukan karena banyak dari anak-anak ini yang tidak memiliki HP android. Kalaupun ada yang punya, mereka kesulitan di data, sehingga kita berlakukan tatap muka bagi siswa yang sudah benar-benar vaksin,” katanya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (19/8). 

   Dikatakan, tatap muka  secara terbatas ini dimana dalam setiap kelas hanya sampai 12 orang setiap 2 jam. “Tujuannya supaya ada pembelajaran. Tapi, benar-benar terbatas dan prokesnya  diperhatikan. Kemarin  kita sudah rapat dewan guru  dan atur semua. Hari ini, kita minta izin ke Tim Covid Kabupaten untuk mendapatkan izin,” jelasnya. 

Baca Juga :  Pandemi,  APBD Merauke Berkurang  Hampir  Rp 300 Miliar

   Sementara  bagi siswa yang belum mendapatkan vaksin, jelas Jambormias, maka siswa   tersebut tidak bisa masuk tatap muka di sekolah tapi mengikuti pembelajaran lewat daring.   “Selain  tatap muka, guru sekaligus melakukan daring dengan siswa yang  mengikuti pembelajaran  dari rumah secara daring karena belum vaksin,” terangnya. 

  Dijelaskan, dalam satu hari  nantinya  sekitar 4 mata pelajaran  dapat diberikan dengan waktu  belajar sekitar 45 menit setiap mata pelajaran. “Untuk mata pelajaran yang waktunya 2 jam, efektifnya sekitar  45 menit di dalam kelas, sudah harus ada pergantian,” katanya. 

  Begitu  juga siswa yang masuk tatap muka bergantian. Jika hari ini seluruhnya  kelas X maka hari berikutnya kelas XI dan hari selanjutnya kelas XII.  “Karena ini menyangkut penggunaan ruangan.  Kalau semua  masuk sekolah, nanti tidak prokes lagi,” katanya. 

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas, Baznas Gelar Rakerda    

   Ditambahkan, setiap siswa yang datang  ke sekolah harus menggunakan masker, cuci tangan di depan pintu yang disediakan  serta menjaga jarak dalam ruangan kelas. “Setiap ruangan, paling banyak 12 siswa. Tidak boleh lebih,” pungkasnya. 

  SMA YPK Merauke merupakan sekolah pertama di Merauke yang kembali memberlakukan tatap muka setelah merebaknya varian delta di Merauke.  Ini karena SMA YPK Merauke merupakan sekolah pertama yang memberi vaksin bagi siswanya di sekolah. (ulo/tri)  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/