Tak Ada Waktu Terbuang Sia-sia Tanpa Tujuan, Isi Dengan Berbagai Kegiatan Produktif

  “Kegiatan latihan Prison Acoustic sebenarnya tetap berjalan rutin. Namun, tantangan utama grup musik di dalam lapas adalah komposisi personelnya yang sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi secara permanen,” jelas Edy seraya tersenyum.

  Siklus hukum di mana warga binaan datang dan pergi seiring habisnya masa tahanan menjadi faktor penentu. Diketahui beberapa personel kunci yang sempat tampil di video viral kemarin saat ini sudah resmi bebas dan kembali ke masyarakat. Otomatis, grup ini kehilangan beberapa anggota inti.

  Sekarang pihak lapas sementara berusaha untuk menggalang dan merangkul kembali warga binaan yang memiliki minat di bidang musik untuk mengisi kekosongan tersebut.

Baca Juga :  Kadang Ngaku Polisi, Tak Terhitung Jumlah Motor yang Dicuri

   Meskipun harus merintis formasi anggota dari awal, Edy optimistis proses transisi ini tidak akan memakan waktu lama. Pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat Papua membuktikan bahwa bakat seni mengalir alami di daerah ini.

  “Masyarakat Papua pada dasarnya memiliki bakat seni dan musikalitas yang luar biasa dari lahir. Saya memperhatikan sendiri, warga binaan baru yang masuk dan punya hobi musik tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Cukup dua atau tiga kali pertemuan, saat mereka pegang alat musik bersama, chemistry-nya langsung match dan menyatu harmonis dengan kawan-kawan lama,” tutur Edy mantap. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Lakukan Pemetaan Kawasan Bencana, Warga Diminta Tidak Buka Lahan Kebun

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

  “Kegiatan latihan Prison Acoustic sebenarnya tetap berjalan rutin. Namun, tantangan utama grup musik di dalam lapas adalah komposisi personelnya yang sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi secara permanen,” jelas Edy seraya tersenyum.

  Siklus hukum di mana warga binaan datang dan pergi seiring habisnya masa tahanan menjadi faktor penentu. Diketahui beberapa personel kunci yang sempat tampil di video viral kemarin saat ini sudah resmi bebas dan kembali ke masyarakat. Otomatis, grup ini kehilangan beberapa anggota inti.

  Sekarang pihak lapas sementara berusaha untuk menggalang dan merangkul kembali warga binaan yang memiliki minat di bidang musik untuk mengisi kekosongan tersebut.

Baca Juga :  Monitoring ke Sejumlah PAUD, Beri Arahan Kepada Guru dan Orang Tua

   Meskipun harus merintis formasi anggota dari awal, Edy optimistis proses transisi ini tidak akan memakan waktu lama. Pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat Papua membuktikan bahwa bakat seni mengalir alami di daerah ini.

  “Masyarakat Papua pada dasarnya memiliki bakat seni dan musikalitas yang luar biasa dari lahir. Saya memperhatikan sendiri, warga binaan baru yang masuk dan punya hobi musik tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Cukup dua atau tiga kali pertemuan, saat mereka pegang alat musik bersama, chemistry-nya langsung match dan menyatu harmonis dengan kawan-kawan lama,” tutur Edy mantap. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Festival yang Unik, Berjanji Akan Kembali Tahun Depan

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya