Upaya Managemen RSUD Jayapura Menjaga Stabilitas Pelayanan di Penghujung Tahun
Menjelang akhir tahun, ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Laporan: Elfira_Jayapura
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi aman, meski pengelolaan anggaran menghadapi tekanan akibat efisiensi dan pembentukan daerah otonom baru (DOB).
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam mengelola pendapatan dan membiayai kebutuhan pelayanan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan aman. Kita atur baik, kita baku jaga saja. Sejauh ini aman karena RSUD Jayapura BLUD, bukan non-BLUD. Anggarannya berputar,” kata Andreas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (15/10).
Menurutnya, rumah sakit telah menyesuaikan pola pengelolaan anggaran sejak awal tahun untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, terutama menjelang akhir tahun ketika sejumlah kebutuhan harus tetap dipenuhi di tengah keterbatasan anggaran.
RSUD Jayapura juga menyiapkan dana cadangan setiap bulan. Dengan demikian, kebutuhan mendesak dapat segera ditangani tanpa harus menunggu proses penganggaran berikutnya.
Andreas mengakui, secara keseluruhan kondisi anggaran mengalami tekanan akibat efisiensi dan pembentukan DOB. Namun, ia memastikan kondisi tersebut sejauh ini tidak menghambat pelayanan kepada pasien, termasuk tindakan operasi dan layanan kesehatan lainnya.
Upaya Managemen RSUD Jayapura Menjaga Stabilitas Pelayanan di Penghujung Tahun
Menjelang akhir tahun, ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Laporan: Elfira_Jayapura
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi aman, meski pengelolaan anggaran menghadapi tekanan akibat efisiensi dan pembentukan daerah otonom baru (DOB).
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam mengelola pendapatan dan membiayai kebutuhan pelayanan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan aman. Kita atur baik, kita baku jaga saja. Sejauh ini aman karena RSUD Jayapura BLUD, bukan non-BLUD. Anggarannya berputar,” kata Andreas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (15/10).
Menurutnya, rumah sakit telah menyesuaikan pola pengelolaan anggaran sejak awal tahun untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, terutama menjelang akhir tahun ketika sejumlah kebutuhan harus tetap dipenuhi di tengah keterbatasan anggaran.
RSUD Jayapura juga menyiapkan dana cadangan setiap bulan. Dengan demikian, kebutuhan mendesak dapat segera ditangani tanpa harus menunggu proses penganggaran berikutnya.
Andreas mengakui, secara keseluruhan kondisi anggaran mengalami tekanan akibat efisiensi dan pembentukan DOB. Namun, ia memastikan kondisi tersebut sejauh ini tidak menghambat pelayanan kepada pasien, termasuk tindakan operasi dan layanan kesehatan lainnya.