Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

  “Kalaupun ada kekurangan, kita masih memiliki anggaran yang selalu kita cadangkan setiap bulan. Jadi, kita bisa eksekusi saat itu juga. Secara umum tidak ada masalah dalam pelayanan,” ujarnya.

  Selain memastikan ketersediaan kebutuhan medis, RSUD Jayapura juga berupaya menjaga akses pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Rumah sakit menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu pasien yang tidak mampu membiayai pengobatan, termasuk warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan, kepesertaannya tidak aktif, atau tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga (KK).

   Andreas mengatakan, dukungan untuk membantu masyarakat tersebut juga mendapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan. Ia mencontohkan pasien anak dengan penyakit Kawasaki yang membutuhkan obat khusus dengan harga relatif mahal. Dalam kondisi tertentu, rumah sakit berupaya membantu pengadaan obat bagi pasien yang tidak mampu membelinya sendiri.

Baca Juga :  ODGJ Banyak Berkeliaran, Diminta  Ditangani Serius

   “Biasanya kita bilang nanti rumah sakit yang carikan obatnya. Kalau memang pasien tidak mampu, kita bantu,” kata Andreas.

  Ia mengungkapkan, dalam setahun terakhir RSUD Jayapura telah menerima dua pasien dengan penyakit Kawasaki, yakni kondisi peradangan pembuluh darah yang umumnya menyerang anak-anak dan memerlukan penanganan medis khusus.

  “Kalaupun ada kekurangan, kita masih memiliki anggaran yang selalu kita cadangkan setiap bulan. Jadi, kita bisa eksekusi saat itu juga. Secara umum tidak ada masalah dalam pelayanan,” ujarnya.

  Selain memastikan ketersediaan kebutuhan medis, RSUD Jayapura juga berupaya menjaga akses pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Rumah sakit menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu pasien yang tidak mampu membiayai pengobatan, termasuk warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan, kepesertaannya tidak aktif, atau tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga (KK).

   Andreas mengatakan, dukungan untuk membantu masyarakat tersebut juga mendapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan. Ia mencontohkan pasien anak dengan penyakit Kawasaki yang membutuhkan obat khusus dengan harga relatif mahal. Dalam kondisi tertentu, rumah sakit berupaya membantu pengadaan obat bagi pasien yang tidak mampu membelinya sendiri.

Baca Juga :  Harus Segera Dibuat Payung Hukum Tupoksi DPRP dan MRP di Tiga DOB

   “Biasanya kita bilang nanti rumah sakit yang carikan obatnya. Kalau memang pasien tidak mampu, kita bantu,” kata Andreas.

  Ia mengungkapkan, dalam setahun terakhir RSUD Jayapura telah menerima dua pasien dengan penyakit Kawasaki, yakni kondisi peradangan pembuluh darah yang umumnya menyerang anak-anak dan memerlukan penanganan medis khusus.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya