“Jangan Cuma Omon-Omon, Prabowo Harus Ambil Langkah Konkret Soal Karhutla”

Ketika Ancaman Asap Karhutla Melanda Hampir Seluruh Wilayah Indonesia

Ancaman asap dari kebakaran hutan dan lahan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Jayapura yang tidak ada kasus Karhutla pun,  hampir satu minggu ini ikut merasakan dampak asap. Hal  menjadi perhatian khusus dari Anthon Raharusun, praktisi hukum di Jayapura, Papua.

Laporan: Elfira_Jayapura

Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia sekaligus Direktur Papua Anticoruption Investigation, Anthon Raharusun, melontarkan kritik keras terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Papua.  Ia menduga kebakaran tersebut berpotensi dimanfaatkan kelompok bisnis yang berkepentingan terhadap sumber daya alam di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Hujan Deras Tak Halangi Niat Meninjau Progress Pembangunan BTS  
Anthon Raharusun (foto:Dokumen/Cepos)

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti merusak lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.

  “Kebakaran hutan dan lahan ini sudah sangat masif dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Saya khawatir ini menjadi proyek para pebisnis,” tegas Anthon, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (16/10).

  Menurutnya, dugaan tersebut harus menjadi perhatian serius. Ia mempertanyakan mengapa kebakaran hutan terus terjadi dan meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut hingga masyarakat menjadi korban kabut asap.

   Anthon bahkan menyatakan, apabila tidak ada penindakan hukum yang konkret, kondisi tersebut dapat memunculkan kecurigaan terhadap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan karhutla.

Baca Juga :  Festival yang Unik, Berjanji Akan Kembali Tahun Depan

   “Kalau tidak ada penindakan hukum yang konkret, maka kita menduga ini ada konspirasi negara, pemerintah yang hanya mengejar bisnis tetapi kemudian mengabaikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ketika Ancaman Asap Karhutla Melanda Hampir Seluruh Wilayah Indonesia

Ancaman asap dari kebakaran hutan dan lahan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Jayapura yang tidak ada kasus Karhutla pun,  hampir satu minggu ini ikut merasakan dampak asap. Hal  menjadi perhatian khusus dari Anthon Raharusun, praktisi hukum di Jayapura, Papua.

Laporan: Elfira_Jayapura

Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia sekaligus Direktur Papua Anticoruption Investigation, Anthon Raharusun, melontarkan kritik keras terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Papua.  Ia menduga kebakaran tersebut berpotensi dimanfaatkan kelompok bisnis yang berkepentingan terhadap sumber daya alam di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Diharapkan Jadi Role Model Pelayanan Kesehatan di Pasific
Anthon Raharusun (foto:Dokumen/Cepos)

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti merusak lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.

  “Kebakaran hutan dan lahan ini sudah sangat masif dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Saya khawatir ini menjadi proyek para pebisnis,” tegas Anthon, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (16/10).

  Menurutnya, dugaan tersebut harus menjadi perhatian serius. Ia mempertanyakan mengapa kebakaran hutan terus terjadi dan meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut hingga masyarakat menjadi korban kabut asap.

   Anthon bahkan menyatakan, apabila tidak ada penindakan hukum yang konkret, kondisi tersebut dapat memunculkan kecurigaan terhadap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan karhutla.

Baca Juga :  Punya Riwayat Kejahatan, Seorang Pria Bakar Rumah di Kotaraja

   “Kalau tidak ada penindakan hukum yang konkret, maka kita menduga ini ada konspirasi negara, pemerintah yang hanya mengejar bisnis tetapi kemudian mengabaikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya