JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura mencatat sebanyak 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jayapura.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Kota Jayapura menjadi salah satu daerah di Papua dengan jumlah SPPG yang cukup banyak dan cakupan penerima manfaat yang luas.
Berdasarkan data Satgas MBG Pemerintah Kota Jayapura dan koordinasi dengan koordinator wilayah SPPG, program tersebut saat ini telah menjangkau 322 sekolah yang terdiri dari PAUD, TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, PKBM, SLB hingga pesantren.
“Total penerima manfaat MBG di Kota Jayapura mencapai sekitar 67.423 siswa. Data ini merupakan salah satu cakupan terbesar di Papua, bahkan Papua Raya,” kata Abdul Majid, Jumat (2/10).
Menurutnya, pelaksanaan MBG di Kota Jayapura juga mendapat perhatian di tingkat nasional. Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya diundang dalam forum Kementerian Dalam Negeri di Sulawesi Tenggara untuk berbagi pengalaman terkait percepatan pelaksanaan program MBG di wilayah Indonesia Timur.
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura mencatat sebanyak 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jayapura.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Kota Jayapura menjadi salah satu daerah di Papua dengan jumlah SPPG yang cukup banyak dan cakupan penerima manfaat yang luas.
Berdasarkan data Satgas MBG Pemerintah Kota Jayapura dan koordinasi dengan koordinator wilayah SPPG, program tersebut saat ini telah menjangkau 322 sekolah yang terdiri dari PAUD, TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, PKBM, SLB hingga pesantren.
“Total penerima manfaat MBG di Kota Jayapura mencapai sekitar 67.423 siswa. Data ini merupakan salah satu cakupan terbesar di Papua, bahkan Papua Raya,” kata Abdul Majid, Jumat (2/10).
Menurutnya, pelaksanaan MBG di Kota Jayapura juga mendapat perhatian di tingkat nasional. Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya diundang dalam forum Kementerian Dalam Negeri di Sulawesi Tenggara untuk berbagi pengalaman terkait percepatan pelaksanaan program MBG di wilayah Indonesia Timur.