JAYAPURA-PT Irian Bhakti Papua mulai menata aset perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah tanah Papua. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aset perusahaan memiliki status yang jelas, terlindungi, dan dapat dioptimalkan sebagai modal pengembangan usaha.
Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty mengatakan, aset perusahaan tersebar di Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Barat. Sebagian besar aset tersebut berupa tanah dan bangunan.
“Semua aset Irian Bhakti ada di atas tanah Papua dan lebih banyak adalah tanah dan bangunan,” tegas Elia kepada Cenderawasih Pos, Kamis (1/10).
Ia menjelaskan, selama ini sebagian aset perusahaan telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sudah lama bekerja sama dengan PT Irian Bhakti. Namun, pemanfaatan tersebut perlu ditata kembali agar seluruh aset dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi perusahaan.
Menurut Elia, penataan aset penting dilakukan untuk mencegah aset perusahaan dikuasai atau dimanfaatkan tanpa kejelasan. Aset yang telah tertata dengan baik, kata dia, dapat menjadi modal dasar untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha.
“Aset-aset tersebut akan dilakukan penataan aset sebab aset ini jangan sampai dikuasai orang, itu juga harus ditata baik. Karena aset yang telah ditata pasti menjadi modal dasar perusahaan dalam segala hal usaha,” ujarnya.
Elia mengakui masih terdapat sejumlah aset yang belum tuntas atau menghadapi persoalan. Masalah tersebut, menurut dia, harus segera diselesaikan sehingga tidak menjadi hambatan bagi perusahaan dalam mengembangkan usaha.
JAYAPURA-PT Irian Bhakti Papua mulai menata aset perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah tanah Papua. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aset perusahaan memiliki status yang jelas, terlindungi, dan dapat dioptimalkan sebagai modal pengembangan usaha.
Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty mengatakan, aset perusahaan tersebar di Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Barat. Sebagian besar aset tersebut berupa tanah dan bangunan.
“Semua aset Irian Bhakti ada di atas tanah Papua dan lebih banyak adalah tanah dan bangunan,” tegas Elia kepada Cenderawasih Pos, Kamis (1/10).
Ia menjelaskan, selama ini sebagian aset perusahaan telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sudah lama bekerja sama dengan PT Irian Bhakti. Namun, pemanfaatan tersebut perlu ditata kembali agar seluruh aset dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi perusahaan.
Menurut Elia, penataan aset penting dilakukan untuk mencegah aset perusahaan dikuasai atau dimanfaatkan tanpa kejelasan. Aset yang telah tertata dengan baik, kata dia, dapat menjadi modal dasar untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha.
“Aset-aset tersebut akan dilakukan penataan aset sebab aset ini jangan sampai dikuasai orang, itu juga harus ditata baik. Karena aset yang telah ditata pasti menjadi modal dasar perusahaan dalam segala hal usaha,” ujarnya.
Elia mengakui masih terdapat sejumlah aset yang belum tuntas atau menghadapi persoalan. Masalah tersebut, menurut dia, harus segera diselesaikan sehingga tidak menjadi hambatan bagi perusahaan dalam mengembangkan usaha.