Friday, March 6, 2026
27.4 C
Jayapura

PNG Diguncang Gempa 6,8 Magnitudo, Dirasakan Hingga Jayapura dan Keerom

JAYAPURA – Wilayah Papua New Guinea diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 6,8, Minggu (24/3/2024), sekira pukul 03:07 WIB atau pukul 05.07 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 6,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,25° LS ; 143,07° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 275 km Tenggara Keerom, Papua pada kedalaman 63 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.

Baca Juga :  Tanam Jagung Serentak, Dukungan Swasembada Pangan

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” ucap Daryono, dalam rilisnya.

Lanjutnya, gempa bumi berdampak dan dirasakan di daerah Jayapura, Kabupaten Keerom dengan skala intensitas III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Sementara di daerah Wamena, Merauke dengan skala intensitas II MMI. Dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (fia/wen)

Baca Juga :  Giliran Ketua KNPB Diamankan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Wilayah Papua New Guinea diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 6,8, Minggu (24/3/2024), sekira pukul 03:07 WIB atau pukul 05.07 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 6,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,25° LS ; 143,07° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 275 km Tenggara Keerom, Papua pada kedalaman 63 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.

Baca Juga :  Hari Samudra Diwarnai Tabur Bunga dan Atraksi Sea Rider

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” ucap Daryono, dalam rilisnya.

Lanjutnya, gempa bumi berdampak dan dirasakan di daerah Jayapura, Kabupaten Keerom dengan skala intensitas III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Sementara di daerah Wamena, Merauke dengan skala intensitas II MMI. Dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (fia/wen)

Baca Juga :  Ditemukan 166 Warga yang Reaktif Corona

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya