Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu, menjelaskan bahwa seluruh Zona Musim (ZOM) di wilayah Papua yang memiliki tipe dua musim kini telah sepenuhnya memasuki musim kemarau sejak periode Mei hingga Juli. Adapun pun
Dalam video yang beredar luas di media sosial, material vulkanik tersebut mengapung sangat rapat hingga menyerupai daratan baru, bahkan sebagian besar di antaranya telah terdampar dan menggunung di sepanjang bibir pantai Kabupaten Sarmi dan
Fenomena El Nino yang saat ini mulai memperkuat diperkirakan akan mengubah pola hujan dan suhu di berbagai pulau utama, menyebabkan suhu tinggi maksimum dan penurunan curah hujan, terutama di wilayah yang sudah memasuki musim kemarau. BMKG
Ancaman fenomena El Nino kembali membayangi Indonesia. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprediksi El Nino segera terbentuk di Samudra Pasifik dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan modern. Di saat bersam
Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Zona Musim (ZOM) seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi saat ini masih berada dalam masa penghujan. Sementara wilayah lainnya yang memiliki tipe hujan monsunal satu (1) diperkirakan akan terus me
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dilaporkan mulai menyapu sejumlah titik vital, termasuk Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Wania,
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung cenderung berfluktuatif seiring berjalannya waktu akibat peralihan dominansi dari angin monsun asia ke angin mo
Disatu sisi berdasarkan kajian ahli, musim kering tahun 2026 diproyeksikan datang lebih awal dan bersifat lebih gersang jika dibandingkan dengan kondisi normal. Karena itu BMKG mengingatkan Masyarakat untuk bijak dalam m
Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi termasuk dari pernyataan resmi BMKG Wilayah V Jayapura, Papua. Sebagai langkah antisipasi, peru
Meski, pergerakan siklon ini melambat namun, sangat berdampak terhadap perubahan pola angin dan cuaca di wilayah perairan utara Papua. Meski tidak berdampak langsung, fenomena ini memicu percepatan massa udara yang dapat
Berdasarkan data terbaru dari BMKG dan pusat iklim di dunia, kondisi dinamika atmosfer masih diprediksi akan netral sampai pertengahan 2026 nanti. "Tapi kita harus mulai waspada di paruh kedua tahun ini, karena diprediks
Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal dari biasanya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang saat ini berada pada fase lemah hingga moderat. Dampaknya, distribusi
Wali Kota mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna membahas perkembangan kondisi cuaca di Kota Jayapura.
Sekretaris BPBD Kabupaten Jayapura, Lenny Pasulu, mengatakan kondisi hujan yang terus-menerus dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Papua, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatolog
Wisnu menjelaskan, sejak Desember 2025 BPBD telah menetapkan status siaga bencana yang berlaku selama tiga bulan dan berakhir pada Maret 2026. Status tersebut kemudian diperpanjang kembali sebagai langkah antisipasi terh
Abisai Rollo mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Kota Jayapura memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, longsor, hingga kebakaran saat musim kemarau panjan
"Berdasarkan hasil monitoring kondisi cuaca terkini di wilayah Papua, terpantau anomali suhu muka laut sebesar +0,5°C, yang menunjukkan berkontribusinya suhu muka laut terhadap peningkatan suplai uap air di atmosfer," ka
Fenomena MJO ini diprediksi aktif di wilayah Samudra Hindia hingga sebagian besar Pulau Papua, terkhususnya perairan utara Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan curah hujan, terutama di wi
Menurut Hariman, Kampung Kayo Pulo, RT 02 Pulau Kosong, Distrik Jayapura Selatan ditempati sekitar 150 kepala keluarga (KK) di mana 99,9 persen penduduknya merupakan nelayan. "Di Pulo Kosong ini terdapat 20 kelompok nela
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, mengatakan berdasarkan data dari BMKG, tinggi gelombang di perairan Jayapura saat ini mencapai 3 hingga 4 meter, bahkan b
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi sejak November dan diperkirakan berakhir pada April 2026 mendatang. Karena itu ia mengingatkan kep
Untuk cuaca pada pelaksanaan Salat Idul Fitri, BMKG memprediksi pada tanggal 20 - 22 Maret 2026: Cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya air laut, maka permukaan air laut yang meningkat membuat air dari drainase maupun kali tidak dapat mengalir secar
Sejumlah titik yang terdampak adalah Kali Acai dan kawasan Pasar Youtefa, Distrik Abepura serta Organda, Padang Bulan, Perumnas 4 di Distrik Heram dan dibeberapa tempat lainnya. Di kawasan Organda yang berbentuk kawah in
Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyebut pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat (petir)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan kondisi iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada pada angka -0,28 atau kategori Netral, dan diproyeksikan bertahan hingga Juni
Ketua Tim Publik BMKG Papua Finnyalia Napitupulu menjelaskan bahwa gerhana bulan total merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya mas
"Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat/Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang sa
Menurut BMKG, kondisi ini terjadi karena skala global Nilai SOI dan Nino berada pada 3.4 yang menunjukkan kondisi La Nina melemah. Hal ini berpotensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah indonesia bagia
Dalam prakiraan cuaca harian yang dirilis oleh Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin bahwa saat ini kecepatan angin di wilayah perairan terpantau cukup kuat, sehingga berdampak pada kondisi gelombang laut. Kecepatan angin d
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pengamatan satelit menunjukkan penurunan luas dan ketebalan tutupan es berlangsung terus-menerus. Perubahan suhu udara, pola curah hujan, serta dampak p
 "Berdasarkan hasil monitoring kondisi cuaca terkini secara umum di Wilayah Papua memiliki anomali suhu muka laut di wilayah perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan a
  Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara ber
Meski anomali cuaca di Papua masih terbilang positif, namun BMKG tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Hal ini ia sampaikan mengingat kondisi cuaca di Papua terus berubah setiap waktu. Jelasnya, potensi
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, informasi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua berlaku untuk tiga hari
  Ezri mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun Barat, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan. Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang akibat angin kencang maximum mencap
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada p
‘’Penyebabnya apa? karena di bulan Januari sudah masuk penghujan di Papua Selatan kemudian ada daerah tekanan udara rendah atau daerah sirkulasi tripikal di wilayah utara Australia yang menyebabkan wilayah Papua Selatan
Ia mengatakan gempa tersebut terjadi pada enam provinsi di Tanah Papua. Gempa kekuatan kurang tiga magnitudo, kata dia, terjadi sebanyak 3.799 kejadian. Kemudian gempa kurang dari lima magnitudo sebanyak 1.341 kejadian,
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di tanggal 1-4 Januari 2026, umumnya terjadi hujan ringan dan masih ada hujan sedang sampai lebat di Kabupaten Asmat, Boven D
Hal ini terjadi karena, gelombang atmosfer selama sepekan ke depan menunjukkan adanya Gelombang Kelvin aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua. Sehingga berpotensi menimbulkan gangguan cuaca, khususnya di wilayah pe
Wali Kota Abisai Rollo menekankan bahwa kondisi geografis Kota Jayapura yang didominasi wilayah pesisir dan perbukitan, ditambah dengan curah hujan yang tinggi, menjadikan daerah ini memiliki tingkat kerawanan bencana ya
"Iyo kaks (Kakak,red), Sa bahkan biasanya kalau sudah gerah dan berkeringat pasti sa sempatkan pulang mandi dulu baru lanjut lagi," sahut seorang warga lainnya di saat yang sama. "Dulu jam 8 kita masih bisa rasakan udara
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, mengatakan bahwa pada periode Nataru 2025/2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi secara luas, mencakup wilayah Kota Jayapura, Kabupa
Menurut Kapolri, prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan tinggi hingga sangat tinggi yang perlu diantisipasi secara serius. Kondisi tersebut dapat memicu banjir, longsor hingga gangguan transportasi sehingga
BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin 25 knot dengan tekanan 1005 hPa (hektopascal, satuan tekanan udara). "Berpotensi sedan
BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin 25 knot dengan tekanan 1005 hPa (hektopascal, satuan tekanan udara).
 "Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat atau Monsun Asia yang sedang berlangsung," kata Ezri Ronsumbre, se
Kota Jayapura memang sudah harus siap siaga dengan situasi darurat apapun. Dengan topografi kemiringan dan langsung bersentuhan dengan laut maka potensi air mengalir membawa material tentu sangat mungkin terjadi. Jika ti
Pasalnya, dari prakiraan BMKG Merauke untuk kondisi cuaca 1 minggu kedepan didominasi hujan ringan dan sedang. ‘’Untuk prakiraan cuaca 1 minggu kedepan, didominasi hujan ringan dan sedang. Tapi bisa berkembang menjadi hu
Di sejumlah ruas jalan, air menggenangi badan jalan hingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan agar tidak terjebak apalagi terendam. Rahman, warga belakang Pasar Youtefa Abe
pada periode musim hujan (Monsun Asia) saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi tersebut dipicu oleh peningka
“Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab banjir dan langkah-langkah yang perlu diantisipasi terkait de
Lantas bagaimana siklon tropis tersebut memporak-poranda Aceh dan sebagian Sumatera? Guswanto menyampaikan bahwa saat memasuki daratan Sumatera di wilayah Aceh, siklon tropis itu tidak langsung punah. Siklon tropis itu m
Sementara itu, di wilayah lain seperti Kota Jayapura memiliki pola hujan yang turun hampir sepanjang tahun atau memiliki tipe hujan Monsunal satu (1). Secara umum, diketahui pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi
Paskalis Dwiatmoko menjelaskan, terjadinya potensi hujan sedang sampai lebat disertai dengan angin kencang dengan kecepatan sampai 20 kilometer perjam tersebut, karena dari prakiraan BMKG, Papua Selatan memasuki musim hu
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada 10–16 November 2025. Wilayah dengan status siaga meliput
Sementara wilayah lain seperti Kota Jayapura mengalami curah hujan yang cenderung turun secara merata sepanjang tahun atau memiliki tipe hujan monsunal satu. "Periode transisi musim kemarau ke musim penghujan dapat menin
‘’Untuk ini sampai 7 November 2025, akan terjadi itensitas hujan mulai dari ringan, sedang hingga lebat. Initerjadi karena pada saat ini ada siklon tropis di Filipina dimana berpengaruh sampai wilayah Merauke dan di sebe
Fenomena tersebut mempengaruhi perubahan cuaca dimana berpotensi meningkatkan curah hujan, tinggi gelombang dan kecepatan angin. Kondisi angin secara umum bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin mencap
Fenomena anomali iklim yang ditandai dengan suhu panas ekstrem disertai hujan berintensitas tinggi belakangan ini mulai terjadi di wilayah Papua, selama periode musim panas tahun ini masih terus terjadi. Kombinasi suhu p
Sekretaris BPBD Kabupaten Jayapura, Lenny Pasulu, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Jayapura telah memasuki musim hujan sejak September 20
Kata Wisnu, curah hujan terjadi secara merata di beberapa kabupaten/kota. Termasuk, arah angin yang tidak bisa diprediksi. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi ini.
Namun terdapat beberapa daerah yang sudah mengalami periode musim hujan antara lain Kabupaten Jayapura dan sebagian Kabupaten Keerom.
Sementara itu, wilayah lainnya, seperti Kota Jayapura mengalami curah hujan yang cende
Menurut keterangan warga, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir. Air tidak hanya menggenangi halaman rumah, tetapi juga masuk ke dalam rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut or
“Kita sudah memasuki bulan Oktober, November, dan Desember di mana curah hujan mulai meningkat. Kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir atau di lereng-lereng bukit, harap berhati-hati dan tetap menjaga kebersiha
Wilayah yang berada di ujung Teluk Youtefa ini dikenal sebagai kawasan pesisir dengan topografi dataran rendah yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami. Kekhawatiran ini muncul bukan tanpa alasan, sebab selama ini pen
Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi ini diikuti oleh aparat kampung, pelajar, tokoh masyarakat, dan unsur relawan kebencanaan. Peserta dibekali pengetahuan tentang potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah Papua, tata cara
Beberapa daerah tersebut seperti Kabupaten Jayapura dan sebagian wilayah Kabupaten Keerom yang mulai menunjukkan peningkatan curah hujan. Sementara, Kota Jayapura yang secara klimatologis memiliki tipe hujan monsunal 1 u
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo di Jayapura, Senin mengatakan, dari data yang ada diprediksi tinggi gelombang di pantai Utara Papua mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter sehingga para nelay
BMKG mencatat, berdasarkan pantauan cuaca dari Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin, hujan sedang hingga lebat akan mulai turun pada pukul 12.15 WIT. Kondisi itu terjadi di wilayah Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Wania
Kepala Stasiun Geofisika Jayapura, Herlambang Hudha, mengatakan perkiraan waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Papua bagian utara, termasuk Supiori, sekitar pukul 12.26 WIT.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Lenny Pasulu menjelaskan, cura hujan yang tinggi dapat berdampak pada ancaman bahaya seperti banjir dan tanah longsor.
Forecaster (Prakirawan) BMKG Wamena Gema Reksa, mengakui jika musim peralihan ini memicu adanya perubahan cuaca ekstrim seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa tempat, namun beberapa hari kemarin
Namun terdapat beberapa daerah yang sudah mengalami periode musim hujan antara lain Kabupaten Jayapura dan sebagian Kabupaten Keerom. Karena itu BMKG tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura kembali mengeluarkan peringatan terkait dengan Kondisi cuaca di wilayah Papua untuk sepekan ke depan. Dalam keterangannya BMKG menyebutkan bahwa saa
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya menerangkan, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom rawan terhadap banjir dan longsor. Sedangkan Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Mamberamo Tengah rawan t
Dia menjelaskan fenomena El Nino dan La Nina memang berpengaruh pada curah hujan di Indonesia, hanya saja berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan laut, khususnya di Samudera Pasifik dan perairan sekitar Papua, terja
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre selaku Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Monitoring Musim Hujan di wilayah P
“Untuk kejadian sekarang ini bencana, memang di lokasi itu sudah sering terjadi dari informasi masyarakat. Tapi untuk sekarang itu terjadi pada tanggal 18 Agustus, dan menurut informasi dari kepala PKM Kirihi curah hujan
"Anomali suhu muka laut di wilayah perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah utara Provinsi Papua Yang memiliki Nilai indeks ENSO di NINO 3.4 sebes
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika dalam 20 tahun terakhir, Kabupaten Mimika memiliki faktor lokal yang kuat sehingga terjadi musim penghujan sepanjang tahun.
Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, menyebut guncangan gempa terasa tidak hanya di Sarmi, tetapi juga di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Wamena, dan sejumlah daerah sekitar.
Pasalnya, dalam prediksi BMKG, Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami ini akan merambat ke sejumlah negara termasuk Indonesia termasuk Kota Jayapura. Bahkan ada yang memilih mengungsi lebih dulu. Dalam prediksi BMKG ini, dam
Warga setempat mengaku khawatir air laut akan naik, terutama setelah beredarnya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar luas di media sosial. Informasi tersebut cukup membuat masy
Joko Subaktiono menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan, gelombang tsunami diperkirakan akan tiba sekitar pukul 16.21 WIT, dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter. “Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspa
Dari hasil analisis parameter update menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M8,7 Episentergo yang berpotensi terjadinya Tsunami. Sementara itu sesuai informasi dari pihak BMKG wilayah V Jayapura bahwa Gempa Bumi R
Beberapa daerah yang mengalami kondisi ini antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Kota Jayapura, mengalami curah hujan yang cenderung turun secara merat
Dimana informasi yang beredar menyebut terkait fenomena Aphelion selama Agustus yang berdampak pada cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, dapat menyebabkan warga mudah terserang meriang, flu, batuk, sesak n
Namun, puncak curah hujan di Kabupaten Mimika biasanya terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus. Pada bulan ini, normalnya hujan akan mengguyur wilayah Mimika hingga 600 milimeter (MM) per bulannya.
Menurut dia, koordinasi ini penting dilakukan agar saat pendistribusian logistik tidak mengalami kendala berarti karena sudah diprediksi terlebih dahulu. Dia mengatakan, untuk mengantisipasi cuaca maka pendistribusian lo
Kondisi ini terjadi karena Kota Jayapura merupakan wilayah dengan pola hujan Monsunal 1 yang artinya sepanjang tahun Kota Jayapura mengalami curah hujan merata atau tidak ada musim kemarau.
Dita Rahmawati juga menjelaskan kondisi cuaca belakang ini. Menurutnya, diakhir bulan Juni sampai awal bulan Juni dasarin pertama curah hujan diperkirakan masih dalam kategori menengah. Masih berkisar antara 50-100 milim
Menurutn Ezri, dari hasil monitoring, wilayah Papua saat ini masih berada pada musim hujan. Dimana beberapa daerah yang mengalami kondisi ini antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh lintas sektor terkait seperti BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, perwakilan BPBD Provinsi Papua, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Palang Merah Indonesia, Manager Pusdalops PB Prov
Kondisi ini, berdasarkan hasil monitoring BMKG wilayah V Jayapura akan terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan. Sementara itu, wilayah lainnya, seperti Kota Jayapura, mengalami curah hujan yang
 Ia menyebutkan beberapa daerah yang mengalami kondisi ini antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Kota Jayapura memiliki tipe hujan monsunal 1 atau men
 Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menyebutkan beberapa daerah yang akan mengalami kondisi tersebut antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan.
 "Untuk Papua sepekan kedepan, secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai Guntur dan angin kencang diprakirakan terjadi di beberapa wilay