- Advertisement -spot_img

TAG

BMKG

BMKG: Waspada Bencana Hidrometologis!

  Menurutnya, perkiraan cuaca ini akan menjangkau beberapa daerah diantaranya, Kabupaten Merauke, Semangga, Kabupaten Mamberamo Raya: Rufaer, Mamberamo Tengah Timur, Kota Jayapura  dan sekitarnya. Namun tidak menutup kem

Tujuh Hari Kedepan Jayawijaya Masih Akan Diguyur Hujan Lebat

Kepala BMKG Jayawijaya Subahari, Prediksi ini berdasarkan analisis data cuaca yang menunjukkan bahwa wilayah Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan umumnya akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Perubahan Cuaca

  Hal ini mengakibatkan sejumlah kejadian banjir di beberapa wilayah di Provinsi Papua, seperti di Kabupaten Kepulauan Yapen terus terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor yakni atmosferik dan klimatologis yang sa

Ada Potensi Hujan Lebat, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

   Meskipun demikian, kata Ezri, curah hujan di Kota Jayapura tetap dipengaruhi oleh aktivitas angin monsun baratan, yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia dari arah barat, sehingga curah hujan di Kota Jaya

Waspada Cuaca Ekstrim Dalam Seminggu

Menurut Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, menyampaikan bahwa sepekan kedepan dibeberapa wilayah Papua diprakirakan akan didominasi curah hujan dengan kategori Rendah hingga Ting

Mengenang Gempa Megathrust, BMKG Akui Tidak Bisa Diprediksi

  Dengan adanya potensi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik sehingga masyarakat mampu melakukan langkah mitigasi agar mengurangi dampak bencana. Juga sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak

BMKG Jayawijaya Peringatkan Warga Antisipasi Fenomena Pancaroba di Bulan April

Kepala BMKG Jayawijaya Subahari menyatakan di bulan april ini khususnya di Jayawijaya dan sekitarnya sudah mulai mengalami pancaroba, sehingga perlu untuk mengantisipasi adanya angin puting beliung, yang akan menimbulkan

Masuk Masa Transisi, Masih Berpotensi Terjadi Banjir

‘’Pada bulan April ini kita mengalami transisi. Dimana polanya itru sering sekalinya di siang hari, panasnya cukup terik, sedangkan pada sore sampai malam hari, hujan sedang sampai lebat sangat berpotensi terjadi. Itu po

Warga di Pesisir Diingatkan Ancaman Banjir Rob

    ‘’Interaksi antara bulan dan bumi yang sangat dekat ini mengakibatkan adanya gelombang pasang dan surut. Gelombang maksimum yang terjadi pada tanggal 1 April dan bisa berdampak beberapa hari kedepan  dari tanggal 1-7

Jayapura Dikepung Banjir

Masalah banjir ini merupakan suatu persoalan yang dihadapi setiap tahun di Kota Jayapura. Sudah beberapa kali ganti pemimpin, namun seakan-akan persoalan tersebut tidak kunjung ada solusinya. Wali Kota Jayapura, Abisai R

Intensitas Hujan Masih Cukup Tinggi di Biak

Kepala Stasiun BMKG Biak, Djoko Sumardiono, mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, masih akan terjadi puncak musim penghujan yang bertransisi menuju musim kemarau. "Tingginya intensitas hujan dan gelombang laut di perairan utara Papua cukup tinggi," ungkap Djoko Sumardiono.

Merauke Kini Masuk Masa Peralihan dari  Hujan ke Musim Panas

Dimana musim panas atau kemarau ini diperkirakan akan mulai pada bulan Juni dan puncaknya sekitar bulan Agustus mendatang. Namun lanjutnya, musim kemarau tahun ini  diperkirakan lebih pendek dibandingkan dengan musim hujan, namun masih  dalam kategori normal.

Sepekan Kedepan Berpotensi Hujan Lebat 

   "Dari hasil monitoring musim hujan di wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini masih berada pada periode puncak musim penghujan. Beberapa daerah yang mengalami kondisi ini antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan," jelas Ezri ketika ketika dihubungi Cenderawasih Pos.

Hujan Lebat Masih Berpeluang Terjadi

Kondisi ini terang Ezri, umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Seperti diketahui gangguan gelombang Rossby yang terpantau aktif di PNG akan masuk ke bagian wilayah Papua pada awal Maret yang dapat meningkatkan intensitas hujan. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian utara turut mendukung pembentukan awan hujan.

Cuaca Ekstrem Berlanjut, Masyarakat Diimbau Waspada

   Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menjelaskan curah hujan tertakar sebesar 213 mm/hari kondisi itu termasuk kategori hujan ekstrem sementara di Sentani Kabupaten Jayapura mencatat sebesar 100,4 mm/hari, dimana hal ini masuk kategori hujan ekstrem.

Cuaca Ekstrem Mengintai Biak Numfor

“Saat ini kita mengalami puncak musim hujan. Selain itu, ada gangguan cuaca regional yang dikenal sebagai Madden-Julian Oscillation (MGO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia, khususnya bagian timur Papua,” ujar Ari Sofyan.

Waspada, Jayapura Dalam Puncak Musim Penghujan

Banjir pun menggenangi ruas-ruas jalan protokol dan komplek perumahan warga. Seperti yang terjadi di Jalur menuju kantor walikota atau di pintu keluar terminal lama Entrop, di PTC, CV Thomas, Komplek SMA 4 dan di wilayah Abepura terjadi genangan setinggi 20-30 cm yang mengganggu arus lalu lintas.

Waspada, Angin dan Tinggi Gelombang  Tinggi

   Untuk mengurangi terjadinya hal yang tidak diinginkan di Laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Dok II Jayapura telah Mengeluarkan peringatan terkait Gelombang tinggi yang akan terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Puncak Musim Penghujan Hingga Maret

  Ezri menjelaskan saat ini, fenomena global La Niña dengan intensitas lemah masih aktif, yang umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Selain itu, suhu muka laut yang cenderung lebih hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian barat yang mendukung pembentukan awan hujan.

Salju Cartenz Tak Lagi Abadi

Lantas, bagaimana dampaknya terhadap Kabupaten Mimika di masa yang akan mendatang jika salju abadi tersebut benar-benar hilang? Prakirawan BMKG, Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Dwi C, mengatakan bahwa jika salju tersebut benar-benar lenyap maka suhu di Kabupaten Mimika dapat lebih panas dari biasanya.

Hingga Maret Mendatang, Mimika Bakal Dilanda Hujan

Prakirawan BMKG, Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Dwi C, menjelaskan bahwa kondisi ini dimulai sejak awal bulan Januari 2025.  Ini dipengaruhi faktor lokal yang ada di wilayah Kabupaten Mimika yang cenderung lebih kuat meski seyogyanya saat ini sedang terjadi fenomena cuaca global.

BMKG Keluarkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem   

  Kepala  Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah Merauke Okto Firdaus Fairi Rianto, ST, dalam press releasenya yang diterima media ini mengungkapkan, kewaspadaan dini  terkait dengan cuaca ekstrem ini  terkait dengan terpantaunya adanya gangguan atmosfir yang menyebabkan terjadinya peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Provinsi Papua Selatan  dan sekitarnya yang berlangsung 18-25 Januari 2025.

BMKG: Waspada, Perubahan Cuaca Mendadak!

   Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, mengakui bahwa kondisi cuaca tidak menentu curah hujan di Kota Jayapura dan sekitarnya, pada awal hingga pertengahan Januari 2025 ini memang cenderung lebih rendah dibandingkan rata-ratanya.

Jayapura Diguncang Gempa 4,6 Magnitudo

  Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Jayapura dan Jayapura dengan skala III dan III. Skala MMI yang dirasakan adalah III yang artinya gempa dirasakan oleh beberapa orang, tetapi tidak menyebabkan kerusakan atau kecelakaan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Sepanjang 2024, Papua Diguncang 4.512 Kali Gempa Bumi

Kepala Stasiun Geofisika  Kelas I Jayapura Herlambang Hudha menuturkan dari jumlah tersebut, gempa bumi yang dapat dirasakan mencapai 63 kejadian. Hal itu Herlambang mengatakan karena Papua secara keseluruhan merupakan daerah dengan aktifitas gempa yang sangat tinggi, karena adanya zona subduksi sebelah Utara Papua yang membentuk sesar yang memicu tingginya seismisitas di Papua.

Sepekan ke Depan, Hujan Deras Masih Akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Papua

Wilayah yang termasuk dalam zona musim penghujanan antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian Selatan. Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki tipe hujan monsunal l. Dimana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

Awas! Potensi Terjadi Gelombang Tinggi 

 Untuk mengurangi terjadinya kecelakaan di laut (laka laut) bagi  para Nelayan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Dok II Jayapura telah mengeluarkan peringatan terkait Gelombang tinggi yang akan terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Waspada, Akan Ada Cuaca Ekstrim di Papua

Menangapi informasi tersebut Polsek Jayapura Utara dipimpin oleh Iptu Ronde Mangelo beserta tujuh orang anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Akibat dari peristiwa ini diperkirakan kerugian material mencapai Rp 300 juta. Tingginya curah hujan di wilayah Papua pada umumnya terutama kota/kabupaten Jayapura saat ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dan himbauan.

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Mulai Januari

  Berdasarkan hasil monitoring BMKG wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini, akan memasuki musim penghujan. Beberapa wilayah yang termasuk dalam zona musim antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian Selatan. Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

2024 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

Cuaca ekstrem juga semakin sering terjadi. Banjir besar di Eropa, termasuk Spanyol, menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan desa-desa, mencerminkan dampak nyata dari pemanasan global.

Cegah Banjir, Bersihkan Drainase dari Sampah

   Dia meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana terus waspada ketika terjadi cuaca ekstrem. "Daerah yang menjadi langganan banjir saat hujan ialah SMA Negeri 4 Jayapura, Dok V, Pasar Youtefa dan Kelurahan Ardipura," ujarnya.

Satu Pekan Ke Depan, Mimika Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem

“Untuk prospek cuaca sepekan mulai tanggal 11 hingga tanggal 17 November 2024 khususnya untuk Papua Tengah pada umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun ada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir,” kata Reza sapaan akrabnya.

Waspada Angin Monsun Asia, Wilayah Papua Berpotensi Hujan Lebat

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring dinamika atmosfer terkini, terpantau tidak ada gangguan pola regional yang cukup signifikan hanya saja suhu muka laut Utara Papua cukup hangat sehingga berkontribusi suplai uap air membentuk awan hujan.

Curah Hujan Meningkat, BPBD Selalu Siaga Bencana

   Selain itu BPBD Kota Jayapura juga sudah menyediakan saluran call center yang bisa dihubungi setiap waktu, apabila terjadi hal-hal yang berhubungan dengan kebencanaan. Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat terutama melalui informasi perkiraan cuaca yang terjadi di setiap waktu.

Merauke Dan Sekitarnya Kini Memasuki Masa Peralihan Musim

Dikatakan, Muting dan sejumlah distrik lainnya memasuki musim hujan lebih duluan dibandingkan dengan wilayah kota karena adanya perbedaan  jarak kemudian lokasi. Selain itu ada juga wilayah-wiulayah yang berdekatan dengan pantai dan ada juga yang jauh dari  pantai. 

BMKG Ingatkan Waspada Suhu Panas Mencapai 38,4 Derajat Celsius

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG Miming mengatakan, kondisi suhu panas maksimum lebih dari 37,0 - 37,8 derajat Celsius terdeteksi menerpa wilayah Majalengka di Jawa Barat, Semarang di Jawa Tengah, hingga Bima di Nusa Tenggara Barat, yang sudah berlangsung 24 jam terakhir.

Gelombang Tinggi, Nelayan Ragu-ragu Melaut

  Menanggapi peringatan BMKG tersebut, salah satu nelayan di Hamadi, La Ode (30), mengaku  bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut memang sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Namun para nelayan masih tetap melaut, sesuai dengan batas yang telah ditentukan, yakni hanya 15 Km dari tepi pantai jika kondisi tidak memungkinkan.

Potensi Hujan Masih Terjadi, Masyarakat Diimbau Waspada

  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura memperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga satu pekan ke depan. Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor di daerah lereng atau perbukitan.

BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Tinggi

  "Berdasarkan informasi terkini, Siklon Tropis Trami terpantau berada di Perairan timur laut Filipina, yang menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi di Samudra Pasifik Barat yaitu di wilayah Perairan Utara Indonesia," jelas Heri.

Selama September, Terjadi 368 Gempa di Tanah Papua 

   Adapun wilayah kerja BMKG V Jayapura meliputi Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah,Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Berdasarkan data gempa bumi yang terjadi selama periode 1 hingga 30 September 2024, kata dia, sebagian besar gempa memiliki magnitudo rendah yakni antara 2,0 hingga 3,0 dengan kedalaman gempa umumnya dangkal.

Efek Gerak Semu Matahari, Picu Cuaca Panas

   Hal itu juga disebabkan karena minimnya tutupan awan serta cuaca cerah memaksimalkan radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi, yang menyebabkan suhu udara meningkat.

BMKG Peringatkan Potensi Penurunan Curah Hujan Tanpa Mitigasi Iklim

Dia menjelaskan berdasar permodelan iklim Representative Concentration Pathways (RCP) 8,5 tanpa upaya mitigasi atau business as usual memperlihatkan saat musim kering. Atau sekitar periode Juni, Juli, dan Agustus, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan kumulatif secara signifikan, dalam perbandingan dengan periode historis 1976-2005.

Angin Kencang, Nelayan Diingatkan Waspada Gelombang Tinggi 

‘’Untuk   kapal-kapal nelayan untuk selalu waspada di bagian wilayah Timur hingga sebagian wilayah Timika. Untuk pengaruhnya karena karateristik musim kemaru ini anginnya dari Australia  atau angin Timur sehingga angin kencang menyebakan  gelombang tingig sebagian di Merauke,’’ katanya.

Pernah Terjadi Pada  Tahun 1996 Silam, Ada Kemungkinan Bisa Terulang

Prediksi adanya  gempa megathrust yang disampaikan oleh BMKG beberapa waktu lalu sempat menyedot perhatian masyarakat Indonesia.  Bagaimana tidak gempa megathrust  yang digambarkan sangat besar kekuatannya dan bisa memicu terjadinya gelombang tsunami yang sangat tinggi ini,  tentu membuat orang ketar-ketir. 

Tingginya Gelombang Karena Faktor Kecepatan Angin

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, pada, Selasa (6/8) menyampaikan bahwa penyebab gelombang tinggi, terjadi karena kecepatan angin yang terjadi di wilayah perairan utara Jayapura itu mencapai 16 - 20 knot, yang menyebabkan pergerakan arus dan gelombang.

Perhatikan Larangan dan Kondisi Cuaca, Agar Kecelakaan Laut bisa Diminimalisir

Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke,  selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni  2024, tercatat 10  laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.

BMKG: Potensi Hujan Ringan dan Sedang Akan Terjadi Beberapa Hari ke Depan

Ezri mengatakan Hujan yang terjadi di kota Jayapura dan sekitarnya disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah fenomena gelombang atmosfer yang terpantau aktif di wilayah Papua sehingga berpotensi meningkatkan aktifitas pembentukan awan hujan.

Penjelasan BMKG soal Cuaca Dingin di Indonesia Akhir-akhir ini

Diketahui bahwa fenomena Aphelion adalah ketika jarak bumi dengan matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi atau Aphelion. Namun, hal itu tak otomatis membuat suhu menjadi lebih dingin. 

BMKG: Waspadi Suhu Panas Maksimum 34 Derajat Celcius

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG Miming di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kondisi suhu panas maksimum lebih dari 34,1 derajat Celcius juga terdeteksi menerpa wilayah Sentani, Jayapura, Papua, yang sudah berlangsung sejak 24 jam terakhir.

Berpotensi Hujan Lebat, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Yustus menyampaikan hal lain yang perlu diantisipasi bahwa menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau, akan terjadi transisi musim yang ditandai dengan hujan lebat namun disertai angin kencang dengan durasi singkat.

BMKG Prakirakan Jawa hingga Papua Masuki Kemarau pada 28 Juni hingga 4 Juli

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk tidak membakar sampah ataupun membuang puntung pada tempatnya untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan meteorologis yang merupakan kondisi anomali iklim dalam bentuk berkurangnya curah hujan dalam jangka waktu bulanan, musiman, bahkan durasi waktu yang panjang.

Gempa Tektonik M 5,7 di Jayapura Tak Berpotensi Tsunami

   Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah diakibatkan karena adanya deformasi batuan kerak bumi. Dari Hasil analisis BMKG mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

BMKG: 14 Hari Kedepan Cuaca Cerah dan Berawan

Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi atmosfer yang cukup basah dengan ketersediaan uap air yang cukup tinggi pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb akibat adanya gangguan pola angin di wilayah utara Papua disertai dengan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby equator.

Jadi Daerah Rawan, Program Mitigasi Bencana Perlu Dilakukan

Dr. Weniza, M.Sc, selaku Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat mengatakan koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan, diperkanalkan disosialisasikan kepada seluruh elemen lapisan masyarakat. 

Masih Berpotensi Terjadi Hujan    

  Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG, Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre menyampaikan curah hujan selama 24 jam ke depan tercatat menunjukkan menunjukkan curah hujan di Kota Jayapura sebesar 18 mb air yang cukup tinggi pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb. Kelembaban atmosfer yang tinggi menunjukkan ketersediaan uap air yang banyak di atmosfer sebagai pembentuk awan-awan hujan.

BMKG Tingkatkan Kemampuan Petani Pahami Informasi Iklim

   Kepala Stasiun Klimatologi Papua, Sulaiman mengatakan SLI merupakan amanat dari pusat bertujuan membagikan pengetahuan dan pemanfaatan informasi BMKG khususnya bagi iklim untuk produktivitas pertanian.

Setahun Tidak Beroperasi, Sirene Tsunami Masih Berfungsi 

  Ketua Tim Observasi Stasiun Geofisika Kelas l Jayapura Netty Yufita Baru mengungkapkan bahwa  peralatan yang terpasang untuk mendeteksi terjadinya Tsunami ketika ada gempa di Kota Jayapura masih dalam kondisi layak beroperasi dan diaktifasikan sekali dalam sebulan dan kesiapsiagaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sirine tersebut.

Sering Hujan, BPBD Ingatkan Warga Hati-hati dan Waspada

Warga juga diminta selalu menjaga kebersihan lingkungan, dengan membersihkan drainase yang tersumbat. Jangan mengotori sungai dengan sampah serta jangan menebang pohon sembarangan.

Polda Ingatkan Dampak Perubahan Cuaca

    Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menegaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan perkiraan cuaca tersebut dan berpotensi akan berdampak di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Papua terlebih di bagian utara maupun selatan.     

Hujan Lebat dan Angin Kencang jadi Transisi Musim Hujan ke Kemarau

Potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi pada tanggal (4,5, 7 dan 8/5) dibeberapa wilayah berikut ini, Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, Biak dan Kep Yapen yang dipicu oleh gelombang Rossby equator yang bergesar ke arah barat melintasi wilayah tersebut.

Timika Dilanda Hujan Lebat Senin Pagi, Sempat Berkabut 

Kondisi ini menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air. Sejumlah pengendara sepeda motor pun terpaksa harus menghentikan perjalanan akibat hujan yang lebat dan jalanan yang dipenuhi kabut. 

Panas Terik Belakangan Ini karena Gelombang Panas? Ini Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa meskipun cuaca di Indonesia sejak beberapa waktu lalu cukup panas, tetapi tidak ada indikasi gelombang panas menerjang.

Status Gunung Ruang Turun ke Siaga

Kepala PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan menuturkan, dilakukan pengamatan instrumental dan visual terhadap Gunung Ruang. Untuk pengamatan instrumental tercatat pada 21 April terjadi 28 kejadian gempa vulkanik dalam dan 43 gempa vulkanik dangkal. ”Hari berikutnya juga menurun aktivitasnya,” urainya.

Prediksi BMKG, Malam Takbiran dan Sholat Idul Fitri Bakal Turun Hujan 

  Namun, hal ini berbeda dengan kondisi geografis Kabupaten Mimika yang cenderung mengalami musim hujan sepanjang tahun akibat faktor lokal.

Operasi Ketupat Juga Ingatkan Warga Soal Kondisi Ombak Laut

Sebagai langkah persiapan, Polda Papua telah memberikan pelatihan kepada para personel yang akan terlibat dalam Operasi tersebut. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah merupakan salah satu momen penting bagi umat muslim yang patut berjalan aman dan nyaman.

Patut  Tetap Waspada Jika Terjadi Gempa

  Ketua Tim Kerja Pengamatan Geofisika BMKG Wilayah V, Danang Pamuni menyampaikan bahwa sumber gempa yang ada di PNG itu tidak ada hubungannya dengan gempa yang ada di wilayah Kota Jayapura.

Soal Potensi Bencana, Walikota Minta Waspada

   Karena itu, dia meminta masyarakat di Kota Jayapura untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya terutama dari sampah-sampah yang memenuhi saluran air di kawasan pemukiman masing-masing.

Dinas PU Data Pohon yang Rawan Tumbang   

  Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura,  Nofdy J Rampi mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan penyiapan dan pelaksanaan penebangan serta pemangkasan pohon yang ada di sekitar Jalan Utama di Kota Jayapura. 

Hujan Lebat masih Berpotensi Terjadi, Daerah Rawan Harus Waspada

Hujan lebat ini tidak hanya di Kota Jayapura saja, tapi juga  Kabupaten Jayapura, dan sekitarnya yang menyebabkan dampak banjir, longsor dan pohon tumbang pada beberapa titik di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Hujan Deras, Daerah Rawan Banjir Kembali Tergenang 

    Banyak kendaraan warga yang terpaksa dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan warga sibuk mengemas  pakaian maupun perabot rumah tangga dan peralatan listrik. Ada juga rumah warga yang sudah kemasukan air akhirnya langsung  dikuras dengan menggunakan ember atau gayung.

Intensitas Hujan Bulan Maret Tergolong Normal

adan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura menyebut, intensitas hujan yang terjadi selama bulan Maret belakangan ini masih tergolong normal. Karena puncak musim hujan di wilayah Kota Jayapura, yaitu di Januari sampai Februari dan itu ditandai dengan intensitas hujan lebat yang cukup tinggi pada periode bulan tersebut.

Potensi Hujan Lebat hingga 14 Maret

Salah satu yang nampak parah karena dampak cuaca ekstrem adalah Sumatera Barat. Beberapa titik di wilayah tersebut mengalami banjir dan longsor. Kabupaten yang terdampak adalah Pasaman, Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Solok, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai terdampak. Selain itu bencana hidrometrologi juga terjadi di Kota Solok dan Kota Padang. 

Melaut dan Berwisata Harus Perhatikan Cuaca

   Karena itu Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep Khalid mengaku pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pengawasan terkait dengan kondisi cuaca di lapangan, termasuk melakukan upaya-upaya preventif terhadap sebuah kecelakaan di wilayah pesisir. 

Curah Hujan Menurun, Waspadai Ketersediaan Sumber Air

 Menurutnya, wilayah yang terpengaruh oleh El Nino cenderung mengalami pengurangan curah hujan yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan air. Perlu diketahui El Nino adalah fenomena yang memberikan dampak dampak terhadap pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk Kota Jayapura dan sekitarnya. Fenomena El Nino diprediksi berlangsung hingga akhir 2024.

Potensi Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi

Dikatakan, Di perairan Jayapura sendiri mulai dari bulan Desember sampai di bulan Februari itu kondisi gelombang itu memang masih signifikan karena,  angin monsunal dari Asia. Namun  kalau berdasarkan pantauan  saat ini, mengalami peningkatan  karena ada percepatan angin di perairan utara Papua, karena terdapat wilayah tekanan rendah di perairan kepulauan Salomon.

KPU Papua Khawatir Distribusi Logistik Pemilu Terkendala Cuaca

Mantan wartawan ini mengatakan pihaknya juga merasa khawatir jika saat pencoblosan pada 14 Februari 2024 terjadi hujan sehingga warga yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menjadi sangat berkurang.

Curah Hujan Tinggi, Warga Diingatkan Jaga Kebersihan

  Dia mengatakan, saat ini Kota Jayapura dan sekitarnya sudah memasuki musim penghujan. Kemudian potensi tanah longsor, banjir bahkan abrasi seperti yang  sudah terjadi di kawasan pantai wisata Holtekamp Kota Jayapura juga telah menjadi ancaman serius. Karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga di Kota Jayapura, supaya benar-benar memperhatikan soal ini.

El Nino pada Intensitas Sedang, Berdampak pada Pengurangan Curah Hujan

Hingga memasuki akhir bulan Januari ini, curah hujan di Kota Jayapura yang biasanya meningkat, nampaknya tidak terjadi. Anggapan bulan Januari terjadi hujan sehari-hari, nampaknya tidak begitu terasa. Dampak hujan juga belum begitu terasa, hanya genangan air di bebearpa tempat, seperti di depan BKKBN Kotaraja, yang sempat terasa setelah terjadi  hujan deras.

Para Nelayan Waspadai Cuaca yang Kurang Bersahabat

“Saya mengajak para nelayan agar selalu mencari informasi cuaca setiap saat di situs BMKG Merauke baik itu cuaca, tinggi ombak dan lain sebagainya demi menjaga keselamatan diri kita dan keluarga,” pintanya.

Curah Hujan Kota Jayapura Masih Normal

  Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini, lanjut Yustus, fenomena global yaitu El Nino saat ini sedang aktif pada intensitas sedang. Kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.

BBMKG  Jayapura Pasang  15 Sensor Seismograf    

  Kepala Stasiun Geofisika Jayapura Herlambang Hudha, mengatakan seismograf yang terpasang itu sudah dilengkapi sistem daya dan sistem komunikasi mandiri.

Elnino Tak Lagi Berpengaruh di Papua

Disamping itu, berdasarkan pantauan kondisi dinamika atsmofer terkini saat ini, Fenomena El Nino terpantau di Indonesia dalam kondisi Moderate (sedang), yang artinya fenomena ini memberikan dampak terhadap penurunan terhadap curah hujan.

Gempa Sumedang Dipicu Sesar yang Belum Teridentifikasi, Tanggap Darurat 7 Hari

”Pemerintah pusat lewat BNPB mengerahkan seluruh SDM yang dimiliki untuk membantu penanganan bencana secara komprehensif,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto setelah meninjau sejumlah rumah terdampak gempa di Cipameungpeuk, Sumedang Selatan, kemarin.

Tahun 2023, Pulau Papua Diguncang 4.674 Gempa Bumi 

  Jumlah tersebut dibagi dalam variasi magnitudo, dimana gempa dengan variasi magnitudo 0-3 sebanyak 2.963, magnitude 3-5 sebanayak 1.643,  sedangkan magnitudo di atas 5 sebanyak 68 kali.

Musim Penghujan, Warga Diimbau Tetap Waspada

"Sesuai data dari BMKG bahwa musim penghujan saat ini sudah mulai terjadi sehingga saya berharap menghimbau seluruh masyarakat di kota Jayapura supaya Waspada dalam menyikapi kondisi cuaca buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, " kata Frans Pekey, Sabtu (24/12).

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrim

"Kami mengimbau warga yang tinggal di 139 kampung, 5 kelurahan dan 19 distrik di Kabupaten Jayapura selalu hati-hati dan waspada dengan kondisi cuaca yang ada saat ini,"ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Sabtu (2/12).

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Laut Maluku Dipicu Deformasi Batuan Dalam

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Maluku (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Rabu (22/11).

22 Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang pada 20-21

BMKG dalam rilisnya, memaparkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut yang diakibatkan sirkulasi siklonik atau pusaran angin yang membawa uap air yang membentuk awan.

Latest news

- Advertisement -spot_img