JAYAPURA – Kota Jayapura dikabarkan akan menghadapi cuaca ekstrem, akibat adanya siklon tropis Maila di Laut Solomon yang bergerak ke arah Barat Daya atau ke perairan Utara Papua.
Meski, pergerakan siklon ini melambat namun, sangat berdampak terhadap perubahan pola angin dan cuaca di wilayah perairan utara Papua. Meski tidak berdampak langsung, fenomena ini memicu percepatan massa udara yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura menyebut keberadaan siklon tersebut hingga saat ini sudah semakin melemah dan bergerak menjauh ke selatan, sehingga dampaknya perlahan melemah menuju punah.
Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyampaikan bahwa sistem siklon tersebut memiliki pengaruh terhadap pola pergerakan massa udara di sekitarnya. Keberadaan siklon tersebut tidak menimbulkan cuaca ekstrem di Kota Jayapura dan Papua umumnya.
Hal ini ia sampaikan karena keberadaan siklon tropis maila sekarang ini sudah semakin melemah dan bergerak menjauh semakin ke selatan, sehingga keberadaannya tidak menimbulkan dampak yang berarti.
“Keberadaan siklon tropis tersebut sudah semakin melemah dan bergerak menjauh semakin ke selatan, sehingga dampak tidak langsungnya perlahan juga mulai melemah,” kata Finnyalia.
JAYAPURA – Kota Jayapura dikabarkan akan menghadapi cuaca ekstrem, akibat adanya siklon tropis Maila di Laut Solomon yang bergerak ke arah Barat Daya atau ke perairan Utara Papua.
Meski, pergerakan siklon ini melambat namun, sangat berdampak terhadap perubahan pola angin dan cuaca di wilayah perairan utara Papua. Meski tidak berdampak langsung, fenomena ini memicu percepatan massa udara yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura menyebut keberadaan siklon tersebut hingga saat ini sudah semakin melemah dan bergerak menjauh ke selatan, sehingga dampaknya perlahan melemah menuju punah.
Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyampaikan bahwa sistem siklon tersebut memiliki pengaruh terhadap pola pergerakan massa udara di sekitarnya. Keberadaan siklon tersebut tidak menimbulkan cuaca ekstrem di Kota Jayapura dan Papua umumnya.
Hal ini ia sampaikan karena keberadaan siklon tropis maila sekarang ini sudah semakin melemah dan bergerak menjauh semakin ke selatan, sehingga keberadaannya tidak menimbulkan dampak yang berarti.
“Keberadaan siklon tropis tersebut sudah semakin melemah dan bergerak menjauh semakin ke selatan, sehingga dampak tidak langsungnya perlahan juga mulai melemah,” kata Finnyalia.