Bangga Sekaligus Tantangan untuk Bisa Mempresentasikan di Depan Dewan Juri

Bincang-Bincang dengan Siswa SMA Plus Muhammadyah Merauke yang Proposalnya Diterima Panitia Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia

SMA Plus Muhammadyah Merauke untuk pertama kalinya di tahun 2026, mengikuti Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan. Apa reaski mereka setelah diterima oleh panitia olipade penelitian siswa Indonesia?

Laporan Yulius Sulo, Merauke.

Nurul Hidayah kelas XI dengan judul penelitian problematika tidak adanya penomoran banguynan resmi di Kabupaten Merauke menjelaskan alasan mengambil judul tersebut. Menurutnya, dari 4 kabupaten di Papua Selatan, belum ada penomoran rumah khususnya bangunan pemerintah sehingga terkadang cukup menyulitkan masyarakat.

‘’Kita ingin agar masalah penomoran bangunan ini menjadi perhatian pemerintah daerah bersama para wakil rakyat kedepan. Karena ini sangat penting sebagai penanda terutama ketika masyarakat atau petugas mencari alat rumah atau kantor, terkadang mengalami kesulitan karena tidak ada nomor rumah atau bangunan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ganti Rugi Pustu Boepe Akhirnya Dibayarkan

Proposal yang akan ditindaklanjuti dengan penelitian ini digarap Nurul bersama dengan temannya Ahmad M. Fathan Ibnu Adi.

‘’Kami terkejut karena tidak menyangka kalau proposal yang kami ajukan ini bisa diterima. Kami merasa senang dan berharap kami bisa mempresentasikan dan meyakinkan dewan penilai nanti,’’ lanjut Ahmad Ibnu Adi.

Bincang-Bincang dengan Siswa SMA Plus Muhammadyah Merauke yang Proposalnya Diterima Panitia Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia

SMA Plus Muhammadyah Merauke untuk pertama kalinya di tahun 2026, mengikuti Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan. Apa reaski mereka setelah diterima oleh panitia olipade penelitian siswa Indonesia?

Laporan Yulius Sulo, Merauke.

Nurul Hidayah kelas XI dengan judul penelitian problematika tidak adanya penomoran banguynan resmi di Kabupaten Merauke menjelaskan alasan mengambil judul tersebut. Menurutnya, dari 4 kabupaten di Papua Selatan, belum ada penomoran rumah khususnya bangunan pemerintah sehingga terkadang cukup menyulitkan masyarakat.

‘’Kita ingin agar masalah penomoran bangunan ini menjadi perhatian pemerintah daerah bersama para wakil rakyat kedepan. Karena ini sangat penting sebagai penanda terutama ketika masyarakat atau petugas mencari alat rumah atau kantor, terkadang mengalami kesulitan karena tidak ada nomor rumah atau bangunan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Komisioner Bawaslu Harus Berintegritas Tinggi 

Proposal yang akan ditindaklanjuti dengan penelitian ini digarap Nurul bersama dengan temannya Ahmad M. Fathan Ibnu Adi.

‘’Kami terkejut karena tidak menyangka kalau proposal yang kami ajukan ini bisa diterima. Kami merasa senang dan berharap kami bisa mempresentasikan dan meyakinkan dewan penilai nanti,’’ lanjut Ahmad Ibnu Adi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya