Sementara itu, Nur Aliyah Novianti Afridah bersama Alfidah Nasya Fitriyah Ningsih yang mengambil judul pembuatan telur asin dengan pemanfaatan abu pembakaran pelepah kelapa mengatakan, pihaknya mengambil judul ini karena ternyata pelepah kelapa tersebut juga bermanfaat untuk bisa dipakai untuk membuat telur asin.
‘’Kita tahu bahwa kelapa itu cukup melimpah di daerah kita. Tapi, pada umumnya masyarakat belum tahu kalau pelepah kelapa itu bisa digunakan untuk mengasinkan telur. Ini sangat bermanfaat terutama di daerah yang jauh dari akses. Ketika garam tidak ada dan kita ingin membuat telur asin,’’ jelasnya.
Dikatakan, untuk membuat telur asin dari abu pelepah kelapa tersebut, pertama-tama yang dilakukan dengan membakar pelepah kelapa. Kemudian abunya ditubuk lalu ditapis selanjutnya dicampur dengan air. Kemudian telur direndam dalam larutan air abu tersebut sekitar 22 minggu untuk memperoleh telur asin.
Selanjutnya, pemanfaatan limbah sekam padi sebagai material beton ringan di Kabupaten Merauke. Proposal ini diajukan oleh Ade Aila Ismi Asyfa dan Zakiyah Azizah Nur.
Kedua, mengaku mengangkat judul ini, karena limbah sekam sangat melimpah di Kabupaten Merauke. Selama ini, beton ringan yang merupakan campuran dari kapur, semen dan pasir tersebut didatangkan dari pulau Jawa yang tentu harganya lebih mahal.
Limbah sekam ini, lanjutnya, nantinya akan dicampur dengan pasir dan semen. Untuk segi kekuatan dan ketahanan dari beton sekam ini, Ade menjelaskan bahwa pihaknya akan kerja sama dengan Uiversitas Musamus untuk melakukan penelitian untuk mengukur kekuatan dari sekam beton yang akan dibuat tersebut.
‘’Tentu setelah dipress, pihak Unmus akan menghitung kekuatan dari beton sekam tersebut,’’’ jelasnya.
Jika ini berhasil maka menurutnya, akan menjadi salah satu alternatif masyarakat Papua Selatan khususnya Merauke dalam penggunaan material bangunan tersebut.
Laurensius Surdjawaman dan Pariem, dua guru pendamping SMA Plus Muhammadyah Merauke mengaku siap mendampingi 8 siswanya dalam melakukan penelitian terhadap 4 proposal yang lolos secara nasional tersebut. ‘’Saya tangani 2 makalah sebagai pembimbing, sedangkan 2 makalah lainnya ditangani ibu Pariem,’’ kata Laurensius.
Dikatakan, pihaknya juga akan membagikan kuisioner untuk meminta tanggapan masyarakat terkait dengan penomoran rumah dan bangunan pemerintah tersebut. ‘’Kita akan minta tanggapan masyarakat seperti apa,’’ tandasnya.