Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Lima Bulan TPP Belum Dibayar

MERAUKE- Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka memilih mogok kerja lantaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 5 bulan belum dibayarkan.  John, salah satu pasien lansia yang datang ke RSUD Merauke untuk melakukan check up tidak mendapatkan pelayanan tersebut lantaran dokter spesialis yang akan melayani mereka setiap Sabtu tidak datang.

‘’Kami tidak tahu kenapa sehingga kami disuruh pulang tanpa penjelasan. Saya salah satu yang menjadi korban, karena sudahh datang jauh-jauh tapi tidak mendapatkan pelayanan,’’ kata John.

F-OPEN INZET
Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulandari (foto:Sulo/Cepos)

Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulandari membenarkan sejumlah dokter spesialis tersebut melakukan mogok kerja karena TPP yang belum dibayarkan sejak Januari sampai sekarang.

Baca Juga :  Parkir Depan Warung,  Yamaha X-Ride Raib

‘’Kalau mau mogok, kita semua mogok kerja. Karena saya termasuk semua ASN yang ada di rumah sakit ini, belum satupun yang dibayarkan TPP. Tapi tidak harus seperti itu melakukan mogok. Kasihan pada pasien,’’ kata Dewi Wulandari.

Dewi Wulandari menjelaskan, belum dibayarkannya TPP selama 5 bulan tersebut dikarenakan terjadi kesalahan penginputan dalam system di keuangan. Sehingga harus dilakukan pergeseran.

‘’Saya contohkan. Untuk bayar TPP satu bulan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 100 juta. Tapi ternyata di dalam DPA RSUD Merauke hanya Rp 90 juta pertahun. Kan salah tuh, sehingga harus diperbaiki. Kalau diperbaiki, jelas berproses dan harus ada perubahan. Memang untuk APBD Perubahan itu sekitar bulan Oktober dan saya katakan saya tidak kalau Oktober. Kalau Oktober, berarti kami semua demo. Maka di ACC pergeseran,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kasus DBD di Asmat Bertambah 52 Kasus

Lima Bulan TPP Belum Dibayar

MERAUKE- Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka memilih mogok kerja lantaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 5 bulan belum dibayarkan.  John, salah satu pasien lansia yang datang ke RSUD Merauke untuk melakukan check up tidak mendapatkan pelayanan tersebut lantaran dokter spesialis yang akan melayani mereka setiap Sabtu tidak datang.

‘’Kami tidak tahu kenapa sehingga kami disuruh pulang tanpa penjelasan. Saya salah satu yang menjadi korban, karena sudahh datang jauh-jauh tapi tidak mendapatkan pelayanan,’’ kata John.

F-OPEN INZET
Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulandari (foto:Sulo/Cepos)

Direktur RSUD Merauke dr. Dewi Wulandari membenarkan sejumlah dokter spesialis tersebut melakukan mogok kerja karena TPP yang belum dibayarkan sejak Januari sampai sekarang.

Baca Juga :  Menteri ESDM Targetkan Seluruh Kampung di Papsel Diterangi

‘’Kalau mau mogok, kita semua mogok kerja. Karena saya termasuk semua ASN yang ada di rumah sakit ini, belum satupun yang dibayarkan TPP. Tapi tidak harus seperti itu melakukan mogok. Kasihan pada pasien,’’ kata Dewi Wulandari.

Dewi Wulandari menjelaskan, belum dibayarkannya TPP selama 5 bulan tersebut dikarenakan terjadi kesalahan penginputan dalam system di keuangan. Sehingga harus dilakukan pergeseran.

‘’Saya contohkan. Untuk bayar TPP satu bulan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 100 juta. Tapi ternyata di dalam DPA RSUD Merauke hanya Rp 90 juta pertahun. Kan salah tuh, sehingga harus diperbaiki. Kalau diperbaiki, jelas berproses dan harus ada perubahan. Memang untuk APBD Perubahan itu sekitar bulan Oktober dan saya katakan saya tidak kalau Oktober. Kalau Oktober, berarti kami semua demo. Maka di ACC pergeseran,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Merauke Kembali Turun Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM

Berita Terbaru

Artikel Lainnya