MERAUKE- Karena masa bongkar barang di Pelabuhan Laut Merauke semakin panjang dan lama membuat PT Salam Indonesia Pasific Line (SPIL) membongkar kontainer yang akan ke Merauuke terlebih dahulu di Pelabuhan Timika.
Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang akan ke Merauke terlebih dahulu di Timika tersebut karena masa bongkar barang di Merauke Merauke semakin panjang dan membutuhkan waktu yang lama. ‘’Kalau kita harus menunggu, maka nanti semua kapal dan kontainer kita ada di Merauke sehingga posisi kapal dan kontainer kita di Surabaya akan kosong,’’ kata Puji Harmoko.
Kendati barang kontainer tersebut dibongkar terlebih dahulu di Timika baru kemudian nantinya dinaikan lagi ke atas kapal untuk menuju Merauke, namun Puji mengaku tidak menambah biaya kontainer. Karena perjanjian dilakukan di Surabaya, yakni Surabaya-Merauke.
‘’Kalaupun dibongkar terlebih dahulu di Timika baru kemudian nanti dinaikan lagi ke atas kapal untuk menuju ke Merauke, kami jamin tidak ada tambahan biaya karena kontrak atau perjanjian dilakukan di Surabaya yakni Surabaya-Merauke,’’ katanya.
Hanya diakui Puji Harmoko bahwa dengan cara ini akan merugikan masyarakat terutama bagi para pemilik barang karena waktu perjalanan barang untuk sampai di Merauke menjadi lama. Karena harus transit di Timika.
MERAUKE- Karena masa bongkar barang di Pelabuhan Laut Merauke semakin panjang dan lama membuat PT Salam Indonesia Pasific Line (SPIL) membongkar kontainer yang akan ke Merauuke terlebih dahulu di Pelabuhan Timika.
Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang akan ke Merauke terlebih dahulu di Timika tersebut karena masa bongkar barang di Merauke Merauke semakin panjang dan membutuhkan waktu yang lama. ‘’Kalau kita harus menunggu, maka nanti semua kapal dan kontainer kita ada di Merauke sehingga posisi kapal dan kontainer kita di Surabaya akan kosong,’’ kata Puji Harmoko.
Kendati barang kontainer tersebut dibongkar terlebih dahulu di Timika baru kemudian nantinya dinaikan lagi ke atas kapal untuk menuju Merauke, namun Puji mengaku tidak menambah biaya kontainer. Karena perjanjian dilakukan di Surabaya, yakni Surabaya-Merauke.
‘’Kalaupun dibongkar terlebih dahulu di Timika baru kemudian nanti dinaikan lagi ke atas kapal untuk menuju ke Merauke, kami jamin tidak ada tambahan biaya karena kontrak atau perjanjian dilakukan di Surabaya yakni Surabaya-Merauke,’’ katanya.
Hanya diakui Puji Harmoko bahwa dengan cara ini akan merugikan masyarakat terutama bagi para pemilik barang karena waktu perjalanan barang untuk sampai di Merauke menjadi lama. Karena harus transit di Timika.