Menteri ESDM Targetkan Seluruh Kampung di Papsel Diterangi

MERAUKE– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menargetan seluruh kampung di Provinsi Papua Selatan akan diteriangi listrik di tahun 2027 dan 2028.

‘’Tahun depan, dari Kementrian ESDM sudah ada pemasangan listrik untuk desa di tahun ini. Tolong para bupati informasikan berapa kampung yang belum ada listrik. Tapi saya janji di Tahun 2027 dan 2028 semua kampung yang ada di Papua Selatan kita masukan listrik agar anak-anak bisa sekolah dengan baik,’’ kata Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke Merauke, Jumat (7/11) lalu.

Bahlil Lahadalia mengaku akan memperjuangkan seluruh kampung yang belum tersentuh listrik selama ini untuk diteringi listrik. Menurutnya, perjuangan ini karena dirinya yang lahir dari desa sat itu tidak menikmati listrik.

Baca Juga :  Pemkab Masih Validasi dan Sosialisasi BPNT

‘’Saya lahir bukan di rumah sakit. Di kampung-kampung lahir di dukun. Saya lahir itu tidak ada Puskesmas. Lahir dengan menggunakan pelita. Untung bisa seperti ini. Pergi sekolah dan pulang dengan jalan kaki sejuah 4 kilo. Kita tidak pernah nonton TV karena listrik tidak ada,’’ jelasnya.

MERAUKE– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menargetan seluruh kampung di Provinsi Papua Selatan akan diteriangi listrik di tahun 2027 dan 2028.

‘’Tahun depan, dari Kementrian ESDM sudah ada pemasangan listrik untuk desa di tahun ini. Tolong para bupati informasikan berapa kampung yang belum ada listrik. Tapi saya janji di Tahun 2027 dan 2028 semua kampung yang ada di Papua Selatan kita masukan listrik agar anak-anak bisa sekolah dengan baik,’’ kata Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke Merauke, Jumat (7/11) lalu.

Bahlil Lahadalia mengaku akan memperjuangkan seluruh kampung yang belum tersentuh listrik selama ini untuk diteringi listrik. Menurutnya, perjuangan ini karena dirinya yang lahir dari desa sat itu tidak menikmati listrik.

Baca Juga :  Merauke Kembali Pasok Kopra 125 Ton ke Surabaya

‘’Saya lahir bukan di rumah sakit. Di kampung-kampung lahir di dukun. Saya lahir itu tidak ada Puskesmas. Lahir dengan menggunakan pelita. Untung bisa seperti ini. Pergi sekolah dan pulang dengan jalan kaki sejuah 4 kilo. Kita tidak pernah nonton TV karena listrik tidak ada,’’ jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya