Ia mengatakan gempa tersebut terjadi pada enam provinsi di Tanah Papua. Gempa kekuatan kurang tiga magnitudo, kata dia, terjadi sebanyak 3.799 kejadian. Kemudian gempa kurang dari lima magnitudo sebanyak 1.341 kejadian,
Kepala BPBD Sarmi, Darius Nari, menjelaskan bahwa jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai puluhan unit. “Dinas Perumahan Rakyat Sarmi saat ini melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami ke
Adapun paket bantuan yang diterima meliputi berbagai kebutuhan dasar masyarakat dan perlengkapan tanggap darurat, antara lain, Paket sembako sebanyak 100 paket. Selimut BNPB sebanyak 100 lembar, Tenda pengungsi (6x12 met
Menurut keterangan warga, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir. Air tidak hanya menggenangi halaman rumah, tetapi juga masuk ke dalam rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut or
Wilayah yang berada di ujung Teluk Youtefa ini dikenal sebagai kawasan pesisir dengan topografi dataran rendah yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami. Kekhawatiran ini muncul bukan tanpa alasan, sebab selama ini pen
Kepala BPBD Kabupaten Sarmi, Darius Nari, menjelaskan pihaknya masih melakukan kajian cepat dan pendataan di lapangan. “Wilayah terdampak meliputi Distrik Sarmi Kota, Sarmi Timur, Sarmi Selatan, Tor Atas, Pantai Barat, h
Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi ini diikuti oleh aparat kampung, pelajar, tokoh masyarakat, dan unsur relawan kebencanaan. Peserta dibekali pengetahuan tentang potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah Papua, tata cara
Kepala Stasiun Geofisika Jayapura, Herlambang Hudha, mengatakan perkiraan waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Papua bagian utara, termasuk Supiori, sekitar pukul 12.26 WIT.
Suzana menegaskan bahwa kehadiran pemerintah provinsi adalah bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang tertimpa musibah. “Bantuan ini tidak akan sepenuhnya menutupi kerugian akibat gempa, tetapi kami berharap dapat mer
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi, Darius Nari, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melaporkan dampak bencana tersebut ke Pemerintah Provinsi Papua. Selanjutnya, Pusdalops provinsi a
Kerusakan bangunan tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi (Kampung Neidam dan Sawar), Distrik Sarmi Selatan (Kampung Munukania), Distrik Pantai Barat (Kampung Arbais), serta Distrik
Setelah situasi dinyatakan aman, siswa diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi sambil membawa tas di atas kepala sebagai pelindung. Setibanya di titik kumpul, dilanjutkan dengan penanganan darurat bersama ti
Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, menyebut guncangan gempa terasa tidak hanya di Sarmi, tetapi juga di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Wamena, dan sejumlah daerah sekitar.
Pasalnya, dalam prediksi BMKG, Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami ini akan merambat ke sejumlah negara termasuk Indonesia termasuk Kota Jayapura. Bahkan ada yang memilih mengungsi lebih dulu. Dalam prediksi BMKG ini, dam
Warga setempat mengaku khawatir air laut akan naik, terutama setelah beredarnya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar luas di media sosial. Informasi tersebut cukup membuat masy
Joko Subaktiono menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan, gelombang tsunami diperkirakan akan tiba sekitar pukul 16.21 WIT, dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter. “Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspa
Dari hasil analisis parameter update menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M8,7 Episentergo yang berpotensi terjadinya Tsunami. Sementara itu sesuai informasi dari pihak BMKG wilayah V Jayapura bahwa Gempa Bumi R
Gangguan jaringan tersebut disampaikan langsung oleh masyarakat dan aparat kampung dalam pertemuan bersama pemerintah daerah selama kunjungan berlangsung. Mereka berharap agar layanan komunikasi bisa segera dipulihkan, m
Dengan adanya potensi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik sehingga masyarakat mampu melakukan langkah mitigasi agar mengurangi dampak bencana. Juga sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak
Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Jayapura dan Jayapura dengan skala III dan III. Skala MMI yang dirasakan adalah III yang artinya gempa dirasakan oleh beberapa orang, tetapi tidak menyebabkan kerusakan atau kecelakaan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura Herlambang Hudha menuturkan dari jumlah tersebut, gempa bumi yang dapat dirasakan mencapai 63 kejadian. Hal itu Herlambang mengatakan karena Papua secara keseluruhan merupakan daerah dengan aktifitas gempa yang sangat tinggi, karena adanya zona subduksi sebelah Utara Papua yang membentuk sesar yang memicu tingginya seismisitas di Papua.
Sehingga forum penanggulangan bencana yang sudah dibentuk itu diberi penguatan kapasitas, dengan melibatkan pihak BMKG, BPBD kota Jayapura dan BNPB. Simulasi dan penguatan yang dilakukan itu dilakukan supaya ilmu-ilmu yang sudah didapatkan oleh masyarakat selama ini bisa ditingkatkan lagi.
Adapun wilayah kerja BMKG V Jayapura meliputi Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah,Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Berdasarkan data gempa bumi yang terjadi selama periode 1 hingga 30 September 2024, kata dia, sebagian besar gempa memiliki magnitudo rendah yakni antara 2,0 hingga 3,0 dengan kedalaman gempa umumnya dangkal.
Prediksi adanya gempa megathrust yang disampaikan oleh BMKG beberapa waktu lalu sempat menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak gempa megathrust yang digambarkan sangat besar kekuatannya dan bisa memicu terjadinya gelombang tsunami yang sangat tinggi ini, tentu membuat orang ketar-ketir.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah diakibatkan karena adanya deformasi batuan kerak bumi. Dari Hasil analisis BMKG mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.
Dr. Weniza, M.Sc, selaku Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat mengatakan koordinasi dan kolaborasi bersama dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan, diperkanalkan disosialisasikan kepada seluruh elemen lapisan masyarakat.
Ketua Tim Kerja Pengamatan Geofisika BMKG Wilayah V, Danang Pamuni menyampaikan bahwa sumber gempa yang ada di PNG itu tidak ada hubungannya dengan gempa yang ada di wilayah Kota Jayapura.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.
Diapun mengatakan untuk lokasi presmian rumah tahan gempa tersebut belum diketahui secara pasti. Sebab pihaknyapun belum mendapatkan agenda resmi dari pusat. "Kami masih menunggu agenda dari pusat lokasi rumah tahan gempa yang akan diresmikan Mensos," ujarnya.
”Pemerintah pusat lewat BNPB mengerahkan seluruh SDM yang dimiliki untuk membantu penanganan bencana secara komprehensif,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto setelah meninjau sejumlah rumah terdampak gempa di Cipameungpeuk, Sumedang Selatan, kemarin.
Tsunami kemudian kembali terjadi di lepas pantai Mukho di kota pesisir timur Donghae, 182 kilometer timur Seoul, pada hari Senin pukul 20.35 waktu setempat. Konon, gelombang tsunami terjadi setinggi 85 cm.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang menggoyang Prefektur Ishikawa pada senin (1/1) memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah dan memaksa penduduk di beberapa daerah pesisir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Kendala transportasi tersebut, utamanya berlagsung di wilayah Hokuriku pada Selasa (2/1), sehari setelah serangkaian gempa bumi melanda Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa.
Episenter gempa bumi terletak di laut pada jarak 47 kilometer arah selatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada kedalaman 43 kilometer.
Jumlah tersebut dibagi dalam variasi magnitudo, dimana gempa dengan variasi magnitudo 0-3 sebanyak 2.963, magnitude 3-5 sebanayak 1.643, sedangkan magnitudo di atas 5 sebanyak 68 kali.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Maluku (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Rabu (22/11).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa terkini berkekuatan 7,2 magnitudo yang berpusat di 251 Km Barat Laut Tanimbar, Maluku pada Rabu (8/11) pukul 11.57 WIB atau 12.57 WIT.
Ya, dari tahun ke tahun, gempa bumi belum pernah terjadi di Ibu Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sehingga, guncangan yang terjadi pada dini hari itu merupakan pertama kalinya bagi Kotim.
"Akibat guncangan gempa bumi pada awal tahun 2023 ini, sehingga Gedung Puskesmas Twano mengalami kerusakan parah, nanti tahun depan akan dibangun," kata dr. Nyoman kepada Cendrawasih pos, Sabtu (21/10).
Mensos Risma sapaan Tri Rismaharani dalam rilis yang diterima di Jayapura, Sabtu, mengatakan peletakan batu pertama itu untuk menandai dimulainya pembangunan pemukiman sosial di atas lahan kurang lebih dua hektare bagi warga terdampak gempa di Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, pada 9 Februari 2023.
“Episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0.59° LS dan 135.87° BT, pada jarak 22 km Timur Laut Supiori-Biak, Papua. Berlokasi di laut dengan kedalaman 12 km,” ujar Yustus dalam rilis yang diterima Ceposonline.com, Minggu (24/9/2023).
Pihak BPBD Papua menyebut berdasarkan hasil asesmen pasca gempa bumi pada 9 Februari lalu di Kota Jayapura, dua gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura masuk kategori hati-hati atau rawan.
Status tanggap darurat bencana gempa bumi diturunkan menjadi Status Transisi Darurat Menuju ke pemulihan. Penurunan status ini diputuskan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemkot Jayapura dan Forkopimda Kota Jayapura selama 13 hari.
Terkait usulan dari DPC Peradi Jayapura meminta kepada Pj Wali Kota Jayapurab, Frans Pekey, untuk menutup sementara operasional Mal Jayapura yang berdiri sejak 2012 tersebut karena dampak gempa bumi dan ada bangunan yang retak sehingga hal ini demi menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung.
Asisten III Setda Papua, Derek Hegemur menyatakan, tim dari Pemprov Papua akan melakukan asesmen bangunan di RSUD Jayapura karena kerusakan yang dialami cukup parah.
Pemerintah Provinsi Papua melalui Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto mengimbau warga khususnya yang berada di Kota Jayapura untuk mewaspadai berita bohong atau hoax terkait gempa bumi.
Para pasien tersebut dievakuasi keluar dari ruang rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis di tenda darurat lantaran gempa bumi M5,4 yang mengguncang Kota Jayapura pada Kamis (9/2) sore. Gempa tersebut membuat bangunan rumah sakit mengalami kerusakan.
Meski terbilang sebagai gedung baru, karena diresmikan Juni 2019 lalu, namun keretakan akibat gempa nyata terlihat. Jika melihat dari kolom bangunan paling bawah sudah nampak keretakan yang cukup mengkhawatirkan.
Yang wajib pembelajaran daring ini, sebenarnya hanya untuk antisipasi trjadi hal yang tidak diinginkan bagi para siswa saat disekolah, namun karena saat ini siswa kelas VI, kelas X SMP dan kelas 12 SMA sudah mau ujian akhir, sehingga bisa diadakan sekolah tatap muka," ujar Frans Pekey di Jayapura, selasa, (14/2).
Moment Kunjungan Kerja, Ke Kota Jayapurra, selasa, (14/2) Menteri Sosial Tri Rismaharani, didampingi Staf Ahli Kemensos Bidang Rehabilitasi Sosial, Benhur Tomi Mano, merayakan hari Valentine bersama Anak Anak di Kamp Pengunsian, yang terletak di Jalan Kota Kota Jayapura Papua.
Risma menyampaikan mengaku kaget dengan dampak Kerusakan gempa di Kota Jayapura.
"Dari laporan yang diterima, memang kami mencoba melihat dan untuk kebutuhan seperti tenda atau kasur akan kami akomodir atau dikirim, termasuk yang sesegera mungkin bahan makanan dan dibagikan ke dapur-dapur umum," terang Risma.
Dalam kunjungannya, Mensos menyambangi tiga lokasi dengan agenda, Peninjauan bufferstok dan penyerahan santunan kepada keluarga korban gempa bumi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua di Jayapura.
Momen Kunjungan Kerja kee Kota Jayapurra, Selasa, (14/2) Menteri Sosial Tri Rismaharani, didampingi Staf Ahli Kemensos Bidang Rehabilitasi Sosial, Benhur Tomi Mano, merayakan hari Valentine bersama Anak-anak di Pengunsian, yang terletak di Jalan Kota Kota Jayapura, Papua.
"Tidak boleh lagi ada yang buka Cafe di pinggir laut di Komplek Ruko Ini, masih banyak tempat di Jayapura ini untuk buka rumah makan," tegas Abisai Rollo, saat meninjau titik kerusakan dan Posko Gempa, dibeberapa di Kota Jayapura Jumat (10/2).
“Kita akan segera tempatkan Sirene di wilayah sepanjang sini (perairan Kota Jayapura-red). Saireri, Biak, Serui dan titik lainnya,”Kata Plh Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun kepada wartawan, Kamis (9/2).
RSUD Dok II sendiri melakukan perawatan terhadap 77 pasien di tenda darurat hingga Jumat kemarin. Puluhan pasien ini terdiri dari pasien Ortopedi, pasien anak, kebidanan dan kandungan.
“Edukasi ini bisa disampaikan agen-agen yang mengikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi, baik kepada keluarganya, masyarakat dan siapapun,” kata Ridwan usai membuka secara resmi kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi 2023 yang digelar BBMKG Wilayah V Jayapura di Kota Jayapura, Jumat (10/2).
Apakah hanya untuk sekedar melihat tempat musibah ataupun menitipkan doa bagi para korban. Selain itu ada juga warga yang datang kemudian membuang beberapa tangkai bunga sebagai bentuk bela sungkawa.
“Masyarakat harus diberikan sosialisasi, sehingga mereka tahu pada tahap apa mereka harus bertindak,” kata Ridwan kepada wartawan, usai menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi 2023 di Jayapura, Jumat (10/2).
Asep mengakui, saat ini yang menjadi perhatian pemerintah pasca gempa adalah membuat posko untuk melayani warga yang mau sementara waktu tinggal di posko, karena rumahnya terdampak atau takut jika ada gempa susulan. Mereka yang ada di posko juga disiapkan makan dan minum serta ada layanan kesehatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura, Jan Wilem Rumere mengatakan, pasca peristiwa gempa yang terjadi beruntun ini belum ada laporan dari masyarakat, terkait dampak-dampak yang ditimbulkan pasca peristiwa tersebut.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kantor Cabang Kota Jayapura Rustan Saru mengungkapkan bahwa terkait dengn gempa bumi yang masih sering terjadi di Kota Jayapura, pihaknya menangantisipasi kebutuhan stok darat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Building Manager Mal Jayapura, Zulkarnaen Rachmat Sumakmo mengatakan, pasca gempa yang melanda Kota Jayapura pada Kamis (9/2) kemarin, cukup memberikan dampak bagi Mal Jayapura.
Kepala BPBD Papua William Manderi mengeluhkan 1000-an gempa yang melanda Jayapura dan sekitarnya namun hanya memiliki 1 Sirene peringatan dini yang berlokasi di belakang Kantor MR.
Wilayah sekitar Kota Jayapura masih terus diguncang gempa bumi. Berdasarkan hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak gempa bumi M4,9 (update M5.4) Kota Jayapura 2 Januari 2023
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menyampaikan bahwa aparat gabungan TNI/Polri dan instansi lainnya saat ini sedang membantu korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa tersebut. “Untuk gedung dan fasilitas umum lainnya serta korban saat ini masih didatakan oleh personel di lapangan,” katanya.
16 titik kerusakan di Kota Jayapura akibat gempa tektonik berkekuatan M 5,4 disusul gempa susulan lainnya yang mengguncang Kota Jayapura, Kamis (9/2) sekira pukul 15.28.02 WIT. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,50° LS ; 140,70° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada kedalaman 10 km.
Pj Sekda Kota Jayapura Roby Kepas Awi mengatakan, dampak dari Kejadian gempa bumi di Kota Jayapura, Kamis (2/9)kemarin, menyebabkan 4 orang meninggal dunia, maka pemerintah Kota Jayapura melakukan rapat pada sore harinya bersama Forkopimda.
Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 yang terjadi Kamis (9/2) siang kemarin di Kota Jayapura memakan korban jiwa. Empat orang dinyatakan meninggal dampak dari gempa ini. Hanya Polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas para korban. Namun yang terlihat adalah di lokasi Cirita Café di kawasan Ruko Dok II Jalan Soa Siu.
Gempa tektonik berkekuatan M 5,2 guncang Kota Jayapura, Kamis (9/2) sekira pukul 13.28.02 WIB. Hal ini membuat beberapa bangunan fasilitas umum, tempat makan dan jalan mengalami kerusakan.
Gempa berulang yang mengguncang Kota Jayapura Rabu malam (8/2) hingga Kamis dini hari memberi dampak ada sejumlah bangunan di Kota Jayapura. Dari beberapa informasi yang dirangkum di media sosial terlihat ada dua tempat ibadah yakni Masjid Nurul Amin Yapis, GKI Maranatha Polimak 1, Gedung Hasrat Abadi Polimak, Gedung Wali Kota menuju Dinsos Kota, termasuk dinding bangunan dekat Bank Mandiri dan sebuah rumah kos di Tasangka yang beberapa bagian dindingnya ambruk.
Setelah dua hari memilih berada di dalam tenda darurat akibat gempa susulan yang masih terjadi hingga Jumat (6/1) kemarin. Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, akhirnya kembali masuk ke ruangan Jumat kemarin.
Untungnya sejak hari Rabu (4/1) seluruh staf teknis di PDAM langsung diturunkan untuk melakukan monitoring dan perbaikan. Diperkirakan untuk perbaikan ini akan memakan waktu selama 3 hari, sehingga masyarakat atau pelanggan diminta bisa memaklumi situasi tersebut.
Kepala Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek mengatakan, kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kota Jayapura ini sangat unik
Penjabat Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, MSi menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jayapur tidak mengeluarkan status tanggap darurat atau siagama bencana, terkait dengan gempa bumi yang terjadi tiga hari belakangan ini. Menurutnya, tidak ditetapkan status siaga bencana ini, karena memang kondisi gempa bumi ini diperkirakan sudah mereda.
Berkaitan dengan gempa susulan yang masih terjadi, Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah melakukan rapat dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi kedepan akibat gempa susulan yang masih terjadi.
Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek mengatakan, tidak ada satupun teknologi canggih di dunia ini yang bisa memprediksi kapan gempa itu terjadi dan kapan gempa itu berhenti, namun pihaknya akan selalu memantau trend dari pada gempa itu.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha V S Kirana, mengatakan fenomena peristiwa alam gempa bumi yang beberapa hari ini dirasakan oleh masyarakat di Kota Jayapura, kabupaten Jayapura
Hingga kini, gempa susulan masih terjadi di wilayah jayapura. Warga pun kerap dibuat panik dengan gempa tersebut belum lagi soal informasi hoax yang kerap dibagikan orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura dalam pernayataannya menegaskan bahwa isu akan terjadi Tsunami adalah hoax namun warga tetap saja memilih mengungsi ke tempat yang aman.
Sejumlah pasien anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II hingga Rabu (4/1) petang masih berada di tenda-tenda darurat depan rumah sakit. Mereka enggan kembali masuk ke ruangan lantaran khawatir terjadi gempa bumi susulan.
Kepanikan warga pasca gempa yang terjadi sekira pukul 22.00 WIT ada Selasa (3/1) direspon warga dengan kepanikan. Ratusan warga yang tinggal di Dok VIII, Dok IX dan APO Pantai Distrik Jayapura Utara memilih untuk mengungsi.
Hingga tadi malam gempa susulan masih saja terjadi, kendati goncangan gempa tak sebesar Senin (2/1) lalu, namun masyarakat merasa was-was akan gempa tersebut.
Situasi gempa susulan yang terjadi sejak Senin (2/1) kemarin tidak hanya memberi efek kerusakan ringan pada bangunan infrastruktur tetapi juga menimbulkan rasa trauma. Beberapa warga mengaku sulit tidur nyenyak dan terkadang melompat sendiri ketika terjadi getaran meski bukan akibat gempa.
Berulang yang terjadi di Kota Jayapura hingga Kabupaten Keerom pada Senin (2/1) sini hari menimbulkan dampak. Tak hanya membangunkan banyak orang kemudian menuliskan dalam status tetapi juga ada beberapa bangunan fisik yang kabarnya terdampak.
Disaat sebagian besar masyarakat masih terlelap tidur tiba-tiba gempa yang lumayan kuat menggguncang Kota Jayapura dan sekitarnya, Selasa (2/1) kemarin itu membuat masyarakat panik dan langsung ke luar rumah, bangunan dan sebagainya. Gempa yang cukup kuat itu berlangsung beberapa kali dalam waktu cukup dekat.