Dari Kodap III/Ndugama, empat orang yang disebut ditindak masing-masing LG sebagai Danwil Mugi, KG sebagai Danops Yon Mugi, Peltu Us sebagai Wadanops Mugi, dan LW alias Medak-Medak yang disebut sebagai penasihat.
Sementara itu, dari Kodap XVI/Yahukimo, aparat menindak BK yang disebut sebagai Danops Kimpussa. Dari Kodap XVIII/Ilaga, terdapat JM yang disebut sebagai Danops Kepala Air, sedangkan dari Kodap XIII/Kegepa Nipouda terdapat OD yang disebut sebagai Danops Pos Awii Yugiyo.
“Nama lainnya adalah AK, yang disebut sebagai Wadanyon Lim Kelener dari Kodap XXXV/Bintang Timur. Selain itu, DT yang disebut sebagai staf operasi dan HM sebagai kepala keuangan dari Kodam III/Dulla, serta Colonel Ja yang disebut sebagai Komandan AL WST Papua dari unsur wilayah Domberai, ” ujar Lucky.
Lucky mengatakan, hasil operasi tersebut menunjukkan soliditas pasukan Satgas TNI yang bertugas di Papua. Menurut dia, dukungan informasi intelijen, termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN), turut membantu aparat mengidentifikasi lokasi pimpinan dan anggota kelompok yang menjadi sasaran operasi.
Ia menegaskan, operasi pengamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk memutus mata rantai aktivitas ilegal, mulai dari sumber perolehan senjata, jalur distribusi, jaringan pendukung, hingga sistem logistik kelompok bersenjata.
Penindakan terhadap tokoh-tokoh yang disebut memiliki peran dalam struktur OPM, lanjut Lucky, bertujuan memutus rantai komando dan mengurangi kemampuan operasional kelompok bersenjata tersebut. “Seluruh pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aturan pelibatan (rules of engagement), prinsip hukum yang berlaku, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.