Olahan Ikan Papua Tembus Amerika, Nelayan Lokal Jadi Penopang
Ikan tuna hasil tangkapan nelayan yang dijual di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi. Saat ini ekspor ikan ke luar negeri banyak ditopang dari hasil tangkapan nelayan kecil.
JAYAPURA-Produk olahan ikan Papua kembali menembus pasar Amerika Serikat. Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan ekspor sekitar 18 ton atau satu kontainer produk olahan ikan ke Los Angeles pada pekan ini. Pengiriman tersebut menjadi ekspor keempat ke negara tujuan yang sama, sekaligus membuka peluang bagi hasil perikanan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan penerimaan pasar Amerika terhadap produk olahan ikan Papua menjadi peluang yang harus dijaga. “Ini ekspor keempat dengan tujuan negara yang sama. Sebab, di sana produk kita diterima. Ini perlu dijaga dan dipertahankan karena merupakan peluang untuk pemasaran di luar Indonesia,” kata Iman kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/10).
Ia menjelaskan, pengiriman dilakukan dari Jayapura melalui Pelabuhan Surabaya sebelum diteruskan ke Amerika Serikat. Produk yang diekspor berasal dari hasil tangkapan nelayan kecil yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan.
Menurut Iman, capaian tersebut menunjukkan hasil tangkapan nelayan Papua memiliki peluang untuk memasuki pasar internasional. Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga ketersediaan ikan agar pengiriman tidak harus menunggu terlalu lama.
Saat ini, ekspor masih berlangsung sekitar tiga bulan sekali. Lamanya waktu pengiriman tersebut berkaitan dengan proses pengumpulan bahan baku yang masih mengandalkan hasil tangkapan nelayan tradisional. Ketika jumlah nelayan yang melaut berkurang atau hasil tangkapan terbatas, pemenuhan kebutuhan produksi pun membutuhkan waktu lebih panjang.
“Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah berapa banyak ikan yang bisa kita tangkap agar ekspor lebih cepat dari jadwal yang ada. Sebab, hampir tiga bulan sekali dan itu terlalu lama,” ujarnya.
JAYAPURA-Produk olahan ikan Papua kembali menembus pasar Amerika Serikat. Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan ekspor sekitar 18 ton atau satu kontainer produk olahan ikan ke Los Angeles pada pekan ini. Pengiriman tersebut menjadi ekspor keempat ke negara tujuan yang sama, sekaligus membuka peluang bagi hasil perikanan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan penerimaan pasar Amerika terhadap produk olahan ikan Papua menjadi peluang yang harus dijaga. “Ini ekspor keempat dengan tujuan negara yang sama. Sebab, di sana produk kita diterima. Ini perlu dijaga dan dipertahankan karena merupakan peluang untuk pemasaran di luar Indonesia,” kata Iman kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/10).
Ia menjelaskan, pengiriman dilakukan dari Jayapura melalui Pelabuhan Surabaya sebelum diteruskan ke Amerika Serikat. Produk yang diekspor berasal dari hasil tangkapan nelayan kecil yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan.
Menurut Iman, capaian tersebut menunjukkan hasil tangkapan nelayan Papua memiliki peluang untuk memasuki pasar internasional. Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga ketersediaan ikan agar pengiriman tidak harus menunggu terlalu lama.
Saat ini, ekspor masih berlangsung sekitar tiga bulan sekali. Lamanya waktu pengiriman tersebut berkaitan dengan proses pengumpulan bahan baku yang masih mengandalkan hasil tangkapan nelayan tradisional. Ketika jumlah nelayan yang melaut berkurang atau hasil tangkapan terbatas, pemenuhan kebutuhan produksi pun membutuhkan waktu lebih panjang.
“Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah berapa banyak ikan yang bisa kita tangkap agar ekspor lebih cepat dari jadwal yang ada. Sebab, hampir tiga bulan sekali dan itu terlalu lama,” ujarnya.