Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin nyata. Tekanan ekonomi, meningkatnya kecemasan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga minimnya perlindungan ter
Uskup Didampingi Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu dan mantan Bupati Merauke Romanus Mbaraka. Hadir pula Ketua DPRP Heribertus Silubun dan Ketua MRP Damianus Katayu dan Kapolr
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Dr. Suriel Semuel Mofu, menyampaikan bahwa perubahan status tersebut merupakan perwujudan visi besar Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You,
Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari para imam (pastor paroki), pimpinan kongregasi, biarawan dan biarawati, serta tokoh-tokoh awam yang akan bersa
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus untuk memperoleh masukan strategis langsung dari Bapa Uskup agar organisasi dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi Gereja maup
‘’Pada malam mini sebuah catatan sejarah bagi kita. Sebuah momentum penting bagi umat Katolik dan umat Kristen pada umumnya, karena kita peringati dan kita wujudkan dalam sebuah kehidupan bersama. Kenapa kita bergembira.
Diawali dengan pemberkatan oleh Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi. Setelah pemberkatan, dilanjutkan dengan prosesi adat, dimana seekor babi jantan dibunuh dengan cara ditoki (dipukul pada bagian kepala,red)
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, kawasan perumahan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada unit ternak ayam petelur, ternak babi, perikanan, kebun, dan pengelolaan air bersih yang
Dalam imbauannya, Kardinal Ignatius Suharyo menekankan pentingnya membaca situasi saat ini sebagai tanda-tanda zaman. "Mencermati kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan beberapa hari terakhir ini, kita diajak untuk me
Perayaan Misa Syukur tersebut dipusatkan di Patung Hati Kudus Yesus, Bandara Mopah Merauke. Ribuan umat Katolik swe-Kevikepan Merauke hadir dalam perayaan syukur tersebut dipimpin langsung Uksup Agung Merauke Mgr Petrus
Ketua Panitia A. Dani melaporkan, pembangunan Pastori yang dimulai tahun 2022 ini menelan anggaran sebesar Rp 621 juta yang diperoleh dari sumbangan umat Paroki Santo Mikhael Kudamati, donatur dan sumbangan dari Pemerint
"Kemarin saya sempat membaca beritanya bahwa Uskup Keuskupan Jayapura Pastor Mgr Yanuarius Watopai menyarankan agar mas Gibran menemui KKB dan berdiskusi langsung agar ketahuan apa yang jadi masalah. Alangkah baiknya jik
Menurutnya, pendekatan dialog dengan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat umum sangat penting untuk memahami realitas di lapangan.
Ia mengatakan Stefanus adalah martir pertama selain sang martir Agung yaitu Yesus Kristus. Jelasnya, Stefanus adalah orang kedua mengikuti teladan kematiran sang gurunya, yang berani mempertahankan prinsip pilihan iman
Paskalis mengatakan, kehadiran PBHK di Tanah Papua, khususnya di Selatan Papua, merupakan suluh terang yang tidak hanya membawa pelayanan iman, namun juga pengabdian konkret kepada masyarakat.
Ia juga mengenang kedekatannya dengan Uskup Yan You, yang sudah terjalin sejak masa tugasnya sebagai Kapolda. Saat itu, Uskup Theofilus menjabat sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Tanah Papua (PGGP), dan keduan
Misa yang merupakan ibadah pembuka tahbisan Uskup Timika, juga dihadiri para uskup dari seluruh Indonesia beserta para pastor, biarawan dan biarawati. Dalam misa tersebut, Mgr. Bernardus Baru mengucapkan sumpah setia, se
Menurut Uskup Mandagi, terlibat dalam kepanitiaan Pesparani tingkat Provinsi Papua Selatan yang pertama ini merupakan salah satu tugas pewartawaan dari setiap umat Katolik yang diutus untuk bersaksi dan melayani. Karena itu, dia berharap, Pesparani Papua Selatan I ini berjalan dengan sukses.
Pastor Bernardus menyebut, hanya dengan rahmat Tuhanlah hal ini dapat terjadi. Pada kesempatan tersebut, Pastor Bernardus pun kembali merefleksikan pengalaman Santa Agustinus tentang pengalamannya ketika dipilih menjadi Uskup di salahsatu keuskupan di Afrika Utara pada tahun 354.
Surat ini juga erat kaitannya dengan perayaan Sinode yang dicanangkan sejak Pentakosta Mei 2024 dan akan berakhir pada 2 Februari 2026. Dalam suratnya, Uskup Yan menegaskan bahwa tujuan utama sinode ini adalah menentukan arah baru bagi Keuskupan Jayapura.Sebagai langkah awal, dilakukan evaluasi terhadap visi-misi lama, yakni "Membangun Gereja Mandiri yang Misioner," yang telah diterapkan pada masa penggembalaan Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM.
Pentahbisan diawali dengan penyerahan kedua calon imam dari keluarga masing-masing kepada Uskup Mandagi untuk ditahbiskan. Saat penyerahan itu, Uskup Mandagi berpesan kepada keluarga bahwa tugas mereka sebagai orang tua belum selesai. Karena sebagai imam baru, keduanya masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari keluarga untuk menjadi imam yang baik, yang melayani umat, berdoa dan mengadakan ekaristi.
Adapun proses sinode tersebut untuk menentukan arah dasar gerak pastoral gereja katolik keuskupan Jayapura ke depan. Dalam rangka menuju Sinode itu, ada dua tahap yang mesti dilalui bersama, yaitu, evaluasi seluruh gerak pastoral selama tahun-tahun yang sudah lalu.
Melalui diskusi tersebut, mencari pemikiran kritis demi pengembangan penyelenggaraan sekolah YPPK menjadi sekolah yang bermutu ked epan. Oleh karena itu, Yayasan kedepan hendaknya meningkatkan mutu pendidikan melalui kebijakan sekolah penggerak dengan manajemen berbasis sekolah.
Saat membacakan surat duta besar Vatikan untuk Indonesia, terungkap bahwa Uskup Petrus Canisius Mandagi telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai Uskup Agung Merauke tertanggal 2 Mei 2024 yang ditujukan kepada Paus Fransiskus karena telah berusia 75 tahun.
Momentum itu, Mgr. Yan You mengingatkan Susan untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, berani membangun dialog dan kerja sama, serta terbuka terhadap nasihat yang diberikan oleh hierarki Gereja Katolik.
Dia mengharapkan masyarakat luar, harus bekerjasama dengan masyarakat adat, maupun OAP pasa umumnya. Sebab mereka telah memberi ruang bagi masyarakat luar mencari nafkah di bumi cendrawasih ini. "Saya mohon kita semua tetap bekerjasama dengan tokoh adat maupun tokoh masyarakat Papua," pintanya.
Keenam imam baru Keuskupan Jayapura ini, semuanya dari Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau sering disebut Ordo Fransiskan. Yakni Agustinus Ampur OFM, Benyamin Tanang, OFM, Diakon Matius Yeriko, OFM, Diakon Ronaldus Jemai, OFM, Diakon Stefanus Noverto,OFM, Diakon Ignasius Yosef Silubun, OFM.
Dikatakan, peran gereja Katolik untuk Pembangunan Papua cukup besar, Gereja akan menjadi wadah untuk merangkul umat umatnya, mengajak umat umatnya untuk terlibat aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah, berkerjasama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta semua masyarakat yang ada di Provinsi Papua.
Untuk memajukan kualitas pendidikan di Papua melalui YPPK, Uskup akan mendorong Kepala Sekolah dan guru guru di YPPK harus berkualitas dan memenuhi empat kompotensi guru yakni kompotensi kepribadian, sosial, pedagogik dan profesionalitas.
Menurut Uskup berumur 75 tahun ini ada beberapa hal yang ingin ditunjukan Paus sehingga mau mengunjungi Indonesia. Pertama, Paus mau datang ke Indonesia karena mau menghargai orang Katolik di Indonesia.
Ia juga berharap WKRI Keuskupan Jayapura harus berperan aktif untuk berkerja sama dengan organisasi wanita lainnya yang ada di tanah Papua, ini terkhusus di Kota Jayapura. Karena menurut Monsinyur Yanuarius, peran ibu-ibu dalam keluarga sangatlah penting.
Uskup Yan You menegaskan meski RS. Dian Harapan dikelola Yayasan Katholik, namun untuk pelayanan terbuka untuk semua orang. "Meskipun dikelola katholik, tapi tidak ada pembatasan untuk semua, karena semua orang punya hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," tegas Uskup Yan.
Sebab menurutnya untuk menjalankan UNIKA, maka perlu sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar di kampus tersebut. “Gereja hadir dari dulu sampai sekarang. Bahkan, sampai nanti selalu bergelut dengan pendidikan. Untuk itu, SDM terus kita siapkan,” ujarnya.
Uskup Emeritus Leo Laba Ladjar, OFM dalam homilinya menyampaikan bahwa Peristiwa Paskah merupakan langkah pertama untuk memulai kehidupan yang baru, yaitu kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi Tuhan dan sesama. Juga menjadi pribadi yang baru yang lebih beriman dan percaya.
Adapun hari raya Jumat Agung menjadi rangkaian dari Tri Hari Suci Paskah yang diikuti umat, kristiani untuk memperingati kisah penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Jumat Agung biasanya diidentik dengan tradisi cium salib yang dilakukan di masing-masing gereja.
Dirinya juga mengingatkan akan pesan Injil untuk hidup damai, pesan persaudaraan, pesan tanpa adanya kekerasan dan permusuhan. Uskup juga berharap seluruh masyarakat Papua tidak Golput pada Pemilu 14 Februari besok lusa.
Berkaitan dengan itu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, mengeluarkan surat gembala kepada seluruh Umat Katolik yang ada di Keuskupan Agung Merauke dengan teman menjadi saksi Kristus.
“Stop kekerasan, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah,” tegas Uskup Jayapura, Mgr. Dr. Yanuarius Teofilus Matopai You, yang juga sebagai Ketua Umum PGGP dalam khotbahnya saat ibadah syukur dan KKR Hari Pekabaran Injil (HPI) ke-169, di GOR Cenderawasih, Senin (5/2) kemarin.
Bahkan yang membahagiakan, karena dari ketiga tahbisan tersebut satu diantaranya merupakan Putra Marind sekaligus menjadi orang keempat dari Suku Marind yang menjadi Pastor sejak Agama Katolik masuk Papua Selatan tahun 1905 lalu.
Natal bersama ini dihadiri sejumlah pastor degan selebran utama Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi dengan mengambil tema nasional Kemuliaan Bagi Allah dan Damai di Bumi dengan sub tema bangkit dan bergerak untuk keluarga, gereja, bangsa dna tanah air (pro familia ecclesia et patria).
Namun Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC memberikan sejumlah catatan moral kepada para pemilih di Keuskupan Agung Merauke dalam menjatuhkan pilihannya. Pertama, menurut Uskup Mandagi adalah harus mengetahui rekam jejak dari caleg yang akan dipilih tersebut.
Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC, yang memimpin dan membawakan renungan pada natal terkait dengan kelahiran Yesus Kristus, dimana para gembala di padang gurun yang pertama mendapatkan kabar suka cita tentang kelahiran Yesus Kristus tersebut.
Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyampaikan terima kasih kepada Pj.Gubernur Papua Selatan yang telah membantu melancarkan jalannya open house tersebut dimana diketahui telah memasuki tahun 2024 sehingga menyambut tahun baru ini yaitu dengan penuh harapan yang baik.
Prosesi misa penjubahan tersebut diawali dengan penyambutan tari-tarian Papua, kemudian dilanjutkan dengan tarian adat dari Suku Tanimbar, Maluku Tenggara. Dalam prosesi tersebutm satu persatu dari calon imam ini dipanggil kemudian menuju Uskup Mandagi kemudian dilakukan penjubahan.
Karena itu, menyongsong hari yang sangat kudus dan suci ini, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, menyampaikan pesan Natal untuk tahun 2023 ini. Dalam surat gembalanya, Uskup menyebut bahwa meski tahun politik atau pesta demokrasi dilaksanakan tahun 2024 mendatang, namun saat ini sudah mulai terasa.
“Kita dituntut untuk menjaga persatuan dan kesatuan, baik dengan 9 paroki yang ada di wilayah Dekenat Pegunungan Tengah maupun dengan gereja lain serta dengan agama lain untuk bersama –sama membangun Lembah Baliem dalam suasana yang damai,”ungkapnya dalam misa syukuran bersama ribuan umat Katolik dari 9 Paroki di Jayawijaya.
Uskup Yanuarius langsung dijemput Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogibi, SH, MHum, Asisten 1 Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Drs, Wasuok Demianus Siep, Pastor Dekenat Pegunungan Tengah, Cornelis Kopong Pr, dan sejumlah pastor Paroki yang ada di wilayah itu.
Setelah ditahbiskan menjadi Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You serukan agar semua pihak harus hidup berdamai di tanah Papua. "Hentikan kekerasan, kita sama-sama hidup damai. Mari kita sama-sama melakukan rekonsiliasi perdamaian," ujar Mgr. Yanuarius Theofilus Maatopai You dalam sambutannya, di Gereja Kathedral Kristus Raja Jayapura, Kamis, (2/2).
Seusai doa tahbisan dilanjutkan ritus pelengkap yakni Pengurapan dengan minyak krisma (Annointing with Chrism Oil), penyerahan kitab injil, cincin, mitre, tongkat (the staff) yang diserahkan oleh pihak keluarga dibawa Pj Walikota Jayapura Frans Pikey.
Puncak peresmian setelah Uskup Agung Piero Piopo menumpangan tangan diatas kepala Uskup Mgr. Yan You, dan doa tahbisan oleh para uskup-uskup yang hadir pada acara penahbisan tersebut.
Mgr. Yanuarius Thefilus Matopai You ditahbiskan di Gereja Katedral Kamis (2/2) hari ini. Mgr Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr terpilih sebagai Uskup Jayapura oleh Paus Fransiskus, menggantikan Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM.
Misa pentahbisan Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Thefilus Matopai You, akan dilaksanakan di Gereja Kathedral Kristus Raja, Dok V Jayapura, Kamis, (2/2) hari ini, pukul 09.00 WIT.
Pentahbisan Uskup Yan You akan dipimpin langsung oleh, Uskup Agung Piero Pioppo, selaku Duta Besar Vatikan untuk Indonesia.
Setelah 25 tahun, tepatnya sejak 29 Agustus 1997 silam, Uskup Leo Laba Ladjar OFM, mulai memimpin Keuskupan Jayapura. Dengan rentang waktu yang panjang ini, pria kelahiran 1943 itu, akhirnya mengajukan pengundurkan diri dari jabatanya sebagai Uskup di Keuskupan Jayapura lantaran kondisi kesehatanya saat ini mulai menurun.
Kurang dari satu minggu lagi, atau tepatnya Kamis (2/2) minggu depan, Uskup terpilih Keuskupan Jayapura, Dr. Yanuarius Teofilus Matopai You Pr, atau biasa disapa Pastor Yan You, akan ditabiskan oleh Mgr Piero Pioppo selaku Duta Besar Tahta Suci Vatikan di Indonesia. Prosesi pentahbisan akan berlangsung di Gereja Katedral Kristus Raja Dok V, Kota Jayapura. pua.