JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua berupaya mempertahankan angka inflasi di level 3,5 persen hingga akhir 2026, terutama menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Hal ini terungkap dari rapat pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat melalui konferensi video yang diikuti Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri di Gedung Negara, Senin (14/9).
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, Papua masih berada pada angka inflasi sekitar 3,5 persen dan menjadi salah satu yang terendah secara nasional.
“Dengan terendah namun kita perlu jaga karena ini sudah bulan terakhir memasuki Natal dan Tahun Baru,” kata Christian kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi ketersediaan sejumlah bahan pokok saat ini relatif aman. Perum Bulog melaporkan stok beras masih mencukupi, sementara ketersediaan cabai rawit dan sejumlah komoditas pangan lainnya juga dalam kondisi aman.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi mengendur. Pemprov Papua dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Christian mengatakan, koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan daerah-daerah yang menjadi pusat distribusi dan konsumsi, termasuk Kota Jayapura dan Biak Numfor, mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Karena itu kita akan rakor yang dikoordinir oleh TPID Provinsi Papua,” ujarnya.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua berupaya mempertahankan angka inflasi di level 3,5 persen hingga akhir 2026, terutama menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Hal ini terungkap dari rapat pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat melalui konferensi video yang diikuti Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri di Gedung Negara, Senin (14/9).
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, Papua masih berada pada angka inflasi sekitar 3,5 persen dan menjadi salah satu yang terendah secara nasional.
“Dengan terendah namun kita perlu jaga karena ini sudah bulan terakhir memasuki Natal dan Tahun Baru,” kata Christian kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi ketersediaan sejumlah bahan pokok saat ini relatif aman. Perum Bulog melaporkan stok beras masih mencukupi, sementara ketersediaan cabai rawit dan sejumlah komoditas pangan lainnya juga dalam kondisi aman.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi mengendur. Pemprov Papua dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Christian mengatakan, koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan daerah-daerah yang menjadi pusat distribusi dan konsumsi, termasuk Kota Jayapura dan Biak Numfor, mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Karena itu kita akan rakor yang dikoordinir oleh TPID Provinsi Papua,” ujarnya.