Ia terpilih mewakili Papua untuk menerima penghargaan berdampingan dengan 14 sosok tokoh lainnya ditingkat nasional. Petronela diberi penghargaan yang disaksikan Wakil Presiden ke 6, Tri Sutrisno dan Menteri Pemberdayaan Perempuan, I Gusti Agung Putri.
Vice President Enviromental Departement PTFI Gesang Setiyadi dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari lingkungan hidup sudah beberapa kali digelar di Kota Timika, sehingga ia berharap kegiatan tersebut bisa mengenalkan apa yang sudah dilakukan PTFI khususnya dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.
Vice President Division Environmental PTFI, Gesang Setyadi menjelaskan, ini dilakukan untuk menjaga lingkungan kerja dan wilayah yang dikelola PTFI tetap bersih dan ramah lingkungan.
Pada pembukaan rangkaian kegiatan World Enviromental Day Expo 2024, sejumlah pengendara sepeda, motor hingga mobil listrik mengikuti parade kendaraan ramah lingkungan yang dibuka secara langsung oleh Vice President Divisi Environmental PTFI, Gesang Setyadi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu, di depan Graha Eme Neme Yauware.
Sekda Hana berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta sebagai operator SP4N Lapor dalam memantapkan operasionalisasi prosedur operasi standar SP4N Lapor di dalam sektor air minum bersih, sanitasi dan pengelolaan sumber daya air.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, berdasarkan penilaian juri lintas profesi, beragam aksi kepedulian AHM untuk negeri ini diapreasiasi dengan penghargaan Gold Champion in Corporate Social Responsibility Program untuk Kelompok Perusahaan Swasta Nasional.
Dijelaskan, sebenarnya pembayaran upah kerja ini mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan adanya kekurangan tanaman pohon bambu, karena dengan panjang 78 km yang ditanam pohon bambu, ternyata banyak bibit pohon bambu yang dibawa rusak sehingga harus diganti dan sekarang sudah selesai diganti dan di tanami sehingga dilakukan pembayaran upah terakhir.
Tanpa menunjukan identitasnya atau kartu tanda pengenal diri sebagai penyidik (PPNS) dan surat tugas, surat perintah penyelidikan dan surat perintah penyidikan, serta Surat perintah penyitaan penyitaan, namun tiba tiba pejabat PPNS ini langsung melakukan penyitaan dan penyegelan kayu milik pemohon, dengan memasang tanda batas (police line) sebagai isyarat bahwa kayu milik Pemohon tidak diperkenankan dipindahkan atau diangkut karena telah disita dan dibawah penguasaan Termohon.
Sampah plastik yang berhasil ditampung oleh depot ini, sudah memperlihatkan hasilnya. Dimana ada sekitar 81 kilogram limbah plastik yang kemudian ditukarkan dengan rupiah mengasilkan 121 ribu rupiah, di Bank Sampah Biak.
Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri mengatakan, Pemkab Jayapura melalui DLH telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan sesuai jam yang telah diatur.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray, dalam sambutanya mengatakan, Provinsi Papua sebagai provinsi yang memiliki hutan alam tropis di Indonesia turut berkomitmen dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan menjaga hutan dan melindungi keanekaragaman hayati serta memastikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan.
Namun dalam kenyataannya, dari hasil pengawasan yang sudah dilakukan pihaknya dari sekian banyak pengembang yang sudah mendapatkan IMB ternyata tidak semuanya melaksanakan ketentuan yang sudah disepakati dalam IMB itu. Terutama terkait dengan penyediaan fasilitas sampah bagi kawasan perumahan yang dibangun oleh pihak pengembang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, Jece Mano mengatakan, untuk mencapai target itu memang dibutuhkan kerja keras terutama terkait dengan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang mumpuni. Sebab, ketika bicara retribusi maka pemerintah sudah harus bisa menyiapkan layanan yang baik.
"Masyarakat di Kota Jayapura tidak boleh membuang sampah di sembarang tempat, pemerintah harus memperhatikan regulasi yang sudah ditetapkan dan dikeluarkan, itu harus ditegakkan. Itu harus dijalankan dan tidak sebatas wacana saja, harus dilakukan penegasan itu terutama regulasi yang sudah ada," kata Petronela Merauje, belum lama ini.
Hal ini menurut Jece Mano, disebabkan karena tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah masih sangat rendah. Itu dibuktikan dengan masih banyaknya sampah-sampah dibuang di sembarang tempat.
Kegiatan ini menghadirkan Prof Auldry F Wolokouw yang merupakan pakar terkait lingkungan hidup. Disini Aldry bercerita banyak dan menjelaskan tentang manfaat pohon bakau termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Biak Numfor, Iwan Ismulyanto, AP, di Biak sendiri ada kurang lebih 20an komunitas yang bergerak memberikan kontribusi dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Komunitas ini tergabung dalam Rumah Komunitas Byak (RKB).
Yang cukup populer adalah Perda Nomor 10 tahun 2007 terkait penyelenggaraan kebersihan yang kemudian diubah menjadi Perda Nomor 15 tahun 2011 dan kembali dilakukan perubahan menjadi Perda Nomor 13 tahun 2017. Lalu terkait plastik berbayar yang mulai diberlakukan sejak 1 Februari 2019 lalu. Meski demikian hingga kini dari dua regulasi ini masih bisa dibilang belum efektif membantu mengubah paradigma.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Employee Volunteer Program (EVP) dan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian insan PLN dalam merawat lingkungan. Dari sampah-sampah yang berserakan di bibir pantai selanjutnya dilakukan penimbangan selanjutnya pemilahan.
Hal ini disampaikan Frans Pekey menanggapi adanya informasi yang beredar di media sosial terkait dengan adanya aktivitas oknum masyarakat yang melakukan aktivitas pesta miras di Puskesmas Abe Pantai Kota Jayapura.
Gerebek sampah ini dihadiri Sekda Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, Kapolsek Heram Iptu Bernadus Y. Ick, serta diikuti oleh Komunitas pecinta alam Kota Jayapura."Kegiatan diawali dengan bersih-bersih kali belakang jembatan expo, dilanjutkan dengan menyisir sampah di depan SMKN 8 Kelurahan Waena," jelas Kapolsek Heram Iptu Bernadus Yunus Ick.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Budiono mengatakan, penyerahan peralatan pengolahan sampah plastik kepada komunitas bakau itu sebagai upaya pihaknya rangka mewujudkan wilayah Papua secara khusus kota Jayapura bebas sampah dan menjadikan Kota Jayapura sebagai kota yang bersih dan sehat.
Dikatakan Bhabinkamtibmas Kampung Sidomulyo bahwa pelaksanaan DDS ini memiliki maksud dan tujuan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan pemuda. Disini dilakukan dialog tentang situasi Kampung Sidomulyo.
Pada kegiatan reses tersebut Wakil Ketua 1 DPRD Kota Jayapura, Joni Y. Betaubun mengapresiasi management Hotel Aston Jayapura atas partisipasinya dan keaktifannya membayar pajak air bawah tanah.
Gesang mengatakan, salah satu kunci keberhasilan PTFI dalam menjaga keanekaragaman hayati di Papua adalah kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA) Papua, lembaga swadaya masyarakat bidang konservasi, dan pemerintah daerah propinsi maupun kabupaten.
Sebanyak 200 orang mengikuti penghijauan di area Grasberg terdiri dari perwakilan karyawan PTFI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, perwakilan tokoh agama Tembagapura dan komunitas istri karyawan. Di kawasan seluas 1 hektar, mereka menanam sebanyak 400 bibit tumbuhan endemik ekosistem alpine Pegunungan Tengah Papua seperti Coprosma brassii, Olearia sp., Rhododendron sp., Tasmania piperita., Cyatea sp., Papuacalia sp.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura Djoni Naa mengajak masyarakat di Kota Jayapura supaya menjaga kebersihan di saluran drainase masing-masing terutama di jalan-jalan lingkungan yang ada di wilayah Kota Jayapura.
Dari potensi hutan mangrove yang dimiliki seluas 3,37 juta hektar dan masih memiliki potensi di angka 700 ribu hektar, maka peluang untuk aktif terlibat dalam menurunkan emisi rumah kaca dan karbon sangat terbuka.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pihaknya pun mengambil langkah cepat untuk menutup TPS-TPS liar di wilayah Kelurahan Inauga dengan memasang garis polisi (Police Line) dan memasang tanda larangan membuang sampah sembarangan serta informasi terkait kebersihan lingkungan melalui spanduk.
Direktur Walhi Papua, Maikel Peuki menjelaskan bahwa diskusi yang dilakukan untuk mengingatkan kembali para pegiat lingkungan terkait hari bumi. Masih banyak PR yang harus dilakukan terkait kondisi lingkungan di Papua apalagi dengan kondisi terkini saat ini dimana ada sejumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang secara tidak langsung akan memberi ancaman bagi terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat dan juga hutan ada yang tersisa.
Memang benar dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan di Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum-KLHK) di Jakarta memutuskan untuk dinaikkan statusnya, kata Kasi 3 Gakkum BPPHLHK KLHK Maluku-Papua Muhammad Anis kepada Antara, Jumat.
Agar program ini berjalan dengan baik, pemerintah tidak saja membiarkan masyarakat bekerja sendiri, tetapi pemerintah juga memberikan dukungan penuh terutama dengan penyiapan bibit tanaman pohon secara gratis kepada masyarakat. Program ambil bibit gratis ini diharapkan menjadi supaya untuk menarik perhatian masyarakat supaya terus menjaga kawasan hutan di papua dengan melakukan penanaman pohon.
"Saya minta masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungan tidak membuang sampah di sembarang tempat dan secara swadaya membersihkan lingkungannya masing-masing tidak selalu mengharapkan pemerintah," ujar Frans Pekey, belum lama ini.
Kepada Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Jan Jap Orumeseray menyebut faktor utama bencana banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura itu karena curah hujan yang tinggi.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Jan Jap Orumeseray mengatakan moment tersebut menjadi refleksi dan evaluasi atas apa yang telah dilakukan KLHK Papua selama ini, untuk menjaga hutan sebagai elemen dan struktur pembentuk bentang alam dan lingkungan, serta semua faktor yang saling mempengaruhi di alam.
Ia sendiri telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN yang telah mengabdi selama kurang lebih 30 tahun. Di hadapan pegawai Dishut maupun BBKSDA ia menyampaikan kepada seluruh rimbawan di Papua untuk berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Dia mengatakan,hampir semua kawasan cagar alam Cycloop sudah dirambah dan dirusak oleh oknum masyarakat. Sebagian besar lahan tersebut dialihfungsikan untuk lahan pertanian. Karena itu, butuh komitmen semua pihak untuk menjaga kawasan cagar alam Cycloop.
Untuk itu, Tim kesehatan dari Puskesmas Hamadi berjumlah sembilan orang petugas, mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat gigi, perawat umum, dan ahli gizi turun ke sekolah-sekolah. Petugas melakukan skrining awal terhadap kesehatan anak-anak sekolah.
Ini tak lepas dari proses abrasi yang terus terjadi beberapa tahun terakhir. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Ormuserai menyampaikan bahwa peluang Pantai Ciberi untuk terus terkikis abrasi dan akhirnya hilang sangat mungkin terjadi.
Disini ia juga menyampaikan bahwa dari dokumen yang dimiliki terpidana termasuk menyangkut sertipikat dan rekomendasi dari BBKSDA kata Ormuserai ia bisa memastikan semua menyalahi.
Kali ini, penanaman pohon dipusatkan di Kampung Waibron Banu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Selain penanaman pohon, dalam peringatan Hari Air Dunia yang tahun ini mengusung tema "Water For Peace (Air untuk Perdamaian", BWS Papua juga melaksanakan dua kegiatan lainnya yaitu kegiatan SDA Goes To School, dan Kuliah Umum/Seminar yang dipusatkan di Kota Jayapura.
Tenaga ahli Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan bidan Manajemen Landscape Fire, Rafles Perotestes Panjaitan mengatakan, tema besar yang menjadi perhatian pemerintah pusat hingga daerah berkaitan dengan hari sampah nasional tahun ini adalah bagaimana penanganan terhadap sampah-sampah plastik yang saat ini sudah menjadi masalah baik di tingkat nasional bahkan internasional.
Dr Rafles B. Panjaitan, M.Sc,mengatakan, kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan Ke-41 tahun 2024 dirangkai dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia dan untuk di Papua dilaksanakan di Kabupaten Jayapura dengan menanam 500 bibit pohon di daerah lingkungan masyarakat Dosay. Pohon yang ditanam ada pohon buah buahan, sehingga jika nanti sudah besar dan berbuah, hasilnya bisa dinikmati masyarakat.
Mulai dari undang-undang RI 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kemudian ada undang-undang RI Nomor 18 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, kemudian ada PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Karena pensiunan-pensiunan kehutanan ini terdiri dari kelompok-kelompok profesional di bidang kehutanan. Profesinya bermacam-macam ada yang berperan sebagai penguji hasil hutan, pengukur hasil hutan, pengawas Kehutanan dan mereka yang masih mempunyai fisik yang bagus akan diupayakan bekerjasama dengan paramitra kerja untuk bagaimana bisa berdayakan para pensiunan tersebut.
Direktur Wholesale Risk and Asset Management Bank BTN Elisabeth Novie Riswanti mengungkapkan, Bank BTN akan terus mendorong pembiayaan rumah berbasis ramah lingkungan dengan menggandeng berbagai pihak. “Kami juga mendorong implementasi go green,“ ungkap Novi dikutip dari situs btn.co.id.
Salah satu warga, yang ikut dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) mengaku, sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Di mana program itu memberikan pemberdayaan secara ekonomi bagi masyarakat. Kemudian yang paling penting adalah ada manfaat jangka panjang yang akan diterima oleh masyarakat di kabupaten dan Kota Jayapura.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, apa yang telah diarahkan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan lingkungan hidup terkait dengan pengelolaan sampah APK ini tentu akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas teknis.
Dia mengatakan, konsentrasinya bahkan tidak hanya di kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop, tetapi hutan adat lainnya milik masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, yang nota bene masih memiliki cadangan hutan yang sangat luas. Dalam aksi penyelamatan yang ditawarkanya itu, pihaknya menggandeng masyarakat menjalankan program menanam pohon buah.
Pdt. Rudolf Steven Arim mengatakan, di Klasis Tanah Merah masih banyak lahan-lahan kosong milik masyarakat adat yang belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Karena itu melalui program penghijauan dengan pembagian bibit gratis yang dilakukan oleh Kadishut Provinsi Papua, ke depan lahan-lahan bisa ditanami pohon-pohon buah yang bernilai ekonomi .
Bas Suebu menyebut, kerusakan kawasan penyangga gunung siklop saat ini sudah sangat nyata dan itu sangat mengancam ekosistem termasuk manusia yang tinggal di bawah kaki gunung siklop. Dia pun mengingatkan kembali bencana alam dahsyat yang pernah terjadi pada tahun 2019 lalu telah memakan banyak korban hingga ratusan nyawa hilang dan tidak ditemukan sampai hari ini.
Dikatakan, penanganan jalan melalui mekanisme inpres tersebut usulannya dari Pemkot Jayapura. Tetapi ditangani oleh Balai Jalan, seperti Jalan Patin dan Jalan Swakarsa di Koya Timur, Jalan Baring-baring di Koya Barat, Jalan Rambutan.
Pelanggaran HAM berat yang dimaksud Emanuel sebagaimana diatur pada Pasal 11 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2005 tentang ratifikasi kovenan Internasional tentang hak ekonomi sosial dan budaya.
Kedatangan pria yang akrab disapa BTM bersama istri Dr. Christine RI Luluporo, S.IP., M.AP., yang juga anggota DPR Papua tidak hanya melihat kondisi warga yang tertimpa musibah kebakaran, tetapi juga menyerahkan bantuan Sembako.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuserai, mengatakan ibadah syukur yang dilakukan untuk mensyukuri semua nikmat dan berkat Tuhan kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan DKLH dan jajarannya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan, penanaman itu melibatkan 50 kelompok masyarakat lokal. Karena itu kata dia bertepatan dengan moment Natal dan menjelang tahun baru, pihaknya mulai melakukan pembayaran upah terhadap tenaga kerja yang sudah melakukan penanaman pohon bambu.
Apa yang bisa dilakukan para pegiat lingkungan sebelum mengakhiri tahun 2023 dan apa yang bisa disikapi terkait agenda pesta demokrasi 2024? Yang jelas kelompok muda ini perlu menentukan sikap, sebab jika sebuah kebijakan tidak dikawal dengan baik maka peluang sewenang – wenang dan tidak melihat kondisi terkini juga akan terabaikan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray (JJO) mengatakan, melalui kegiatan itu pihaknya berharap masyarakat di kampung-kampung bisa bangkit dari sisi ekonomi. Artinya output dari pelatihan itu bisa memberdayakan ekonomi masyarakat di kampong, yang kemudian bisa mengarah pada kehidupan yang lebih sejahtera.
"Ini akan menjadi perhatian kita, kemarin kita sudah melihat bersama-sama kasus yang di Pantai Hamadi (hutan mangrove). Yang berikut ini kita akan melihat lagi seperti apa, untuk Cyclops ini, dan harus ada tindakan hukum yang sama seperti apa yang kita sudah lakukan di Pantai Hamadi. Kita akan panggil pihak-pihak terkait, untuk bagaimana kita tindaklanjuti itu. Karena itu sangat merusak," tegasnya.
“Banyak sampah di Kali Acai yang sengaja dibuang oleh warga sekitar. Saya pikir ini harus ditertibkan. Warga di sekitar kali kalau perlu dipindahkan,” kata Lurah Wai Mohrock, Marthen Nasda.
Untuk masyarakat Kota Jayapura bisa jadi lebih kental dengan informasi kebakaran bangunan namun siapa sangka kebakaran lahan hingga kini terus terjadi. Selain mereka yang bergelut dengan api rasanya tidak banyak orang yang peduli terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan lahan maupun hutan.
Anastasya Manong selaku Jubir AMPERAMADA Papua, menyatakan Perjuangan Frengky Woro (Pimpinan marga Woro) sebagai bagian dari Suku Awyu untuk memperjuangkan tanah adat dan hutan adat Marga Awyu dari Investasi Kelapa Sawit oleh PT IAL telah memasuki tahapan akhir.
Dia menyebutnya, aksi pengerusakan terhadap kawasan suaka alam belakangan ini dilakukan secara masif. Ini tentunya tidak hanya menganggu ekosistem yang ada dikawasan tersebut, tetapi juga dapat memberikan dampak buruk jangka panjang bagi keberlangsungan manusia disekitarnya.
"Beberapa hal penting yang perlu di ingat dan di jalankan yakni prioritaskan keselamatan saat melaut untuk menangkap ikan, larangan penggunaan bahan peledak dalam penangkapan ikan serta tidak terjerumus dalam pengedaran Narkotika dan juga tidak mengkonsumsi minuman beralkohol," jelas Kasat Polair
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/10) kemarin, Kepala Sekolah Menengah Pertama YPPK Bonaventura Sentani, Indra Muliawan, S.Pd.,sangat bersyukur dan berterima kasih karena penghargaan ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa berkat usaha dan kerja keras bersama yang dilalui dari berbagai tingkatan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga nasional.
Penyerahan penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2023 dilakukan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri.
Oleh karena itu, ia meminta kepada warga dalam membuang sampah bisa ditempatnya. Jangan membuang sampah seenaknya karena bisa menggangu pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap.
"Wilayah Papua terutama di sekitar kota Jayapura karena memasuki musim hujan dari bulan Oktober sampai Desember, Pemkot Jayapura melalui BPBD memberi imbauan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Jayapura, terutama dalam menghadapi musim hujan ini untuk menjaga kebersihannya dimulai dari lingkungannya masing-masing," kata Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep khalid, Kamis (5/10).
Penyidik Gakkum nampaknya tak main – main dengan kasus ini apalagi ijin penahanan SR dari Polda sudah keluar. SR sendiri setelah ditetapkan sebagai tersangka langsung mengaku sakit.
Kemudian pada tanggal 11-14 akan dilakukan penilaian oleh tim penilai lomba itu dari DLH Kabupaten Jayapura. Hal ini dikatakan koordinator lomba, Oktovianus Yepasedanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/8)kemarin.
Sebagai wakil rakyat pihaknya juga merasa sangat prihatin karena ancaman pengrusakan lingkungan yang masih terjadi meskipun di daerah-daerah yang memang tidak diperbolehkan untuk kepentingan pembangunan.
Dikatakan fenomena alam yang terjadi di berbagai belahan dunia dewasa ini sebagai akibat dari bentuk deforestasi, penambangan liar maupun pemanasan global yang telah memicu terjadinya berbagai bencana alam mulai dari banjir, longsor, angina topan, abrasi, kekeringan hingga gelombang panas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke saat ini memberikan perhatian yang cukup serius terkait masalah isu lingkungan. Pasalnya, selain Kabupaten Merauke ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional yang sudah barang tentu membutuhkan lahan terbuka, juga saat ini Kabupaten Merauke sebagai ibu Kota Provinsi Papua Selatan.