Tekan Stunting, Gubernur Minta Data Akurat

   Sarles menyebut Mamberamo Raya dan Sarmi masih menjadi daerah yang mendapat perhatian dalam penanganan stunting. Sementara Kota Jayapura, berdasarkan perkembangan data yang disampaikan, berada di kisaran 12 persen. “Data ini harus disamakan supaya intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

  Sarles menegaskan penanganan stunting tidak dapat dilakukan melalui program sesaat. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan menyasar keluarga berisiko berdasarkan data by name, by address. “Kalau kita gerak satu kali, stunting ini tidak bisa. Harus secara kontinu,” tegasnya.

  Untuk memperkuat intervensi, BKKBN mendorong program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini diharapkan melibatkan perusahaan, perbankan, dunia usaha, serta pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga :  Sepekan Terakhir, Enam Tersangka Narkoba Ditangkap

   Sarles berharap delapan kabupaten di Provinsi Papua bersama seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak secara serentak. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memastikan setiap program memiliki sasaran yang jelas dan dapat dipantau perkembangannya.

  Saat ini, Papua masih mengacu pada data nasional dengan angka stunting sekitar 28 persen. Pemerintah menargetkan penguatan koordinasi dan intervensi lintas sektor mampu mendorong angka tersebut terus menurun. “Kami harap penguatan koordinasi dan intervensi lintas sektor dapat mendorong angka tersebut terus menurun,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

   Sarles menyebut Mamberamo Raya dan Sarmi masih menjadi daerah yang mendapat perhatian dalam penanganan stunting. Sementara Kota Jayapura, berdasarkan perkembangan data yang disampaikan, berada di kisaran 12 persen. “Data ini harus disamakan supaya intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

  Sarles menegaskan penanganan stunting tidak dapat dilakukan melalui program sesaat. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan menyasar keluarga berisiko berdasarkan data by name, by address. “Kalau kita gerak satu kali, stunting ini tidak bisa. Harus secara kontinu,” tegasnya.

  Untuk memperkuat intervensi, BKKBN mendorong program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini diharapkan melibatkan perusahaan, perbankan, dunia usaha, serta pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga :  Orang Tua Patut Cemas Tinggalkan Anak Jika Tak Berpendidikan

   Sarles berharap delapan kabupaten di Provinsi Papua bersama seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak secara serentak. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memastikan setiap program memiliki sasaran yang jelas dan dapat dipantau perkembangannya.

  Saat ini, Papua masih mengacu pada data nasional dengan angka stunting sekitar 28 persen. Pemerintah menargetkan penguatan koordinasi dan intervensi lintas sektor mampu mendorong angka tersebut terus menurun. “Kami harap penguatan koordinasi dan intervensi lintas sektor dapat mendorong angka tersebut terus menurun,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya