Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya melalui penyediaan sanitasi yang layak sebagai salah satu langkah st
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menegaskan, keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, penguatan institusi keluarga melalui pernikahan yang sah menjadi langkah penting da
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara sekitar 55 persen berhasil mencapai supresi virus. Artinya, hampir separuh penderita HIV di Indonesia masih berada di luar sistem pengobatan
Kepala Kemendukbangga Papua, Sarles Babar mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kualitas dan prestasi atlet khususnya olahraga karate mulai dari usia dini.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa Mandiri Sahabat Desa yang dilaksanakan selama enam bulan telah menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Papua, dan Yogyakarta. Program tersebut menc
Menurut Djimmy, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (sebelumnya BKKBN), sehingga distribusi bantuan dapat menjangkau sasaran secara leb
Pernyataan ini muncul setelah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah tersebar di pelosok negri. Namun, pada kenyataannya program ini masih terus eksis dan diperkuat oleh Kemendukbangga melalui kolaborasi dengan Badan
Kepala BKKBN Papua Sarles Brabar, mengatakan penurunan tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi program KB kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting dengan sasaran para ibu hamil (bumil), ibu menyusui
(busui) dan juga balita non PAUD.
Selain itu, alasan lain Kemendukbangga Papua tidak mencapai target tersebut yakni adanya pergantian nomenklatur dari yang sebelumnya BKKBN hingga menjadi Kemendukbangga. Proses ini menurutnya cukup makan waktu, sehingg
Melalui kolaborasi ini, Bank Papua menyalurkan bantuan gizi berupa telur dan beras kepada 100 keluarga penerima manfaat selama lima bulan berturut-turut. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan asupan protein dan
Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi pelaksanaan Quick Win Kemendukbangga untuk mewujudkan generasi emas Papua 2045”. Bertujuan untuk menyelaraskan program pembangunan keluarga dan kependudukan dari tingkat pusat
Program Genre (Generasi Berencana) merupakan inisiatif BKKBN yang bertujuan membentuk agen perubahan dari kalangan remaja untuk menyuarakan isu-isu strategis, seperti pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyal
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan KB, Kemendukbangga/BKKBN RI, Ukik Kusuma Kurniawan usai Rapat Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Tahun 2
Hal itu dilakukan Kemendukbangga untuk memastikan ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tujuan untuk mencegah s
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar, mengatakan penyusunan peta jalan ini penting agar program pembangunan kependudukan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD dan RKPD.
“Kita harus lihat akar masalahnya kenapa terjadi stunting. Kita butuh upaya kerja nyata. Saya mengajak bagaimana menekan angka stunting ini. Kalau kita gotong royong, saya yakin 5 tahun lagi Keerom ini akan menjadi unggu
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua menginisiasi program tumbuh kembang anak berbasis keluarga. Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabar, mengatakan program ini didorong untuk penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua. Tapi juga merupakan bagian dari Asta Cita Kemeterian Kependudukan dan Pembangunan keluarga/BKKBN.
Kepala Bappeda Kabupaten Jayawijaya Ludya E Logo, S.STP, MSi menyatakan, setelah membentuk honai gizi di sejumlah wilayah distrik di Jayawijaya, OPD dari Pemda Jayawijaya dan TP PKK melakukan kegiatan monitoring untuk mengetahui sejauh mana perkembangan honai gizi tingkat distrik yang dikelola oleh PKK Distrik.
Peresmian langsung dilakukan oleh Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wamendagri Ribka Haluk, Pangdam XVII/ Mayjen TNI Rudi Puruwito, Kepala Kantor BKKBN Papua Sarles Brabar serta dihadiri Forkopimda Papua.
Ia pun menjelaskan program KB memiliki banyak manfaat, diantaranya menjaga kesehatan ibu dan anak, KB dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan risiko kanker rahim dan kanker serviks, serta mengurangi risiko kematian bayi.
"Setelah berjalan 4 bulan di Papua, saya melihat laporan kerja kita ini banyak yang dikamuflase secara kertas laporannya baik dan benar, tapi outcome untuk masyarakat nihil," tegas Ramses buka -bukaan saat hadiri peluncuran program Genting di Bkkbn Papua
Adapun Bkkbn tersebut dipimpin oleh Menteri Wihaji, dibawa kepemimpinannya ia menyusun sejumlah program strategis nasional meliputi, program penyediaan 1000 fasilitas deker bagi pegawai di Bkkbn. Gerakan sejuta orang tua asuh cegah stunting (Genting). Genting digagas untuk memperkuat posisi stunting, sehingga mengakhiri tahun 2024 masalah stunting dapat diatasi.
Kepala BKKBN Papua Sarles Brabar mengatakan salah satu upaya penanganan stunting di kampung keluarga berencana dengan meningkatkan intervensi atau tindakan yang dilakukan secara berkolaborasi dengan instansi terkait.
Sebagai penjabat baru di lingkungan Bkkbn Papua beberapa hal yang dilakukan untuk menekan angka prevalensi stunting di Papua. Salah satunya meningkatkan koordinasi dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Itu dilakukan untuk mencapai target nasional yaitu 14 persen.
Karir Sarles Barabar di Bkkbn bisa dibilang cukup moncer, dimana memulai bekerja tahun 1994 sebagai Penyuluh lapangan Keluarga Berencana (KB). Wilayah kerjanya meliputi Kota Jayapura, Skow hingga perbatasan RI-Papua Nugini (PNG)
Selain stunting, upaya yang kini dilakukan adalah menyiapkan keluarga berkualitas. Ya, membentuk keluarga berkualitas ini menurut Kepala BKKBN Papua Nerius Auparay adalah ketika menikah di usia yang matang, yakni perempuan dinilai cukup ketika di usia 21 tahun ke atas dan laki-laki di atas 25 tahun.
Kepala Perwakilan Bkkbn Papua, Nerius Auparai, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan cakupan layanan pengukuran stunting secara luas. Kemudian untuk mendeteksi dini masalah gizi dan kesehatan, serta intervensi kepada sasaran yang memiliki risiko stunting.
Kepala Perwakilan Bkkbn Papua Nerius Auparay menjelaskan kegiatan posyandu serentak ini digelar sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dimana setiap wilayah wajib mengintevensi percepatan penurunan angka stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Drs. Nerius Auparay, MSi menyatakan apa yang telah di diskusikan bersama harapannya harus ditindak lanjuti, jangan hanya bicara dan di programkan namun tak ditindak lanjuti, oleh karena itu BKKBN berharap PJ Bupati , Sekda dan Tim percepatan penanganan stunting haru menangani masalah ini serius.
Kepala BKKBN Provinsi Papua Drs.Nerius Auparay MSi menyatakan hari ini pihaknya menghadiri rembuk stunting dari Kabupaten Jayawijaya sekaligus mencanangkan program bapak asuh anak stunting di wilayah ini sehingga dapat membantu pemerintah dalam upaya pengentasan stunting di wilayah ini.
Nerius Auparai mengungkapkan bahwa soal pemasangan alat kontrasepsi ini, ada pemahaman keliru di tengah masyarakat yang menilai pemasangan alat kontrasepsi tersebut untuk membatasi agar tidak punya anak.
Rapat itu diikuti 4 OPD, Provinsi, dan 29 OPD Kabupaten Kota, Tim Percepatan Stunting Provinsi Papua dan satgas percepatan penurunan angka stunting, serta mitra yang lain. Adapun sebelum rakerda itu digelar Bkkbn bersama peserta ini menggelar pra Rakerda yang dimulai 20-21 Mei 2024.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Nerius Auparai, mengungkapkan bahwa dalam Posyandu prima itu ada berbagai kegiatan yang dilakukan, baik Posyandu bagi balita, remaja dan Lansia dilakukan di komplek kantor BKKBN.
Kepala Bkkbn Papua Nerius Auparay mengatakan hasil survei Kesehatan Kesehatan Indonesia, pada bulan desember 2023 kemarin angka prevalensi stunting di Papua menurun 6 persen.
Pembentukan Kampung KB bertujuan untuk mengimplementasikan kegiatan prioritas, yang meliputi pembangunan keluarga, kependudukan, dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana).
Kemudian meningkatkan dan mewujudkan capaian mereka dalam mewujudkan program tersebut. Sebab pelaksanaan program Bangga Kencana di Papua sejalan dengan arah kebijakan, rencana strategis serta visi Bkkbn yang diatur dalam Rencana Strategis Perwakilan Bkkbn Provinsi Papua tahun 2020-2024.