MERAUKE – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga.
Hal itu disampaikannya Ratu Ayu ketika menjawab pertanyaan media ini pada peletakan batu pertama pembangunan 3 jamban serta bantuan pangan bagi 3 keluarga penerima di Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima Merauke kunjungan kerjanya ke Merauke, Sabtu (27/6).
Dikatakan, upaya membangun SDM unggul harus dilakukan melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari masa kehamilan, kelahiran, balita, remaja, persiapan pernikahan, hingga lanjut usia.
Dia menekankan, stunting masih menjadi tantangan besar yang harus ditangani secara bersama-sama. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.
“Penanganan stunting harus dimulai sejak seribu hari pertama kehidupan, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan hingga masa menyusui,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga harus didukung sanitasi yang layak, ketersediaan jamban, akses air bersih, edukasi gizi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, hingga pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q