Cegah Tawuran, Semua Pihak Diminta Awasi Peserta Didik

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan aksi tawuran antarpelajar tidak boleh terus terjadi dan merusak citra Jayapura sebagai kota pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan Abisai menyikapi kembali terjadinya bentrokan antarsiswa yang melibatkan pelajar dari sejumlah SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma di Kota Jayapura, Kamis (19/8).

   Ia meminta seluruh pihak, terutama kepala sekolah dan guru, meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Abisai, Jayapura merupakan kota pendidikan yang menjadi tempat belajar bukan hanya bagi anak-anak yang berdomisili di Kota Jayapura, tetapi juga pelajar dari berbagai daerah di Papua maupun luar Papua.

  Karena itu, ia berharap seluruh siswa memanfaatkan kesempatan bersekolah untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan, bukan terlibat dalam aksi tawuran.

Baca Juga :  Penanggulangan Stunting jadi Program Prioritas PWKI

“Anak-anak kita ini dikirim orang tua untuk sekolah, bukan untuk tawuran. Orang tua berharap mereka sekolah dengan baik, lulus, kemudian lanjut kuliah dan suatu saat menjadi orang-orang yang berhasil,” tegas Abisai.

  Ia menilai, tawuran tidak hanya merugikan siswa yang terlibat, tetapi juga mencoreng nama baik orang tua, sekolah, Kota Jayapura hingga Tanah Papua.

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan aksi tawuran antarpelajar tidak boleh terus terjadi dan merusak citra Jayapura sebagai kota pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan Abisai menyikapi kembali terjadinya bentrokan antarsiswa yang melibatkan pelajar dari sejumlah SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma di Kota Jayapura, Kamis (19/8).

   Ia meminta seluruh pihak, terutama kepala sekolah dan guru, meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. Menurut Abisai, Jayapura merupakan kota pendidikan yang menjadi tempat belajar bukan hanya bagi anak-anak yang berdomisili di Kota Jayapura, tetapi juga pelajar dari berbagai daerah di Papua maupun luar Papua.

  Karena itu, ia berharap seluruh siswa memanfaatkan kesempatan bersekolah untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan, bukan terlibat dalam aksi tawuran.

Baca Juga :  Jalan Holtekamp Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Dialihkan

“Anak-anak kita ini dikirim orang tua untuk sekolah, bukan untuk tawuran. Orang tua berharap mereka sekolah dengan baik, lulus, kemudian lanjut kuliah dan suatu saat menjadi orang-orang yang berhasil,” tegas Abisai.

  Ia menilai, tawuran tidak hanya merugikan siswa yang terlibat, tetapi juga mencoreng nama baik orang tua, sekolah, Kota Jayapura hingga Tanah Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya