​JAYAPURA–Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda daerah tersebut. Dampak dari pekatnya kepulan asap bahkan membuat aktivitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga terganggu. Dampak dari itu sejumlah pasien harus dievakuasi secara darurat ke Puskesmas Ilaga pada Sabtu (22/8).
Beruntungnya Selasa (25/8) kemarin kepulan asap mulai redah dan situasi di Puncak sudah kembali normal. ​Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, menjelaskan bahwa pekatnya asap yang merambat hingga masuk ke dalam ruang-ruang perawatan memaksa petugas mengambil tindakan cepat demi menyelamatkan kondisi kesehatan para pasien.
Dan Selasa kemarin para pasien berhasil dikembalikan ke RSUD Ilaga pada Senin (24/8).
Ia menambahkan bahwa kobaran api dan asap pekat sudah menyelimuti sebagian besar wilayah Puncak sejak satu minggu lalu. Namun, puncaknya terjadi pada akhir pekan kemarin.
“Kalau kebakaran sudah hampir satu minggu. Namun, kebakaran lahan yang paling besar terjadi pada Jumat dan Sabtu lalu dan hari ini (selasa red) sudah mulai redah,” ujar AKBP Domingos saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Selasa (25/8).
​
Ia menjelaskan, titik api menyebar hampir merata di berbagai pelosok wilayah Puncak. Kepulan asap yang memuncak pada Jumat dan Sabtu kemarin langsung berdampak pada operasional RSUD Ilaga. “Karena kepulan asap pada Jumat dan Sabtu cukup besar, pasien di RSUD Ilaga harus dievakuasi ke Puskesmas Ilaga pada Sabtu sore. Hari Senin ini para pasien sudah dikembalikan ke RSUD lagi,” tambahnya.