MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Sementara itu, Juru Bicara masyarakat adat Nendali, Asei, dan Keleublow, Erick Wally, mengatakan masyarakat adat masih menunggu penyelesaian hak ulayat atas lahan yang digunakan pemerintah untuk pembangunan jalan alternatif Telaga Ria–Nendali yang dibangun menjelang pelaksanaan PON XX Papua.

Menurut Erick, tanah yang digunakan merupakan kawasan dusun sagu milik masyarakat adat yang diberikan untuk mendukung pembangunan pemerintah dengan harapan adanya penyelesaian hak-hak masyarakat di kemudian hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada MRP Pokja Adat yang telah memfasilitasi aspirasi masyarakat adat untuk bertemu pemerintah daerah dan mencari solusi atas persoalan ini,” ujarnya. Menurutnya, masyarakat adat berharap pemerintah daerah segera membuka ruang komunikasi guna mencari solusi bersama terkait hak ulayat yang masih dipersoalkan.

Baca Juga :  Berbagi Sukacita Natal Bersama Jemaat GKI Ebenhaezer Yakonde

Sementara itu Cenderawasih Pos yang coba mengkonfirmasi tentang kekecewaan MRP tidak bertemu Bupati dan Wabup Jayapura belum mendapat respon. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Sementara itu, Juru Bicara masyarakat adat Nendali, Asei, dan Keleublow, Erick Wally, mengatakan masyarakat adat masih menunggu penyelesaian hak ulayat atas lahan yang digunakan pemerintah untuk pembangunan jalan alternatif Telaga Ria–Nendali yang dibangun menjelang pelaksanaan PON XX Papua.

Menurut Erick, tanah yang digunakan merupakan kawasan dusun sagu milik masyarakat adat yang diberikan untuk mendukung pembangunan pemerintah dengan harapan adanya penyelesaian hak-hak masyarakat di kemudian hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada MRP Pokja Adat yang telah memfasilitasi aspirasi masyarakat adat untuk bertemu pemerintah daerah dan mencari solusi atas persoalan ini,” ujarnya. Menurutnya, masyarakat adat berharap pemerintah daerah segera membuka ruang komunikasi guna mencari solusi bersama terkait hak ulayat yang masih dipersoalkan.

Baca Juga :  Delapan Kasus Pencurian Libatkan Anak di Bawah Umur

Sementara itu Cenderawasih Pos yang coba mengkonfirmasi tentang kekecewaan MRP tidak bertemu Bupati dan Wabup Jayapura belum mendapat respon. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya