Disambut Suka Cita dan Gelar Syukuran

Sementara itu, salah satu orang tua murid, Wemfrid Wally, mengaku bersyukur anaknya, Fernando Ortisan Wally, yang duduk di kelas I, akhirnya dapat kembali belajar di sekolahnya.

“Kami sangat bersyukur hari ini anak-anak bisa kembali ke sekolah setelah beberapa bulan terkendala karena pemalangan,” katanya.

Wemfrid berharap pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan kali ini, tetapi juga memastikan masalah administrasi maupun lahan sekolah tidak kembali menjadi alasan terhentinya proses belajar mengajar.

“Jangan sampai persoalan seperti ini terulang lagi. Anak-anak yang menjadi korban. Kami berharap pemerintah menyelesaikan persoalan yang masih ada sehingga kegiatan belajar bisa berjalan sampai akhir semester tanpa hambatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Guru Agama Kristen SD Inpres Kampung Harapan, Hema Juwana. Ia mengatakan, selama sekolah dipalang, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di lokasi lain, termasuk menggunakan fasilitas sekolah di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga :  Salat Id di Masjid Al-Aqsha Sentani, Khotib Tekankan Persatuan dan Toleransi

“Kami bersyukur hari ini anak-anak sudah bisa kembali belajar di sekolah ini. Setelah empat bulan tidak menempati sekolah, sekarang KBM sudah bisa berjalan lancar dan tidak lagi ada hambatan,” katanya.

Ia berharap persoalan dengan pemilik lahan dapat benar-benar diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga aktivitas pendidikan di SD Inpres Kampung Harapan dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

“Harapan kami, persoalan yang masih ada segera diselesaikan sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tidak lagi mengalami hambatan,” pungkasnya.(dil/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Sementara itu, salah satu orang tua murid, Wemfrid Wally, mengaku bersyukur anaknya, Fernando Ortisan Wally, yang duduk di kelas I, akhirnya dapat kembali belajar di sekolahnya.

“Kami sangat bersyukur hari ini anak-anak bisa kembali ke sekolah setelah beberapa bulan terkendala karena pemalangan,” katanya.

Wemfrid berharap pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan kali ini, tetapi juga memastikan masalah administrasi maupun lahan sekolah tidak kembali menjadi alasan terhentinya proses belajar mengajar.

“Jangan sampai persoalan seperti ini terulang lagi. Anak-anak yang menjadi korban. Kami berharap pemerintah menyelesaikan persoalan yang masih ada sehingga kegiatan belajar bisa berjalan sampai akhir semester tanpa hambatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Guru Agama Kristen SD Inpres Kampung Harapan, Hema Juwana. Ia mengatakan, selama sekolah dipalang, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di lokasi lain, termasuk menggunakan fasilitas sekolah di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga :  Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

“Kami bersyukur hari ini anak-anak sudah bisa kembali belajar di sekolah ini. Setelah empat bulan tidak menempati sekolah, sekarang KBM sudah bisa berjalan lancar dan tidak lagi ada hambatan,” katanya.

Ia berharap persoalan dengan pemilik lahan dapat benar-benar diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga aktivitas pendidikan di SD Inpres Kampung Harapan dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

“Harapan kami, persoalan yang masih ada segera diselesaikan sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tidak lagi mengalami hambatan,” pungkasnya.(dil/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya