Sembilan Wanita Diduga Disandera KKB

Polres Mimika juga sudah meminta perkuatan personel dari Brimob Polri. Namun demikian, kondisi geografis menjadi kendala dalam pengiriman personel ke Distrik Jila. Menurut Alredo, akses menuju distrik tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara. Karena itu, pengerahan personel dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara. “Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, 1 regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” kata dia.

Meski belum tertangkap, KKB yang menyandera 9 orang perempuan diperkirakan berjumlah 15 orang. Polisi menyebut, kelompok itu masih sama dengan dalang di balik penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026. Dalam serangan tersebut, seorang prajurit TNI gugur dan 2 lainnya mengalami luka tembak.

Baca Juga :  168 Jemaah Haji Mimika Masuk Estimasi Kuota 2027

“Kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tandasnya. Berdasarkan laporan warga yang diterima Koramil 1710-05/Jila, aksi penyanderaan ini sempat memicu perlawanan dramatis dari warga setempat. Dua orang mencoba menghalangi sekitar 15 anggota kelompok bersenjata saat hendak membawa pergi anak-anak perempuan mereka.

Namun, perlawanan tersebut direspons secara brutal oleh para pelaku. Seorang ibu dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat luka parah di bagian perut saat menyelamatkan putrinya. Jenazah korban kini telah dievakuasi warga untuk menjalani prosesi adat. Sementara itu, seorang ibu lainnya mengalami luka berat berupa patah kaki setelah dilempar oleh pelaku ke dalam jurang.

Baca Juga :  Proses Otopsi Pdt Zanambani, Diperlukan Pengamanan Ekstra

Korban selamat tersebut berhasil dievakuasi ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, guna mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, keberadaan sembilan perempuan yang dibawa lari oleh KKB masih belum diketahui. Setelah mengonfirmasi kebenaran data korban, Polres Mimika langsung menyiapkan langkah taktis lanjutan, termasuk Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengerahan personil tambahan.

Polres Mimika juga sudah meminta perkuatan personel dari Brimob Polri. Namun demikian, kondisi geografis menjadi kendala dalam pengiriman personel ke Distrik Jila. Menurut Alredo, akses menuju distrik tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara. Karena itu, pengerahan personel dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara. “Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, 1 regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” kata dia.

Meski belum tertangkap, KKB yang menyandera 9 orang perempuan diperkirakan berjumlah 15 orang. Polisi menyebut, kelompok itu masih sama dengan dalang di balik penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026. Dalam serangan tersebut, seorang prajurit TNI gugur dan 2 lainnya mengalami luka tembak.

Baca Juga :  Soal Ancaman KKB, Kedepankan Koordinasi dan Komunikasi

“Kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tandasnya. Berdasarkan laporan warga yang diterima Koramil 1710-05/Jila, aksi penyanderaan ini sempat memicu perlawanan dramatis dari warga setempat. Dua orang mencoba menghalangi sekitar 15 anggota kelompok bersenjata saat hendak membawa pergi anak-anak perempuan mereka.

Namun, perlawanan tersebut direspons secara brutal oleh para pelaku. Seorang ibu dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat luka parah di bagian perut saat menyelamatkan putrinya. Jenazah korban kini telah dievakuasi warga untuk menjalani prosesi adat. Sementara itu, seorang ibu lainnya mengalami luka berat berupa patah kaki setelah dilempar oleh pelaku ke dalam jurang.

Baca Juga :  Gugur Lagi!

Korban selamat tersebut berhasil dievakuasi ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, guna mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, keberadaan sembilan perempuan yang dibawa lari oleh KKB masih belum diketahui. Setelah mengonfirmasi kebenaran data korban, Polres Mimika langsung menyiapkan langkah taktis lanjutan, termasuk Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengerahan personil tambahan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya