Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

JAYAPURA-Kebijakan efisiensi anggaran mulai berdampak terhadap pemeliharaan sejumlah venue olahraga peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang kini dikelola Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).

  Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Laorens Wantik, mengatakan sejumlah venue memang masih dapat digunakan masyarakat. Namun, kondisi sebagian fasilitas mulai mengalami kerusakan karena minimnya anggaran pemeliharaan.

  “Venue-venue tersebut tiga tahun setelah PON masih bagus digunakan. Tetapi memasuki tahun keempat dan kelima sudah mulai rusak,” ujar Laorens.

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di sejumlah kawasan, yakni Doyo, Kampung Harapan dan Kota Jayapura. Di Doyo terdapat venue hoki dan kriket. Sementara di Kampung Harapan terdapat Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR, venue akuatik serta wisma menembak beserta lintasannya.

Baca Juga :  Diduga Akibat Obat Nyamuk, Rumah Terbakar

  Sedangkan di Kota Jayapura terdapat GOR Cenderawasih, Lapangan Mandala dan Wisma Mandala. Selain itu, fasilitas olahraga peninggalan PON juga terdapat di kawasan Buper untuk cabang olahraga sepatu roda dan kawasan batas kota untuk venue dayung.

  Menurut Laorens, tidak seluruh fasilitas tersebut saat ini dapat digunakan secara optimal. Di Kampung Harapan, misalnya, venue akuatik sudah ditutup dan tidak lagi digunakan. Sementara lintasan masih dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan jogging.

  “Yang masih bisa digunakan masyarakat di Kampung Harapan adalah Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR dan wisma menembak. Untuk akuatik sudah ditutup,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/8).

Baca Juga :  KUA PPAS Disepakati, Sidang APBD Perubahan Siap Digelar

JAYAPURA-Kebijakan efisiensi anggaran mulai berdampak terhadap pemeliharaan sejumlah venue olahraga peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang kini dikelola Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).

  Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Laorens Wantik, mengatakan sejumlah venue memang masih dapat digunakan masyarakat. Namun, kondisi sebagian fasilitas mulai mengalami kerusakan karena minimnya anggaran pemeliharaan.

  “Venue-venue tersebut tiga tahun setelah PON masih bagus digunakan. Tetapi memasuki tahun keempat dan kelima sudah mulai rusak,” ujar Laorens.

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di sejumlah kawasan, yakni Doyo, Kampung Harapan dan Kota Jayapura. Di Doyo terdapat venue hoki dan kriket. Sementara di Kampung Harapan terdapat Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR, venue akuatik serta wisma menembak beserta lintasannya.

Baca Juga :  Tito Minta Purbaya Buka Blokir Anggaran Rp 20 Miliar

  Sedangkan di Kota Jayapura terdapat GOR Cenderawasih, Lapangan Mandala dan Wisma Mandala. Selain itu, fasilitas olahraga peninggalan PON juga terdapat di kawasan Buper untuk cabang olahraga sepatu roda dan kawasan batas kota untuk venue dayung.

  Menurut Laorens, tidak seluruh fasilitas tersebut saat ini dapat digunakan secara optimal. Di Kampung Harapan, misalnya, venue akuatik sudah ditutup dan tidak lagi digunakan. Sementara lintasan masih dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan jogging.

  “Yang masih bisa digunakan masyarakat di Kampung Harapan adalah Stadion Utama Lukas Enembe, Istora atau GOR dan wisma menembak. Untuk akuatik sudah ditutup,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/8).

Baca Juga :  Minta Warga Memiliki dan Berpartisipasi di Kota Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya