MERAUKE– Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda KMN Sardi Utama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal itu tewas ditembak saat memasuki perairan PNG, pada 9 Juni 2026 sekira pukul 11.00 WIT. Dia dilaporkan tewas ditembak oleh 5 orang yang datang dengan speed boat menggunakan senjata laras panjang. Kelima orang tersebut menggunakan seragam.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai saat dihubungi media ini mengaku belum ada informasi lebih lanjut terkait dengan keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama yang tewas di tembak di Perairan PNG tersebut. ‘’Sampai sekarang ini, belum ada informasi yang kami dapatkan terkait dengan keberadaan jenazah tersebut,’’ kata Rekianus Samkakai, Rabu (17/6).
Hal yang sama disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan Taufik Latarissa. Latarissa mengaku, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan pihak Kedutaan RI, namun belum ada informasi terkait keberadaan jenazah nahkoda kapal tersebut. ‘’Jadi ada kemungkinan jenazah itu dibuang ke laut atau mereka kubur di sekitar pantai wilayah sana. Segala kemungkinan itu bisa terjadi.
Apalagi kejadiannya dari tanggal 9 Juni lalu dan sekarang sudah tanggal 17 Juni. Kalau mereka buang ke laut, kemungkinan jazadnya sudah tenggelam ke dasar laut kembali atau dibawa arus ke pantai. Tapi, kalau pantai yang tidak ada penghuninya, kemungkinan besar tidak ditemukan lagi,’’ katanya.
MERAUKE– Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda KMN Sardi Utama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal itu tewas ditembak saat memasuki perairan PNG, pada 9 Juni 2026 sekira pukul 11.00 WIT. Dia dilaporkan tewas ditembak oleh 5 orang yang datang dengan speed boat menggunakan senjata laras panjang. Kelima orang tersebut menggunakan seragam.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai saat dihubungi media ini mengaku belum ada informasi lebih lanjut terkait dengan keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama yang tewas di tembak di Perairan PNG tersebut. ‘’Sampai sekarang ini, belum ada informasi yang kami dapatkan terkait dengan keberadaan jenazah tersebut,’’ kata Rekianus Samkakai, Rabu (17/6).
Hal yang sama disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan Taufik Latarissa. Latarissa mengaku, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan pihak Kedutaan RI, namun belum ada informasi terkait keberadaan jenazah nahkoda kapal tersebut. ‘’Jadi ada kemungkinan jenazah itu dibuang ke laut atau mereka kubur di sekitar pantai wilayah sana. Segala kemungkinan itu bisa terjadi.
Apalagi kejadiannya dari tanggal 9 Juni lalu dan sekarang sudah tanggal 17 Juni. Kalau mereka buang ke laut, kemungkinan jazadnya sudah tenggelam ke dasar laut kembali atau dibawa arus ke pantai. Tapi, kalau pantai yang tidak ada penghuninya, kemungkinan besar tidak ditemukan lagi,’’ katanya.