- Advertisement -spot_img

TAG

NELAYAN

Biaya Operasional Diserahkan, Nelayan Tinggal Pasang Rumpon Kembali

Puluhan rumpon milik nelayan yang tersebar di perairan Jayapura hingga Demta, Kabupaten Jayapura, telah dikembalikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua kepada nelayan pemilik, setelah sebelumnya sempat disita pada Maret lalu. Kep

Nelayan di Merauke Tolak Operasional Kapal Trawl

Aksi demo damai ini dikawal Polres Merauke dimana aksi diawali dengan berkumpul dan memulai pawai dari kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Papua Selatan, Jalan Arafura Buti Merauke. Konsolidasi dipimpin Ketua DPD HNS

Jaga Stabilitas Harga, Diharapkan Ada Intervensi Penetapan Harga Tertinggi dan Terendah

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi. (foto:Takim/Cepos)

Delapan Kampung Penuhi Syarat Kampung Nelayan

Koordinator acara yang juga Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Rahman Basri, menjelaskan hingga saat ini dari 14 kampung yang diusulkan, sebanyak delapan kampung telah memenuhi

Tata Penggunaan Rumpon Untuk Memberikan Akses Ruaya Ikan di Laut

Keberadaan nelayan kecil di Kota Jayapura atau Papua pada umumnya perlu menjadi perhatian serius. Dimana salah satu akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Popi Ayer menilai pemerintah daerah harus me

Pemda Harus Lindungi Nelayan Kecil

Popi Ayer yang merupakan Ketua Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, FMIPA, Uncen, mengatakan peran pemerintah bukan hanya sebagai donatur tetapi juga sebagai enabler (penggerak)

Cuaca Ekstrem, Sebagian Nelayan Enggan Melaut

Menurut Hariman, Kampung Kayo Pulo, RT 02 Pulau Kosong, Distrik Jayapura Selatan ditempati sekitar 150 kepala keluarga (KK) di mana 99,9 persen penduduknya merupakan nelayan. "Di Pulo Kosong ini terdapat 20 kelompok nela

Tiga Hari Berlalu, Keluarga Nelayan Masih Menunggu Penyebab Kematian

Polisi belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian sekalipun di tubuh korban sempat bersimbah darah dan perahu ketika itu tak bisa lagi terkontrol hingga menabrak batu pemecah ombak. Dari kondisi tersebut diduga korban

Di Pantai Hamadi Seorang Nelayan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Nelayan tersebut diduga telah meninggal dunia sehingga tak mampu lagi megendalikan laju kemudi perahu dan menabrak pemecah ombak. Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian melalui

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp 250 juta untuk kapal pertama. Lalu untuk kapal yang ukurannya lebih besar diminta tebusan Rp 350 juta,

Latest news

- Advertisement -spot_img