Sementara terjadap 7 awak kapal yang tertinggal di atas kapal tersebut, Taufik Latarissa mengaku telah menjalani komunikasi dengan para awak kapal tersebut pada Selasa (16/6). Dimana mereka merencanakan akan melakukan perjalanan pulang antara 18-19 Juni 2026 dengan menggunakan kapal itu kembali ke Merauke. ‘’Tapi, mereka sementara mencari jalur yang diperkirakan aman untuk kembali,’’ katanya.
“Informasi terakhir yang kami terima dari keluarga awak kapal, rencananya kapal akan bergeser menuju Indonesia antara 18 atau 19 Juni. Jika sudah bergerak dari titik keberadaannya di PNG, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari perjalanan untuk tiba di Merauke,” ujarnya. Menurutnya, waktu keberangkatan tersebut juga mempertimbangkan kondisi keamanan selama pelayaran di wilayah PNG.
Pihak keluarga dan awak kapal terus memantau situasi untuk memastikan perjalanan dapat dilakukan dengan aman. Namun diakui, 7 awak kapal tersebut tidak memiliki kemampuan sebagai nahkoda kapal sehingga salah satu awak kapal lain yang juga pernah menjadi nahkoda di kapal lainnya akan membawa pulang kapal KMN Sardi Utama bersama 7 awak kapal tersebut yang masih hidup. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sementara terjadap 7 awak kapal yang tertinggal di atas kapal tersebut, Taufik Latarissa mengaku telah menjalani komunikasi dengan para awak kapal tersebut pada Selasa (16/6). Dimana mereka merencanakan akan melakukan perjalanan pulang antara 18-19 Juni 2026 dengan menggunakan kapal itu kembali ke Merauke. ‘’Tapi, mereka sementara mencari jalur yang diperkirakan aman untuk kembali,’’ katanya.
“Informasi terakhir yang kami terima dari keluarga awak kapal, rencananya kapal akan bergeser menuju Indonesia antara 18 atau 19 Juni. Jika sudah bergerak dari titik keberadaannya di PNG, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari perjalanan untuk tiba di Merauke,” ujarnya. Menurutnya, waktu keberangkatan tersebut juga mempertimbangkan kondisi keamanan selama pelayaran di wilayah PNG.
Pihak keluarga dan awak kapal terus memantau situasi untuk memastikan perjalanan dapat dilakukan dengan aman. Namun diakui, 7 awak kapal tersebut tidak memiliki kemampuan sebagai nahkoda kapal sehingga salah satu awak kapal lain yang juga pernah menjadi nahkoda di kapal lainnya akan membawa pulang kapal KMN Sardi Utama bersama 7 awak kapal tersebut yang masih hidup. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q