“Hasilnya, pada pukul 00.50 WIT sistem berhasil mengidentifikasi identitas korban melalui sidik jari jempol kanan dengan tingkat kecocokan yang tinggi. Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui berinisial A.Y. (42
Pemakaman tersebut dilakukan setelah Polresta Jayapura Kota berkomunikasi intens dengan keluarga korban di Kabupaten Yahukimo. Alhasil pada Selasa (24/2) keluarga korban tiba di Jayapura dan pada Rabu (25/2) korban atasn
Kapolsek Heram Iptu F. Andri Rihulay, S.E., M.H mengungkapkan bahwa belum ada pihak keluarga dari korban yang mengambil jenazahnya. Melihat kondisi tersebut, Polresta Jayapura melalui Polsek Heram akan melakukan koordina
Direktur RS Bhayangkara Jayapura melalui Kepala Instalasi Kamar Jenazah, dr. Ilham A. Hamka, menjelaskan bahwa otopsi dilakukan pada hari yang sama oleh Dokter Spesialis Forensik, dr. Jimmy Sembai, sekitar pukul 22.42 WI
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata dia tegas.
Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat. Dia juga mengaku telah memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam me
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengkonfirmasi identitas korban. Jenazah berusia 43 tahun itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Evakuasi jenazah Deden
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Jenazah itu terdata sebagai korban kedua yang ditemukan. Sehari sebelumnya (18/1), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT dan langsung melakukan pemeriksaan serta olah TKP. Kronologisnya bermula saat seorang saksi mendatangi ruko korban karena beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas. Sa