Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara, satu kapal dilaporkan tenggelam. Nahkoda KM Raditi Jaya, Basri, dikabarkan berhasil menyelamatkan diri setelah mendapat pertolongan
Dalam video yang beredar luas di media sosial, material vulkanik tersebut mengapung sangat rapat hingga menyerupai daratan baru, bahkan sebagian besar di antaranya telah terdampar dan menggunung di sepanjang bibir pantai Kabupaten Sarmi dan
Tim gabungan mengikutsertakan unsur TNI dan Polri untuk menyisir lokasi hingga ke wilayah Potowaiburu. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap empat nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabup
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut hingga perairan Kokonao sejauh 13 mil laut. "Direncanakan pencarian akan kembali dilanjutkan pada besok pagi sesuai rencana operasi SAR hari ke 3
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat ada empat kapal perintis yang telah tenggelam di area pelabuhan tersebut."Selain Papua Baru, ada juga kapal Biru Surabaya, Papua Tiga,
Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda KMN Sardi Utama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal itu tewas ditembak saat memasuki perairan PNG, pada 9 Juni 2026 sekira
Kasus penembakan terhadap nelayan Indonesia yang masuk ke perairan PNG kembali terjadi. Kali ini menimpa nahkoda KMN Sardi Utama. Nahkoda dari kapal tersebut bernama Ahir dengan panggilan sehari-hari bernama Rizal dilaporkan tewas dalam kej
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut akibat potensi cuaca buruk dalam dua hari ke depan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mim
Puluhan rumpon milik nelayan yang tersebar di perairan Jayapura hingga Demta, Kabupaten Jayapura, telah dikembalikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua kepada nelayan pemilik, setelah sebelumnya sempat disita pada Maret lalu. Kep
Sebuah misi penyelamatan darurat di perairan Papua Tengah berakhir melegakan. Sebanyak 28 orang yang sempat dilaporkan hilang kontak saat menempuh perjalanan laut dari pesisir Mimika menuju Pelabuhan Poumako, akhirnya di
"Berdasarkan hasil monitoring kondisi cuaca terkini di wilayah Papua, terpantau anomali suhu muka laut sebesar +0,5°C, yang menunjukkan berkontribusinya suhu muka laut terhadap peningkatan suplai uap air di atmosfer," ka
Menurutnya, survei bertujuan untuk mengidentifikasi potensi cadangan migas di wilayah perairan Papua, khususnya di sepanjang pesisir utara provinsi tersebut.
Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIT dan langsung melakukan pencarian. Pada pukul 15.45 WIT, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian dengan metode penyelama
Dalam prakiraan cuaca harian yang dirilis oleh Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin bahwa saat ini kecepatan angin di wilayah perairan terpantau cukup kuat, sehingga berdampak pada kondisi gelombang laut. Kecepatan angin d
Ketua Panitia HUT ke-116 Kota Jayapura, Septianus Ireeuw, menjelaskan bahwa pasar terapung tersebut rencananya akan dilaksanakan di perairan Dok II, tepatnya di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, mengatakan bahwa peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di perairan Papua dipicu oleh pertumbuhan siklon tropis yang terjadi secara ber
Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan di titik tenggelamnya kapal tersebut dengan pertimbangan angin, arus dan gelombang. ‘’Diperkirakan penyeba
Prakirawan BMKG V Jayapura, Silas Leonardus Weyai, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, informasi cuaca dan tinggi gelombang di perairan utara Papua berlaku untuk tiga hari
Pencarian yang dimulai pukul 06.00 WIT tersebut sempat terhambat oleh cuaca buruk, sehingga kapal KN.SAR Merauke 223 hanya mampu mencapai 6,56 mill pada posisi 08⁰31'67“S - 140⁰24’47“ E. Kapal kemudian bertolak kembali k
Sebanyak 13 anak buah kapal ditemukan di laut dan selamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di titik temuan dengan jarak sekira 115 kilometer dari dermaga Merauke kearah tenggara atau mendekati perbatasan RI - PNG. Jik
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada memaksakan diri turun ke laut. "Angin sangat kencang dan gelombang di tengah cukup tinggi, sangat berisiko untuk
Humas SAR Jayapura, Silvia Yoku, menyampaikan bahwa operasi pencarian resmi telah dihentikan. Ia menjelaskan, keputusan penutupan dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan sesuai standar operasi
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, dua peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang m
Dalam perjalanan, mesin speedboat mengalami gangguan dan mati mendadak sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik. Seluruh penumpang terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Mamberamo. Dari enam pe
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan. Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang akibat angin kencang maximum mencap
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah dihantam angin kencang dan gelombang tinggi sekitar pukul 05.45 WIT. Seluruh penumpang dinyatakan selamat setelah ti
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat perahu tersebut dalam pelayar
Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua Nugini (PNG), namun belum membuahkan hasil.
"Kami sudah melakukan pencarian hingga ke perbatasan PN
Ia menjelaskan, selama operasi SAR, tim gabungan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan untuk menyisir area pencarian yang luas. Upaya dilakukan melalui tiga metode utama, yakni pencarian udara, laut, dan darat. Pencar
Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosugito, terjun langsung memantau menggunakan pesawat jenis CN milik TNI AU. "Tim sudah bergerak sesaat setelah laporan diterima pad
BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin 25 knot dengan tekanan 1005 hPa (hektopascal, satuan tekanan udara).
Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta menjamin keamanan dan keselamatan para wisatawan, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Jayapura Kota memastikan akan melakukan pengaw
Sementara wilayah lain seperti Kota Jayapura mengalami curah hujan yang cenderung turun secara merata sepanjang tahun atau memiliki tipe hujan monsunal satu. "Periode transisi musim kemarau ke musim penghujan dapat menin
Fenomena tersebut mempengaruhi perubahan cuaca dimana berpotensi meningkatkan curah hujan, tinggi gelombang dan kecepatan angin. Kondisi angin secara umum bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin mencap
Kota Jayapura dengan topografi berbukit dan bergelombang juga memiliki identifikasi kawasan pesisir. Justru tak sedikit yang mendiami kawasan ini. Alasannya jelas, mencari nafkah dengan latar belakang yang sudah dilakoni
Kapal kayu bernama Hidayah Baru 02 dikabarkan tenggelam sekitar pukul 5 pagi di perairan dekat Pulau Nau, Senin (6/10). Kapal yang membawa total 7 orang ABK bersama nakhoda itu mengalami kecelakaan saat cuaca buruk, bere
"Patroli laut sudah rutin dilakukan oleh TNI Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, sinergi antar-lembaga perlu diperkuat agar upaya pencegahan lebih optimal di lapangan," kata
Dijelaskan, pada operasi SAR hari kedua, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Asmat, TNI AL, Polsek Suator, Pol Air, keluarga korban dan masyarakat setempat telah melakukan penyisiran dengan luas area
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat, Wagianto, menyebut dalam peristiwa itu enam orang berhasil selamat, namun satu orang lainnya dinyat
Namun, daerah itu termasuk kawasan yang sudah dilarang untuk ditangkap ikan oleh pemilik hak ulayat setempat. Nelayan kemudian sempat diamankan warga kampung, hingga akhirnya Saldin melompat ke laut dan tak muncul kembal
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXII Papua melakukan survei penyelamatan dan pendokumentasian tinggalan arkeologi bawah air. Survei yang digelar pada 3–8 September 2025 itu menemukan berbagai peninggalan sejar
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menyampaikan, bahwa ini kapal perbaikan khusus telah berada di perairan Wakatobi dan dalam pelayaran menuju ke lokasi titik gangguan.
“Dalam keteranganya kepada petugas jaga SAR Timika melalui telepon seluler mengatakan awalnya perahu susun tersebut bertolak dari Poumako menuju Agimuga, namun saat diperjalanan di sekitar muara Inauga tiba-tiba perahu m
Dirpolairud Polda Papua Kombes Pol Andi Anugrah, melalui Kasubdit Gakkum AKP Richard Latuasan, mengungkapkan bahwa penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas illegal fishing di ka
Letda Rein menyebutkan bahwa aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kerap dilakukan oleh oknum nelayan yang tidak bertanggung jawab. Meskipun Satrol Jayapura rutin melakukan patroli, namun upaya penindakan
Kasat Polairud Polresta Jayapura, AKP Jevri Hengki Jeremia, menyampaikan bahwa tugas utama pihaknya adalah menjaga keamanan perairan dari segala bentuk aktivitas ilegal yang merugikan, baik terhadap lingkungan laut maupu
Penyerahan ini menandai selesainya pemeriksaan tahap dua dalam proses hukum kasus tersebut. Keempat orang ini diperiksa lebih lanjut sebagai saksi, dalam kasus Ilegal Fishing yang pada 19 Mei lalu ditangkap oleh KKP bers
Masyarkat di Kota Jayapura yang tinggal di darat, selama ini mungkin banyak yang belum menyadari, bahwa akibat membuang sampah sembarangan, warga di pesisir pantai terkena dampaknya. Tak hanya itu, sampah-sampah juga ser
Modus operandi pemasangan rumpon-rumpon tersebut oleh kapal ikan asing ilegal agar rumpon-rumpon tersebut menjadi tempat fishing ground kapal-kapal ikan asing ilegal. Dampak dari rumpon ilegal ini sangat merugikan yang m
Komandan Satrol Lantamal X Jayapura, Kolonel Laut (P) Dedy Obet, menjelaskan bahwa para pelaku kedapatan melakukan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Indonesia ke PNG, serta membawa masuk sirip h
Guna menekan aktivitas penyelundupan tersebut, Satrol Lantamal X kini masif melakukan patroli laut. Salah satu kegiatan patroli dilakukan pada Jumat (13/6), di mana Tim Quick Response (TQR) Satrol Jayapura melaksanakan p
Katanya, saat itu perahu tersebut berlayar dari Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh menuju ke Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah. Namun, akibat kehabisan bahan bakar, perahu itu terombang-ambing
Jika secara regulasi opsi menjadikan aset daerah tidak memungkinkan, Mukry merekomendasikan opsi yang lebih ekstrem yakni menenggelamkan kapal tersebut. "Jika memang secara regulasi tidak bisa, kami sarankan untuk diteng
“Kapal ini sudah terdeteksi oleh Pusdal dan juga atas laporan nelayan. Jadi mata dan telinga kami bukan hanya di instansi, tapi juga masyarakat yang menjadi informan penting,” ujar Ipunk, sapaan akrabnya, saat jumpa Pers
Operasi SAR pencarian long boat berpenumpang 2 orang yang hilang kontak di sekitar perairan Lakahia Kaimana, Papua Barat diusulkan ditutup. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana, Silas Wopari mengatakan, penc
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana, Silas Wopari menjelaskan, sebelumnya pada pencarian hari pertama hingga hari ketiga tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Pos Pencarian dan Pertol
Menurut laporan yang disampaikan Oda bahwa long boat tersebut berangkat dari Kabupaten Kaimana tanggal 14 April dan dijadwalkan kembali dari Lakahia menuju Kaimana tanggal 22 April 2025.
Penemuan mayat tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya jenazah mengapung di Perairan Holtekamp. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sak
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu malam, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna menyatakan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat yang ikut melakukan pencarian di sekita
“Pencarian yang berlangsung selama 7 hari tersebut tidak menemukan tanda-tanda akan keberadaan korban. Namun jika kemudian hari ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban maka operasi sar dapat dibuka kembali,” tulis
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna menerangkan, pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIT, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika menerima laporan dari warga bernama Siti Aisyah yang merupakan pengelola bahwa ABK tersebut tenggelam sekitar pukul 08:00 WIT.
Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prasetyono menyebut dua Armada Laut tersebut antara lain kapal KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dan beberapa komponen pendukung lainnya. Namun dirinya tidak menjelaskan dengan rinci terkait dengan model kedua kapal tersebut.
Hal tersebut dilakukan untuk untuk mencegah terjadinya penyelundupan narkotika dan obat psikotropika atau narkoba dari Papua New Guinea (PNG) ke Kota Jayapura, Papua, dengan tujuan supaya pelaksanaan Natal 2024 dan menyambut Tahun Baru 2025 berjalan aman dan nyaman.
Dikatakan, saat hendak kembali ke Poumako menggunakan kapal LCT Prima Jaya 128, kapal tersebut kandas di sekitar muara Poumako tepatnya perairan Naja dan mereka membutuhkan bantuan pertolongan evakuasi segera.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Timika, TNI AL dan masyarakat setempat menggunakan 1 unit perahu karet bermesin 30 PK melakukan penyisiran perairan Amar dengan memperhitungkan pasang surut air mengantisipasi jika korban telah terbawa arus pasang surut air perairan Amar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal yang memuat kayu dengan jumlah penumpang sebanyak 15 orang termasuk nakhoda itu, bertolak dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh menuju kota Timika kemudian tenggelam di perairan Amar.
Menurut Wayan Sutayana, guna mengefisiensikan waktu pencarian terhadap korban, Tim SAR Gabungan Timika menginap di Muara Iwura sekitara Kampung Ararau. “Karena kalau balik ke Timika jauh, jadi tim menginap di sana,” ujarnya.