MIMIKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut akibat potensi cuaca buruk dalam dua hari ke depan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan cuaca di wilayah Mimika saat ini didominasi oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir.
“Kondisi cuaca ini berisiko mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan di perairan Mimika,” kata Agustina dalam laporan kesiapsiagaan Pusdalops BPBD Mimika pada Minggu (31/5).
BPBD Mimika mencatat beberapa potensi ancaman di laut akibat pengaruh angin kencang, antara lain kenaikan gelombang laut serta penguatan arus laut dan arus muara sungai dari kondisi normal. Selain itu, jarak pandang di laut dilaporkan berkurang saat hujan lebat, disertai potensi petir dan badai lokal yang dapat menyebabkan perahu kecil mengalami oleng.
BPBD menetapkan beberapa titik wilayah perairan yang masuk dalam zona kewaspadaan tinggi, meliputi Perairan Pomako, Perairan Amar, Perairan Mimika Timur, Perairan Mimika Barat, Perairan Atuka, serta kawasan muara dan pesisir selatan Kabupaten Mimika. Agustina mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan pelampung keselamatan, alat komunikasi, serta segera mencari tempat berlindung jika cuaca memburuk.
MIMIKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut akibat potensi cuaca buruk dalam dua hari ke depan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan cuaca di wilayah Mimika saat ini didominasi oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir.
“Kondisi cuaca ini berisiko mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan di perairan Mimika,” kata Agustina dalam laporan kesiapsiagaan Pusdalops BPBD Mimika pada Minggu (31/5).
BPBD Mimika mencatat beberapa potensi ancaman di laut akibat pengaruh angin kencang, antara lain kenaikan gelombang laut serta penguatan arus laut dan arus muara sungai dari kondisi normal. Selain itu, jarak pandang di laut dilaporkan berkurang saat hujan lebat, disertai potensi petir dan badai lokal yang dapat menyebabkan perahu kecil mengalami oleng.
BPBD menetapkan beberapa titik wilayah perairan yang masuk dalam zona kewaspadaan tinggi, meliputi Perairan Pomako, Perairan Amar, Perairan Mimika Timur, Perairan Mimika Barat, Perairan Atuka, serta kawasan muara dan pesisir selatan Kabupaten Mimika. Agustina mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan pelampung keselamatan, alat komunikasi, serta segera mencari tempat berlindung jika cuaca memburuk.