Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit akibat merosotnya jumlah pengunjung. Wisatawan enggan berenang maupun berekreasi karena kondisi pantai yang kotor, kumuh, serta kekhawatiran ter
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah domestik yang kian memprihatinkan. Telah satu bulan lamanya, kawasan pesisir ini dipenuhi tumpukan batu apung berukuran bervariasi y
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di Kampung Nubuai, dan disekitar dan hampir di wilayah pesisir Distrik Urfas selama bertahun-tahun, laut juga menjadi ancaman sun
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda masyarakat hukum adat Kampung Nubuai, Musa Sawaki, daratan di wilayah pemukiman mereka kini telah terkikis hi
Menurutnya aktivitas manusia di daratan menjadi salah satu penyumbang terbesar rusaknya ekosistem laut. Di kota-kota pesisir seperti Kota Jayapura, perilaku membuang sampah langsung ke laut masih menjadi persoalan utama yang sangat serius.
Pagi itu, kendaraan melaju meninggalkan hiruk-pikuk Kabupaten Jayapura, meninggalkan Distrik Sentani. Jalanan berkelok membelah perbukitan dan hutan tropis yang masih alami. Dari Kota Jayapura, perjalanan membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut akibat potensi cuaca buruk dalam dua hari ke depan. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mim
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di pesisir Mimika untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat di pesisi
Pemerintah Kampung Kampung Kayo Pulo terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat potensi lokal kampung. Kepala Kampung Kayo Pulo atau Tahima Sorom
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi Papua. Pemerintah, kata dia, akan memberikan dukungan kepada kelompok nelayan melalui penyediaan kapal tangkap dan pendampi
Di kawasan pesisir yang dikenal dengan panorama alamnya yang indah ini, Dispar menghadirkan wahana permainan flying fox dan banana boat sebagai daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan
Kepala Kampung Dafnawanga, Distrik Waan, Eron Awi, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, mengungkapkan bahwa sebagian warga yang mengungsi karena atap rumkahnya rusak akibat diterjang putting beliung belum ke
Para nelayan menilai penyitaan rumpon dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik rumpon. Ini membuat mereka kesal bahkan marah. Salah satu pemilik rumpon di wilayah Jay
Rudi menjelaskan, area pencarian pertama dilakukan kea rah Selatan, kemudian kea rah barat dengan melibatkan kapal pencarian. Sementara kearah Timur dan konsetrasi di bagian pinggir dan darat.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Demarce meminta warga untuk lebih proaktif memeriksa kondisi lingkungan tempat tinggal. Langkah awal yang paling krusial adalah mengecek keberadaan pohon-pohon besar yang sudah tua, la
Hal ini terjadi karena, gelombang atmosfer selama sepekan ke depan menunjukkan adanya Gelombang Kelvin aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua. Sehingga berpotensi menimbulkan gangguan cuaca, khususnya di wilayah pe
Menurut Mathius, pertemuan itu menjadi langkah strategis untuk mensinergikan program Pemprov Papua dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan kawasan pesisir yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan dae
Kota Jayapura dengan topografi berbukit dan bergelombang juga memiliki identifikasi kawasan pesisir. Justru tak sedikit yang mendiami kawasan ini. Alasannya jelas, mencari nafkah dengan latar belakang yang sudah dilakoni
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda dan diwakili, Asisten I Setda Kota Jayapura, dr. Ni Yoman Sri Antari. Dalam keterangannya, Sri Antari menegaskan bahwa Kota Jayapura sebagai daerah pesisi
Menerima laporan tersebut, Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika diberangkatkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para penumpang dengan menggunakan RBB 600 PK.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh Bupati, tetapi juga oleh seluruh kepala dan staf dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Waropen. Mereka berbaur dengan masyarakat setempat, bahu-me
Kapolsek Muara Tami, AKP Zaka, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang. Beberapa langkah awal sudah dilakukan, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim
Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa, mengatakan rencana dibangunnya SPBU Apung adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir akan bahan bakar minyak (BBM).
Masyarkat di Kota Jayapura yang tinggal di darat, selama ini mungkin banyak yang belum menyadari, bahwa akibat membuang sampah sembarangan, warga di pesisir pantai terkena dampaknya. Tak hanya itu, sampah-sampah juga ser
“Jalur-jalur evakuasi ini menjadi bagian dari upaya kami dalam meminimalkan risiko dan korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Fokusnya memang di wilayah pesisir, karena rawan terdampak gelombang tinggi dan benca
Dita Rahmawati juga menjelaskan kondisi cuaca belakang ini. Menurutnya, diakhir bulan Juni sampai awal bulan Juni dasarin pertama curah hujan diperkirakan masih dalam kategori menengah. Masih berkisar antara 50-100 milim
Menyikapi hal ini, Abisai merencanakan untuk melakukan pemasangan jaring di sejumlah kali yang Muara ke laut. "Nanti kita coba pasang jaring, biar sampah-sampah masyarakat itu tidak sampai ke laut," ungkapnya.
“Lima puluh dua, lima puluh tiga, dan lima puluh empat,” begitulah suara yang keluar dari mulut Abner Pae menghitung jumlah tukik yang ia pindahkan. Setelahnya, ia beranjak dari tempat duduk dan segera melangkah sambil membawa ember yang berisikan 54 “bayi” penyu atau tukik menuju bibir pantai untuk dilepasliarkan.