Belum Ada Pergantian Atap Rusak, Warga Masih Mengungsi di Tetangga atau Keluarganya

MERAUKE – Puting beliung yang melanda wilayah pesisir Distrik Waan, Kabupaten Merauke yang puncfaknya terjadi pada Sabtu (21/3) lalu menyebabkan puluhan rumah warga rusak di 3 kampung yakni Kladar, Tor dan Konorou.

Kepala Kampung Dafnawanga, Distrik Waan, Eron Awi, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, mengungkapkan bahwa sebagian warga yang mengungsi karena atap rumkahnya rusak akibat diterjang putting beliung belum kembali ke rumahnya.

‘’Warga yang mengungsi ke tetangga atau keluarganya akibat atap rumah rusak atau rumahnya rusak sampai hari ini belum kembali ke rumahnya,’’ kata Eron Awi, dari balik telpon selulernya, Senin (30/3).

Eron Awi menjelaskan, atap rumah yang rusak tersebut belum diperbaiki atau diganti karena penggantinya belum ada.

Baca Juga :  Pemuda yang Jatuh di Jembatan Tujuh Wali-wali Ditemukan  Meninggal

‘’Kita juga mau harap dari dana desa untuk mengganti sepertinya tidak bisa lagi karena anggarannya sekarang kecil. Satu-satunya yang bisa adalah meminta bantuan kepada pemerintah daerah untuk bisa memberikan bantuan seng. Nanti kami laporkan ke kepala distrik atau kami bisa laporkan langsung ke ibu wakil bupati,’’ kata Eon Awi.

Dari 3 kampung yang terdampak puting beliung tersebut, Eron Awi mengaku telah mengunjungi dan melihat langsung di Kampung Kladar dan Tor. Sedangkan untuk Kampung Konorou, ia mengaku belum sampai ke sana.

MERAUKE – Puting beliung yang melanda wilayah pesisir Distrik Waan, Kabupaten Merauke yang puncfaknya terjadi pada Sabtu (21/3) lalu menyebabkan puluhan rumah warga rusak di 3 kampung yakni Kladar, Tor dan Konorou.

Kepala Kampung Dafnawanga, Distrik Waan, Eron Awi, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, mengungkapkan bahwa sebagian warga yang mengungsi karena atap rumkahnya rusak akibat diterjang putting beliung belum kembali ke rumahnya.

‘’Warga yang mengungsi ke tetangga atau keluarganya akibat atap rumah rusak atau rumahnya rusak sampai hari ini belum kembali ke rumahnya,’’ kata Eron Awi, dari balik telpon selulernya, Senin (30/3).

Eron Awi menjelaskan, atap rumah yang rusak tersebut belum diperbaiki atau diganti karena penggantinya belum ada.

Baca Juga :  Tambahan Vaksin HPV Bagi Remaja Putri Segera Diberikan

‘’Kita juga mau harap dari dana desa untuk mengganti sepertinya tidak bisa lagi karena anggarannya sekarang kecil. Satu-satunya yang bisa adalah meminta bantuan kepada pemerintah daerah untuk bisa memberikan bantuan seng. Nanti kami laporkan ke kepala distrik atau kami bisa laporkan langsung ke ibu wakil bupati,’’ kata Eon Awi.

Dari 3 kampung yang terdampak puting beliung tersebut, Eron Awi mengaku telah mengunjungi dan melihat langsung di Kampung Kladar dan Tor. Sedangkan untuk Kampung Konorou, ia mengaku belum sampai ke sana.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya