Lautan Batu Apung Kepung Pantai Hamadi

JAYAPURA – Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah domestik yang kian memprihatinkan. Telah satu bulan lamanya, kawasan pesisir ini dipenuhi tumpukan batu apung berukuran bervariasi yang terbawa gelombang, bersanding rapat dengan limbah sampah plastik, bekas wadah minuman, hingga potongan batang kayu.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian Senin (27/7), material batu apung membentang luas di sepanjang garis pantai. Di atasnya, berserakan berbagai jenis limbah plastik sekali pakai mulai dari gelas kemasan, botol, kemasan makanan, hingga barang rumah tangga bekas. Kondisi ini membuat pemandangan destinasi wisata andalan masyarakat Jayapura tersebut terkesan kotor, kumuh, dan merusak nilai estetika keindahan pantai secara signifikan.

Baca Juga :  Papua Harus Jadi Contoh Keberagaman

Ibu Ondi, seorang warga setempat yang sehari-hari bertindak sebagai pemilik sekaligus pengelola area wisata Pantai Hamadi, tak sanggup menyembunyikan rasa lelahnya. Ia mengaku, keberadaan batu apung dan kiriman sampah yang tiada habisnya membuat dirinya dan keluarga harus bekerja ekstra keras setiap harinya.

Guna menjaga kelayakan area usahanya, Ibu Ondi beserta pengelola lainnya harus rutin menyapu dan memunguti sampah sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Sampah-sampah tersebut dikumpul dengan menggunakan karung-karung beras berukuran besar untuk diangkut dari bibir pantai.

“Setiap hari pekerjaan kita hanya untuk bersih-bersih sampah dan batu ini saja. Mau bagaimana lagi, sumber penghasilan kita hanya dari sini saja. Kalau kita tidak bersih-bersih, pasti pelanggan tidak mau berwisata di sini,” ungkap Ibu Ondi pasrah saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos.

Baca Juga :  BPJS-KT Nilai Pemkot Lebih Peduli Terhadap Pekerja Rentan

JAYAPURA – Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah domestik yang kian memprihatinkan. Telah satu bulan lamanya, kawasan pesisir ini dipenuhi tumpukan batu apung berukuran bervariasi yang terbawa gelombang, bersanding rapat dengan limbah sampah plastik, bekas wadah minuman, hingga potongan batang kayu.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian Senin (27/7), material batu apung membentang luas di sepanjang garis pantai. Di atasnya, berserakan berbagai jenis limbah plastik sekali pakai mulai dari gelas kemasan, botol, kemasan makanan, hingga barang rumah tangga bekas. Kondisi ini membuat pemandangan destinasi wisata andalan masyarakat Jayapura tersebut terkesan kotor, kumuh, dan merusak nilai estetika keindahan pantai secara signifikan.

Baca Juga :  Jaksa Gadungan Diamankan di Jembatan Merah

Ibu Ondi, seorang warga setempat yang sehari-hari bertindak sebagai pemilik sekaligus pengelola area wisata Pantai Hamadi, tak sanggup menyembunyikan rasa lelahnya. Ia mengaku, keberadaan batu apung dan kiriman sampah yang tiada habisnya membuat dirinya dan keluarga harus bekerja ekstra keras setiap harinya.

Guna menjaga kelayakan area usahanya, Ibu Ondi beserta pengelola lainnya harus rutin menyapu dan memunguti sampah sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Sampah-sampah tersebut dikumpul dengan menggunakan karung-karung beras berukuran besar untuk diangkut dari bibir pantai.

“Setiap hari pekerjaan kita hanya untuk bersih-bersih sampah dan batu ini saja. Mau bagaimana lagi, sumber penghasilan kita hanya dari sini saja. Kalau kita tidak bersih-bersih, pasti pelanggan tidak mau berwisata di sini,” ungkap Ibu Ondi pasrah saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos.

Baca Juga :  Soal Netralitas, ASN Harusnya Sudah Paham Aturannya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya