Di Timika, Bocah Dititip Malah Dicabuli

MIMIKA — Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kali ini, tindakan tersebut menimpa seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga berusia (14). Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, (12/6)yang dilakuan oleh seorang pelaku berinisial M. Peristiwa pencabulan itu terjadi di Jalan Rambutan, Irigasi Timika, Mimika, Papua Tengah.

​​Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke Polres Mimika pada hari yang sama dengan penangkapan pelaku. Saat ini, korban didampingi oleh Ketua Relawan Teras Peduli, MW. Menurut MW, korban mengalami trauma berat dan kerap merasa ketakutan pasca-kejadian. Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya dititipkan kepada pelaku M. Penitipan dilakukan karena ibu korban harus menjalani kemoterapi di Makassar.

Baca Juga :  Didukung 5 Parpol, Pasangan MP3 Daftarkan Diri ke KPU Kabupaten Mimika

Sementara, ayah korban mengalami gangguan pendengaran serta terdapat berbagai kekurangan sehingga tidak dapat mengurusnya. Kendati demikian, kepercayaan tersebut disalahgunakan oleh pelaku yang justru mencabuli korban. Keluarga korban kini telah menyerahkan sepenuhnya proses pendampingan APS kepada Relawan Teras Peduli. Saat ini, Bunga tinggal di rumah singgah Relawan Teras Peduli.

MIMIKA — Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kali ini, tindakan tersebut menimpa seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga berusia (14). Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, (12/6)yang dilakuan oleh seorang pelaku berinisial M. Peristiwa pencabulan itu terjadi di Jalan Rambutan, Irigasi Timika, Mimika, Papua Tengah.

​​Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke Polres Mimika pada hari yang sama dengan penangkapan pelaku. Saat ini, korban didampingi oleh Ketua Relawan Teras Peduli, MW. Menurut MW, korban mengalami trauma berat dan kerap merasa ketakutan pasca-kejadian. Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya dititipkan kepada pelaku M. Penitipan dilakukan karena ibu korban harus menjalani kemoterapi di Makassar.

Baca Juga :  Kesal Banyak Orang Mabuk, Anak Ondoafi Nyalakan Api Depan Toko Miras

Sementara, ayah korban mengalami gangguan pendengaran serta terdapat berbagai kekurangan sehingga tidak dapat mengurusnya. Kendati demikian, kepercayaan tersebut disalahgunakan oleh pelaku yang justru mencabuli korban. Keluarga korban kini telah menyerahkan sepenuhnya proses pendampingan APS kepada Relawan Teras Peduli. Saat ini, Bunga tinggal di rumah singgah Relawan Teras Peduli.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya