Komnas HAM: Aksi Damai Cipayung Wujud Demokrasi Sehat

JAYAPURA-Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, Frits Ramandey, memberikan apresiasi atas aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh Cipayung Plus Kota Jayapura di Gedung DPR Papua (DPRP) dan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua, Senin (1/9).

Menurut Frits, aksi yang berlangsung aman dan tertib tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dan masyarakat Papua mampu mengkritisi situasi sosial dengan cara yang bertanggung jawab, meskipun kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah Indonesia tengah tidak kondusif.

Meskipun jumlah peserta aksi tersebut sekitar seratus orang. Namun menurutnya intisari dari demonstrasi tersebut terletak pada bagaimana aspirasi mereka disampaikan secara terorganisir dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Waspadai Perubahan Cuara Saat Melaut

“Cipayung Jayapura benar-benar menjalankan prinsip dasar yang diatur undang-undang dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Inilah aksi yang diharapkan undang-undang,” ujar Frits usai memantau jalannya aksi di Mapolda Papua.

Frits menilai Cipayung Jayapura berhasil membuktikan bahwa gerakan mahasiswa bisa berjalan dengan damai dan tetap kritis tanpa menimbulkan keresahan publik. Dimana sebelumnya, masyarakat sempat dibuat resah oleh beredarnya informasi di media sosial yang menyebut aksi tersebut berpotensi berujung anarkis, seperti yang kerap terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Aksi damai yang digelar berhasil menepis isu-isu tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Cipayung Jayapura. Mereka mampu membuktikan bahwa demonstrasi bukanlah ancaman bagi ketertiban umum, melainkan bagian dari ruang demokrasi yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Datangi Kediaman BTM, Sejumlah Pimpinan Parpol Nyatakan Dukung BTM-CK

JAYAPURA-Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, Frits Ramandey, memberikan apresiasi atas aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh Cipayung Plus Kota Jayapura di Gedung DPR Papua (DPRP) dan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua, Senin (1/9).

Menurut Frits, aksi yang berlangsung aman dan tertib tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dan masyarakat Papua mampu mengkritisi situasi sosial dengan cara yang bertanggung jawab, meskipun kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah Indonesia tengah tidak kondusif.

Meskipun jumlah peserta aksi tersebut sekitar seratus orang. Namun menurutnya intisari dari demonstrasi tersebut terletak pada bagaimana aspirasi mereka disampaikan secara terorganisir dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Pemkab Keerom Terpilih Sebagai Badan Publik Informatif

“Cipayung Jayapura benar-benar menjalankan prinsip dasar yang diatur undang-undang dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Inilah aksi yang diharapkan undang-undang,” ujar Frits usai memantau jalannya aksi di Mapolda Papua.

Frits menilai Cipayung Jayapura berhasil membuktikan bahwa gerakan mahasiswa bisa berjalan dengan damai dan tetap kritis tanpa menimbulkan keresahan publik. Dimana sebelumnya, masyarakat sempat dibuat resah oleh beredarnya informasi di media sosial yang menyebut aksi tersebut berpotensi berujung anarkis, seperti yang kerap terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Aksi damai yang digelar berhasil menepis isu-isu tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Cipayung Jayapura. Mereka mampu membuktikan bahwa demonstrasi bukanlah ancaman bagi ketertiban umum, melainkan bagian dari ruang demokrasi yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kaos Gambar Noken Dijual Sejak 2020, Dituntut Setelah Hak Cipta Didaftarkan2022

Berita Terbaru

Artikel Lainnya