Hampir Sepekan Akhirnya Palang Kampus Uncen Dibuka

​JAYAPURA – Aktivitas perkuliahan dan pelayanan administrasi di Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya kembali berjalan normal pada, Selasa (22/9). Akses kampus yang sempat dipalang selama kurang lebih sepekan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen.

​Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa rentetan penutupan akses jalan menuju ke kampus penyegelan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh aksi protes, melainkan juga bentuk penghormatan atas wafatnya Rektor Uncen.

​”Satu minggu segel kampus Universitas Cenderawasih, satu hari sebelumnya adalah pemalangan soal masalah kedokteran, empat hari adalah kita kenang duka cita atas meninggalnya Bapak Rektor Universitas Cenderawasih. Hari Selasa ini adalah kita palang soal nasib mahasiswa kedokteran,” ujar Darki Uropmabin saat memberikan keterangan.

Baca Juga :  Roti Aoka, Roti Okko Tidak Aman

​Dalam pertemuan pada Selasa siang, BEM dan MPM Uncen menyepakati pembukaan akses perkuliahan setelah melayangkan lima poin desakan utama kepada pihak rektorat yaitu segera mengeluarkan informasi resmi serta berita acara pembentukan tim transisi Fakultas Kedokteran yang melibatkan unsur dosen kedokteran.

​Kedua, Pihak Uncen mendesak diprosesnya akses Ujian Nasional bagi 96 calon dokter muda Papua secara nasional.

Ketiga, Mahasiswa secara tegas menolak usulan program Afirmasi Plus yang diajukan oleh mantan Dekan Fakultas Kedokteran. Kemudian yang keempat dilakukan investigasi terhadap mantan Dekan Fakultas Kedokteran. ​Terakhir, Jika keempat desakan tidak direalisasikan dalam waktu singkat, mahasiswa mengancam akan menggelar mogok pendidikan massal.

​JAYAPURA – Aktivitas perkuliahan dan pelayanan administrasi di Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya kembali berjalan normal pada, Selasa (22/9). Akses kampus yang sempat dipalang selama kurang lebih sepekan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen.

​Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa rentetan penutupan akses jalan menuju ke kampus penyegelan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh aksi protes, melainkan juga bentuk penghormatan atas wafatnya Rektor Uncen.

​”Satu minggu segel kampus Universitas Cenderawasih, satu hari sebelumnya adalah pemalangan soal masalah kedokteran, empat hari adalah kita kenang duka cita atas meninggalnya Bapak Rektor Universitas Cenderawasih. Hari Selasa ini adalah kita palang soal nasib mahasiswa kedokteran,” ujar Darki Uropmabin saat memberikan keterangan.

Baca Juga :  TGPF Intan Jaya Dihujani Peluru, Dua Orang Terluka

​Dalam pertemuan pada Selasa siang, BEM dan MPM Uncen menyepakati pembukaan akses perkuliahan setelah melayangkan lima poin desakan utama kepada pihak rektorat yaitu segera mengeluarkan informasi resmi serta berita acara pembentukan tim transisi Fakultas Kedokteran yang melibatkan unsur dosen kedokteran.

​Kedua, Pihak Uncen mendesak diprosesnya akses Ujian Nasional bagi 96 calon dokter muda Papua secara nasional.

Ketiga, Mahasiswa secara tegas menolak usulan program Afirmasi Plus yang diajukan oleh mantan Dekan Fakultas Kedokteran. Kemudian yang keempat dilakukan investigasi terhadap mantan Dekan Fakultas Kedokteran. ​Terakhir, Jika keempat desakan tidak direalisasikan dalam waktu singkat, mahasiswa mengancam akan menggelar mogok pendidikan massal.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya