Korban Kebakaran Capai 3.000 Lebih, Wali Kota Minta Dukungan Pusat

JAYAPURA — Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat di Kelurahan Mandala, Kota Jayapura, Minggu (31/8), berdampak besar terhadap masyarakat. Data sementara Pemerintah Kota Jayapura mencatat sekitar 560 kepala keluarga (KK) dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 3.000 jiwa.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., yang bersama Wakil Wali Kota Rustan Saru turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Senin (1/9). Abisai menyebut kebakaran tersebut sebagai salah satu musibah besar yang terjadi di Kota Jayapura dan menyatakan masuk kategori bencana nasional mengingat besarnya jumlah masyarakat yang terdampak.

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo saat tinjau lokasi dan korban kebakaran di Kelurahan Mandala, Selasa (1/9).(Takim/Cepos)

“Ini luar biasa, kejadian di Kota Jayapura. Jumlah korban yang terdampak sampai lebih dari 3.000 jiwa,” ujar Abisai saat meninjau lokasi.

Baca Juga :  Momentum Natal Kembali Menjadi Persaudaraan yang Utuh untuk Pembangunan Papua

Ia memastikan Pemkot Jayapura telah mengerahkan berbagai perangkat daerah untuk mempercepat penanganan dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Sejumlah instansi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait lainnya telah diterjunkan ke lokasi.

“Semua ada di sini untuk membantu korban. Kartu Keluarga, KTP dan dokumen lainnya ditangani Dukcapil. Kesehatan juga ada, sosial, badan bencana, semuanya turun,” katanya.

Dan melihat besarnya dampak kebakaran, Abisai Rollo meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat untuk membantu penanganan warga terdampak. Ia juga mengajak BUMN, BUMD, pengusaha, sektro usaha lainnya, perbankan dan seluruh pihak yang berada di Kota Jayapura untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

Baca Juga :  Enam Pj Gubernur Habis Masa Jabatan sebelum Pilkada

JAYAPURA — Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat di Kelurahan Mandala, Kota Jayapura, Minggu (31/8), berdampak besar terhadap masyarakat. Data sementara Pemerintah Kota Jayapura mencatat sekitar 560 kepala keluarga (KK) dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 3.000 jiwa.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., yang bersama Wakil Wali Kota Rustan Saru turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Senin (1/9). Abisai menyebut kebakaran tersebut sebagai salah satu musibah besar yang terjadi di Kota Jayapura dan menyatakan masuk kategori bencana nasional mengingat besarnya jumlah masyarakat yang terdampak.

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo saat tinjau lokasi dan korban kebakaran di Kelurahan Mandala, Selasa (1/9).(Takim/Cepos)

“Ini luar biasa, kejadian di Kota Jayapura. Jumlah korban yang terdampak sampai lebih dari 3.000 jiwa,” ujar Abisai saat meninjau lokasi.

Baca Juga :  Mayat Pria dengan Sejumlah Luka Ditemukan di Depan Lapangan Tembak

Ia memastikan Pemkot Jayapura telah mengerahkan berbagai perangkat daerah untuk mempercepat penanganan dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Sejumlah instansi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait lainnya telah diterjunkan ke lokasi.

“Semua ada di sini untuk membantu korban. Kartu Keluarga, KTP dan dokumen lainnya ditangani Dukcapil. Kesehatan juga ada, sosial, badan bencana, semuanya turun,” katanya.

Dan melihat besarnya dampak kebakaran, Abisai Rollo meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat untuk membantu penanganan warga terdampak. Ia juga mengajak BUMN, BUMD, pengusaha, sektro usaha lainnya, perbankan dan seluruh pihak yang berada di Kota Jayapura untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

Baca Juga :  Pilkada Papua Menggambarkan Bobroknya Demokrasi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya