Korban Kebakaran Capai 3.000 Lebih, Wali Kota Minta Dukungan Pusat

“Kita berharap bantuan dari semua pihak, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kita juga minta pihak BUMN, BUMD dan perbankan ikut membantu, karena yang terdampak ini banyak, termasuk anak-anak,” ujarnya. Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya berupa makanan siap saji, tetapi juga bahan pangan, perlengkapan anak, air bersih serta kebutuhan dasar lainnya.

Pemkot Jayapura telah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat penampungan sementara bagi warga terdampak, termasuk kawasan Lapangan Mandala dan lokasi lainnya. Dapur umum juga disiapkan untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat tetap terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian.

“Untuk kebutuhan hari ini mungkin makanan siap saji kita bantu. Kemudian makanan-makanan yang disiapkan untuk dimasak di dapur umum,” jelasnya. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan balita dengan menyiapkan kebutuhan seperti popok, fasilitas mandi dan air bersih.

Baca Juga :  Program Makan Sehat Unicef Diharap Berlanjut

Abisai menambahkan, setelah proses penanganan darurat selesai, Pemkot Jayapura akan melakukan pembersihan puing-puing bangunan akibat kebakaran. Abisai juga menyoroti kondisi permukiman yang sangat padat dan sebagian bangunan berada di atas laut. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Menurutnya, angin yang cukup kuat turut mempercepat penyebaran api. Di sisi lain, keberadaan bahan bakar seperti bensin dan solar di sekitar permukiman juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.“Kebakaran dimulai dari satu rumah kemudian menyebar. Karena di sini di laut dan anginnya kuat, kemudian ada bahan bakar seperti solar dan bensin, sehingga kebakaran menjadi besar dan luar biasa,” katanya.

Baca Juga :  Pamit Beli Rokok, Ditemukan Membusuk

“Kita berharap bantuan dari semua pihak, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kita juga minta pihak BUMN, BUMD dan perbankan ikut membantu, karena yang terdampak ini banyak, termasuk anak-anak,” ujarnya. Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya berupa makanan siap saji, tetapi juga bahan pangan, perlengkapan anak, air bersih serta kebutuhan dasar lainnya.

Pemkot Jayapura telah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat penampungan sementara bagi warga terdampak, termasuk kawasan Lapangan Mandala dan lokasi lainnya. Dapur umum juga disiapkan untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat tetap terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian.

“Untuk kebutuhan hari ini mungkin makanan siap saji kita bantu. Kemudian makanan-makanan yang disiapkan untuk dimasak di dapur umum,” jelasnya. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan balita dengan menyiapkan kebutuhan seperti popok, fasilitas mandi dan air bersih.

Baca Juga :  Wali Kota Pastikan Seluruh OPD Definitif Januari Ini

Abisai menambahkan, setelah proses penanganan darurat selesai, Pemkot Jayapura akan melakukan pembersihan puing-puing bangunan akibat kebakaran. Abisai juga menyoroti kondisi permukiman yang sangat padat dan sebagian bangunan berada di atas laut. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Menurutnya, angin yang cukup kuat turut mempercepat penyebaran api. Di sisi lain, keberadaan bahan bakar seperti bensin dan solar di sekitar permukiman juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.“Kebakaran dimulai dari satu rumah kemudian menyebar. Karena di sini di laut dan anginnya kuat, kemudian ada bahan bakar seperti solar dan bensin, sehingga kebakaran menjadi besar dan luar biasa,” katanya.

Baca Juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Artikel Lainnya